HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 12


__ADS_3

Di ruangan lain seorang wanita sedang berbaring dengan memegang perutnya yang tiba-tiba sangat sakit, salah seorang keluarga pasien melihat ibu Zahirah kesakitan menghampirinya.


"Ibu baik-baik saja?" tanya keluarga pasien


"Tolong panggilkan dokter saya tidak kuat lagi" jawab ibu Zahirah dengan terbata


"Baiklah, tunggu sebentar, ibu harus bertahan" kata seseoarang lagi.


Ibu Zahirah hanya mengangguk, air mata sudah mengalir karna tidak kuat menahan sakit


"Maafkan ibu zahirah, ibu tidak bisa menemani sampai kamu mendapatkan seseorang bisa menjaga mu, dan ibu minta maaf atas derita yang telah kalau alami selama ini " batin ibu Bahirah dan membayangkan wajah anaknya


Ibu Zahirah sudah tak sadarkan diri bertepan dengan itu dokter datang


"Apa yang terjadi dengan pasien ini "tanya dokter yang menagang ni ibu Zahira


"Kami tidak tau dok, tiba-tiba saja pasien ini merasa kesakitan dan tidak lama pingsan dok " jawab salah seorang keluarga pasien


Dokter mendengarkan langsung memeriksa organ vital ibu Zahirah


"Sus tolong kamu hubungi keluarga pasien segera " perintah dokter

__ADS_1


"Baik dok" jawab suster


Suster itu keluar dari ruangan untuk meghubungi keluarga pasien sementara dokter yang menanggani ibu Zahirah memeriksanya.


"Halo dengan mba Zahirah?" tanya suster


"Iya mba, ada apa ya sus, ibuku baik-baik sajakan sus." jawab Zahirah nada khwatir


Tiba-tiba saja Zahirah mendadak merasa tidak enak


"Maaf mba sebelumnya tapi mba Zahirah mohon segera kerumah sakit karna ibu anda dalam keadaan tidak sadarkan diri" jawab suster dengan tenang


"Iya...iya..iya, saya kebetulan sudah berada rumah sakit sus" jawab zahirah.


Sampailah Zahirah diruangan ibunya dirawat. Zahirah melihat sekeliling, dia bertanya pada dirinya sendiri kenapa ibunya dikerumuni apakah ibunya dalam keadaan tidak baik atau ibunya, tidak...tidak Zahirah tidak bisa menerima kenyataan yang menyakitkannya lagi. Zahirah segera menghampiri keadaan dokter dan menanyaakan kondisi ibunya.


"Dok, bagaimana keadaan ibu saya dok? " tanya Zahirah dengan mata sudah berkaca-kaca


"ibu anda sudah melawati masa kritisnya mba" jawab dokter


"Syukurlah" Zahirah sudah bisa bernafas lega "Kenapa dengan ibu saya dok, bukankah ibu saya hanya kacapeaan dan kenapa sampai sekarang ibu saya belum ada tanda-tanda sembuh dok? " tanya Zahirah

__ADS_1


"alApakah ibu anda tidak memberi tahu kalau ibu anda dalam kondisi sudah tidak bisa tertolongkan atau kata lain umur ibu anda tidak panjang lagi" jawab dokter memberikan penjelasan.


mendengar itu Zahirah merasa jantungnya berdetak dengan cepat.


"Ada apa sebenarnya dok dan sebenarnya ibu saya sakit apa dok? " tanya Zahirah dengan nada sedih


"Ibu anda menderita Kanker Rahim stadium akhir mba " jawab dokter


"Tidak mungkin dok, selama ini ibu saya selalu berkata kondisinya baik-baik saja, walaupun akhir-akhir ini saya melihat ibu selalu kelelahan dan tubuhnya lebih kurus dari sebelumnya"jawab Zahirah


"Yang anda sebutkan itu adalah gejala bagi orang yang terkena Kanker Rahim stadium akhir dan perlu anda ketahui tidak semua gejala seperti kelelahan dan kekurangan berat badan adalah gejala Kanker dan jika ingin mengetahui bahwa jika pasien terkena kanker atau tidak maka harus diperiksa secara menyeluruh" jawab dokter


"Jadi apakah ibu saya masih bisa sembuh dok" tanya Zahirah sangat pelan


"Itu tergantung dengan di Atas mba dan paling penting adalah semangat ibu mba untuk sembuh. Jika ibu mba semangat untuk sembuh maka tidak menutup kemungkinan pasien bisa sembuh tapi jika ibu mba tidak semangat untuk sembuh maka apapun kami lakukan dari pihak dokter hanya sia-sia, jadi intinya tergantung pada pasien seberapa kuatnya untuk bertahan" jawab dokter memberikan penjelasan mengenai kondisi ibunya Zahirah.


"Ada lagi mau ditanyakan mba "tanya dokter


Zahirah hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu saya permisi dulu jika terjadi sesuatu dengan pasien tolong hubungi saya segera" kata dokter

__ADS_1


"Iya dok dan terima kasih banyak dok" jawab Zahirah.


__ADS_2