Hot Couple: Cerita Cinta Inara

Hot Couple: Cerita Cinta Inara
Jumpalitan


__ADS_3

Reza tidak mengatakan apa pun saat aku bertanya selanjutnya dia mau mengajakku ke mana. Dia hanya memberikan senyuman dan mengisyaratkan aku untuk mengeratkan pelukan dan memberikan bahunya untuk aku bersandar. Manis sekali. Dia membawaku melesat jauh, menempuh jarak hampir satu jam perjalanan dengan kecepatan cukup tinggi.


"Di sinilah kita," ujarnya ketika kami sampai di Ciputra Waterpark Surabaya.


Wow. Keren! Dia membawaku ke tempat wisata air terbesar di Indonesia, bahkan itu wisata air terbesar di Asia Tenggara.


"Za, terima kasih. Aku senang kamu memberiku kejutan. Tapi kita tidak mungkin main basah-basahan, kan? Aku tidak membawa pakaian ganti, lo. Harusnya kamu bilang tadi kalau mau ke sini," cerocosku.

__ADS_1


Reza tersenyum. "Aku mengajakmu ke sini dengan persiapan matang. Aku sudah menyiapkan pakaian ganti untukmu. Yang penting kamu senang, dan menikmati kebahagiaanmu di sini, yuk?" Dia menjulurkan tangan. Tentu aku menyambutnya dengan sukacita.


Aku pernah membaca sebuah artikel di salah satu laman website, di sana tertulis bahwa wahana Ciputra Waterpark Surabaya adalah wahana permainan air yang terinspirasi dari dongeng petualangan Sinbad, tokoh utama dalam salah satu karya fiksi yang ada di dalam kumpulan Kisah Seribu Satu Malam. Sinbad adalah seorang pelaut Arab yang menjelajahi samudra. Tapi aku tidak tahu lebih jauh tentang kisahnya. Sinbad’s Playground menggunakan konsep menara istana di mana masing-masing menaranya tersambung satu sama lain oleh jembatan goyang, ada beberapa perosotan plus drum air raksasa juga di sana.


Waktu itu Reza kembali mengajakku menguji adrenalin. Tapi, karena di sini adalah wahana air, tentu saja aku berani. Kami menikmati wahana Roc Thunder Ride yang merupakan wahana peluncuran air dengan tinggi lima belas meter dan meluncur ke bawah melalui terowongan dengan kecepatan super tinggi. Kami sampai ketagihan dan mengulanginya berkali-kali.


Setelah puas bermain, aku memikirkan kembali pakaian ganti yang sudah disiapkan oleh Reza. Cepat-cepat aku ke loker penyimpanan barang, dan benar saja, semuanya lengkap termasuk dalaman -- yang pas dengan ukuranku, dan, semuanya baru, berwarna putih, pula!

__ADS_1


Aku menyingkirkan pertanyaan itu sementara. Buru-buru kuganti pakaianku. Set culottes warna putih. Cantik sekali. Model atasannya tanpa lengan dan dengan garis leher V. Sedangkan bawahannya adalah celana kulot dengan panjang sedikit di bawah lutut. Aku agak lama di dalam ruang ganti karena harus berdandan ulang.


Saat aku selesai, Reza sudah menungguku lima belas menit di luar. Dia mengacungkan lagi jempolnya ketika melihatku keluar dengan pakaian ganti yang ia berikan untukku. Aku menanyakan siapa yang membelikan semua itu. Dia pun tertawa mendengar pertanyaanku. "Kamu pikir aku, ya, yang beli sendiri? Bukanlah."


Huh! Aku pun lega. "Lalu, siapa?"


"Karyawan resto. Perempuan. Dia yang memilihnya sendiri. Aku cuma bilang harus serba putih. And see... jangan pernah takut lagi. Kamu selalu cantik dalam balutan warna apa pun. Kuncinya... kamu hanya harus percaya diri. Kamu itu cantik, manis, dan aku menyukai semua yang ada pada dirimu. Sangat suka."

__ADS_1


Ya ampun... hatiku jadi jumpalitan, bestie....


Sungguh, dia pria yang sangat manis. Teramat manis.


__ADS_2