
Hari ini, hari kedua kami berada di Bandung. Waktunya untuk kami menikmati hari-hari terakhir kebersamaan kami sebelum Reza mengantarku pulang ke Jakarta dan dia akan pulang ke Bogor. Sedangkan kemarin, setelah makan siang, aku hanya menghabiskan waktu sendirian, dan Reza sibuk dengan pekerjaannya hingga larut malam.
Sejak pukul tujuh pagi aku sudah ikut Reza berkeliling menikmati suasana kota Bandung. Katanya dia suka sekali icip-icip kuliner pagi kalau sedang berkunjung ke kota kembang ini. Sebenarnya aku agak malas bangun, aku ingin menikmati sejuknya suasana pagi kota Bandung dari balik selimut. Tapi, karena Reza terus menggangguku, terpaksa aku bangun, mandi, dan ikut ke mana pun ia pergi.
Kami sepakat hanya membeli satu porsi perjenis makanan yang ingin kami cicipi. Jadi, diperkirakan perut kami bisa menampung semuanya. Pertama-tama, indra pengecap kami menikmati bubur ayam Bandung yang memang sudah melegenda akan kenikmatannya. Bubur ayam yang kental plus ceker ayam kering, juga dilengkapi dengan kerupuknya yang garing, sangat terasa enak sebagai menu sarapan pagi.
"Mau makan apa setelah ini, Sayang?" tanyanya sambil menikmati bubur dan memandangiku.
Waktu itu aku sedang makan sambil searching informasi kuliner khas Bandung. "Mau makan kupat tahu, lotek, plus roti gempol," kataku. "Kalau kamu tidak keberatan mengantre, aku juga mau mencicip sate jondo. Kalau bisa beli dua porsi. Biar aku puas makan seporsi sendirian."
"Kamu sanggup makan semuanya?"
__ADS_1
Aku nyengir. "Kalau kenyang kan bisa dimakan nanti saat jam makan siang. Yang penting aku bisa mencicipi semuanya."
"Oke," kata Reza.
Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan seporsi bubur ayam berdua. Kami pun langsung melesat mencari kupat tahu dan teman-temannya.
Setelah itu, dengan berbekal itinerary wisata ke Bandung versi Tripzilla, kami menghabiskan hari ini ke daerah Ciwidey, bagian selatan Bandung yang asri dengan nuansa natural yang menyenangkan.
Pagi ini, Kawah Putih menjadi destinasi pertama yang kami tuju, sebuah danau yang terjadi karena letusan Gunung Patuha yang sangat memukau. Aku sendiri sudah pernah ke sini dulu semasa kuliah. Dan sekarang ke sini lagi hanya untuk membingkai kenangan bersama Reza, juga mengabadikannya dalam video manis kami berdua. Dan omong-omong tentang bingkai kenangan, di sini kami mengambil foto dengan tema Strawberry Kisses. Ceritanya begini, aku suka sekali buah strawberry, dan di sini ada banyak penjual strawaberry segar, kami membeli buah segar itu dalam jumlah banyak sekalian untuk di bawa pulang. Tentu saja, aku mengambil satu cup untuk kucamil di sana. Dan tiba-tiba, saat aku melihat Reza dengan strawberry di tangannya -- itu mengingatkanku pada sosok Timur, topeng Reza Rahadian dalam film Strawberry Surprise.
"Suka. Memangnya kenapa?"
__ADS_1
"Ya syukur, berarti kamu tidak seperti Timur."
Dahinya mengernyit. "Timur? Siapa Timur?"
"Sosok tokoh utama pria di film Strawberry Surprise, tokoh yang diperankan oleh Reza Rahadian."
Reza pun manggut-manggut.
"Lah, katanya suka, kok tidak mau?" tanyaku saat Reza menolak strawberry dariku.
Iyuuuh... dia tersenyum penuh arti. "Aku mau kalau aku makannya berdua denganmu," katanya. Lalu ia menaruh satu buah strawberry ke mulutnya, dan menahan setengah buah itu dengan bibirnya. Dia mengisyaratkan padaku untuk menggigit buah yang bertengger di bibirnya itu.
__ADS_1
Aaaaah... aku mesem-mesem. Kulihat kanan-kiri, depan-belakang. Ah, bodoh amatlah, sosor saja. Toh, aku senang melihat Reza senang, dan aku senang membuatnya senang. Dari situ, dia mengajakku untuk foto berdua dengan strawberry merah di antara bibir kami. Dan... terciptalah satu-satunya foto berduaan yang kami jepret di tempat ini.
Manis sekali. Strawberry-nya terasa lebih segar. Eh?