HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 41


__ADS_3

Aditiya masuk duluan kekamar mandi sedangkan Zahirah berada di tempat pakaian untuk mempersiapkan pakaian suaminya.


Zahirah menunggu Aditiya selesai mandi, ia berada di depan cermin matanya terpaku ketika melihat lehernya yang terdapat banyak bekas merah hasil perbuatan suaminya semalam. Zahirah tak sengaja menjatuhkan handuk yang ia kenakan dan pertepatan Aditiya kerluar dari kamar mandi.


Aditiya hanya berdiri tanpa ekspersi dan Zahirah berteriak kaget seketika langsung menutupi tubuhnya dengan duduk di lantai meraih handuk yang jatuh.


Aditiya berjalan menuju kearah Zahirah. "Mas...." Zahirah yang sedang was-was,


Aditiya terus berjalan kearah istrinya tanpa memperdulikan eksperesi istrinya.


"Mas....mau ngapain kesini di sana pakaian mas yang telah siap" Zahirah berusaha menggalikan pandang suaminya namun tidak berhasil dan berusaha menahan detak jantungnya yang berdetak kencang.


Aditiya sudah berada didepan istrinya yang tertunduk malu terbukti kalau wajah istrinya memerah. Aditiya tersenyum "Kenapa?" tanya Aditiya tidak jelas


"Apa kenapa...tidak taukah kalau jantungku lagi tidak sehat jika melihat mas tidak memakai baju hanya dilapisi handuk" batin Zahirah


"Mas...mas...mas ini sudah siang loh..nanti mas terlambat kekantor bos mas marah" Zahirah terbata masih menundukkan kepalanya.


"Hahahaha" Aditiya tertawa mendengar perkataan istrinya, yang polos tidak taukah kalau perusahan terbesar di kota ini adalah perusahan miliknya dan apakah sabahatnya tidak memberi tahu siapa dirinya sebenarnya.


Zahirah kesal dia lagi serius malah ditertawakan, ia mengangkat kepalanya melihat eksperesi suaminya. "Mas aku serius loh"


Lagi-lagi aditiya tertawa "Cup...manisnya..."


"Ihh...mas...."

__ADS_1


"Apa?"


Mulai lagikan "Minggir saya mau pergi mandi" kesal Zahirah karna selalu dijahili oleh suaminya


"Silahkan sayang"


"Tau ah" tidak lagi senang karna panggilannya, Zahirah tau kalau Aditiya memanggilnya sayang berarti dia sedang dikerjain.


Zahirah berjalan dengan kesal kearah kamar mandi sedangkan Aditiya tertawa melihat muka mengemaskan istrinya.


"Di marahi bos" Aditiya mengingat kata itu tertawa


"Ahh...aku tidak tau kalau menjahilinya sangat menyenangkan."


Aditiya mengingat kalau ia belum jujur siapa sebenarnya dirinya tapi apakah itu penting sekarang, apakah lebih bagus kalau istrinya tidak tau tentang dirinya dan tidak usah kenalkan kepada kolega-kolega saya, tapi bagaimana kalau istrinya saya di goda seseorang atau di sakiti orang ini akan membuat saya sangat menyesal dan marah.


"Ehhh...untuk apa mas masuk kesini, mas kan sudah mandi" memang dasarnya Zahirah polos


Aditiya tertawa kecil "ya mau mandi bersamamulah memang mau apa lagi"


Zahirah kaget "saya..saya sudah selesai" buru-buru Zahirah memakai handuknya dan keluar dari kamar mandi.


Karena terburu-buru Zahirah sampai tersungkur kalau Aditiya tidak menangkapnya. "Hati-hati, saya tidak menyuruhmu dengan cepat-cepat hingga ingin terjatuh" kata Aditiya dingin, ia kaget melihat istrinya hampir terjatuh untung ia menunggunya di depan pintu kamar mandi.


Zahirah mendapatkan tatapan dingin merasa bersalah "Maaf " tersenyum "Saya baik-baik saja kok dan terima kasih ya."

__ADS_1


Aditiya mendesah hatinya masih kaget dengan kejadian tiba-tiba "Aku tunggu diluar dan satu lagi tidak usah terburu-buru"


Zahirah menganggukan kepalanya dan tersenyum.


Aditiya duduk ditepi ranjang memeriksa hpnya, ia tidak ingin kehilang siapapun sekarang makanya tadi ia sangat kaget ketika istirinya ingin terjatuh.


"Sudah selesai?" tanya aditiya ketika melihat Zahirah keluar


"Iya" zahirah berjalan kearah Aditiya "loh kok mas belum siap-siap memang tidak papa kalau mas datang terlambat"


"Iya "


Zahirah mengambil dasi untuk memasangkannya


"Sudah selesai."


Aditiya berdiri, "terima kasih" ia menunjukkan salah satu pipinya


"Apa?" tanya zahirah


Aditiya tidak menjawab tapi ia tetap menunjuk pipinya.


Zahirah mengerti dan berjinjit "Mas tunduk sedikit aku tidak sampai" Zahirah cemberut


"Andaikan tidak ada yang ada ingin kusampaikan kepada pemegang saham aku tidak ingin meninggalkan istriku dan kupastikan tidak akan kubiarkan keluar kamar" batin Aditiya.

__ADS_1


Aditiya menundukkan badannya sedikit "Cup" satu ciuman singkat dipipinya.


__ADS_2