HATI YANG MENYIMPAN LUKA

HATI YANG MENYIMPAN LUKA
Bab 29


__ADS_3

Zahirah duduk dipikir kasur di mana Ningsih terbaring " Maafkan aku Ning " Zahirah menggengam tangan Ningsih dan tertunduk air matanya sudah jatuh dari tadi ketika dokter keluar dari ruangan.


"Aku tidak apa-apa Ra" Ningsih mencoba menenangkan Zahirah yang terus saja menangis, ia tau kalau Zahira merasa bersalah apa yamg menimpanya padahal sebenarnya ia juga yang salah karna mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi "Kau dengarkan apa yang dikatakan dokter? " tanya ningsih, Zahirah menganggukan kepala sebagai jawaban iya. " jadi kumohon ya berhenti menyalahkan dirimu semuanya akan baik-baik selama kau dan aku berjuang, oke" Zahirah hanya menganggukan kepalanya lagi "Ayolah Ra berhenti menangis kalau kau begini terus aku akan marah benaran ya sama kamu " ancam Ningsih


"baiklah-baiklah" jawab Zahirah cepat dan mengusap air matanya dan tersenyum.


Susana menjadi hening tidak ada yang ingin memulai bicara, sementara Zahirah memikirkan bagaimana kalau Ningsih tau kalau ia sudah menikah tanpa memberi tahunya padahal ia ingin sekali memberitahu sahabatnya ini tapi ia terlebih dahulu berjanji dengan Aditiya. apa yang harus lakukan. Zahirah menghela napasnya


"Ada apa? " tanya Ningsih " apa kau yang pikirkan sampai-sampai menghela napas sangat panjang " tanya Ningsih lagi


"Ah....iya....saya tidak memikirkan apa-apa kok, oh iya Ningsih aku kekamar mandi dulu dari tadi aku mau buang air kecil tapi aku malu" Zahirah berpura-pura menjadi seorang anak kecil yang malu-malu dengan mata bulatnya berkedip beberapa kali


Ningsih tertawa "Sejak kapan kau malu-malu denganku, apakah pada waktu kesini kepalamu terbentur? " tanya Ningsih


"Ihhh tau ah.." Zahirah kesal tapi tetap saja ikut tertawa.

__ADS_1


Zahirah sangat menrindukan susanan seperti ini, bercanda bersama dengan sahabat satu-satunya dan keluarga satu-satunya yang dianggap zahirah. bersama Ningsih, Zahirah merasa bebannya sedikit menghilang. Zahirah tidak akan tahu apa jadinya jika ia harus juga kehilangan Ningsih di dalam hidupnya. Ningsihlah yang bisa membuatnya menjadi kuat dan Ningsih jugalah bisa bertahan dengan segala kesakitan ia pernah alami.


Zahirah berharap Ningsih mendapat seseorang yang dapat membuat Ningsih bahagia sampai dia tua. Zahirah juga berharap kelak ia akan mendampinggi sahabatnya ini sampai pernikahan dan melihat anak-anak mereka saling menjaga.


Zahirah memandang Ningsih sedang tertawa


"Ningsih maukah kau berjanji padaku? " tanya Zahirah serius


"Ehh ada apa ini? " tanya heran tidak biasanya Zahirah berkata seperti ini " Apa kau betul-betul terbentur dijalanan Ra" mata Ningsih memperhatikan muka Zahirah


"Apa sih aku ini masih mau hidup lama ya...Seperti saja kita akan berpisah lama " Ningsih malas menganggapi perkataan Zahirah


"Aku mohon nNng" mata zahirah sudah mulai berkaca-kaca kenapa susah sekali berbicara serius dengan sahabatnya ini.


Ningsih tidak tega melihat mata Zahirah yang ingin menangis " Ah.... baiklah-baiklah apa yang harus kujanjikan padamu"

__ADS_1


"Kelak nanti kau sudah mendapatkan seseorang yang ingin kau tenami selama hidupmu" Zahirah menjeda perkataannya ingin melihat reaksi Ningsih apakah Ningsih akan marah


"ihh kok berhenti sih niat tidak sih? " tanya Ningsih kesal


zahirah menghela napas " Baiklah aku ingin kau berjanji, kau harus hidup berbahagia dengan pendampingmu dan nanti apapun akan terjadi kedepan kau harus tetap hidup jangan pernah berbuat yang membahayakan dirimu " Zahirah berbicara dengan memohon agar Ningsih ingin berjanji bersungguh-sungguh


"Apa.... mana ada orang berjanji seperti itu "


"Ning kumohon untuk kali ini saja, kau tidak taukan betapa stres diriku ketika kau sedang tidak sadarkan diri, aku hampir gila jika kau meninggalkanku dan aku benar-benar bisa gila jika kau meninggalkanku seorang diri" tangis Zahirah pecah beban didadanya tidak bisa ia tahan lagi. Zahirah menutup kedua mukanya dengan tanganya dan menangis.


Ningsih merasa bersalah " Baiklah-baiklah aku berjanji, oke " suara Ningsih juga serak ia juga ikut menangis


"Serius? " tanya Zahirah mematiskan


"Ia aku serius " Ningsih mengangkat tanganya berbentuk V,

__ADS_1


memuluk Ningsih "Terima kasih. "


__ADS_2