
Di atas mimbar Ustadz Rahmat sudah mulai membuka tausiyahnya dengan di awali bacaan sholawat nabi terlebih dulu. baru lah Beliau memulai isi kajian itu yang membahas tentang kebiasaan Nabi di bulan suci dan luar biasanya Al Qur'an, serta kecerdasan para penghafalnya di jaman dulu.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabbarokatuh. Para ustadz, ustadzah yang di rahmati Allah. Seperti biasa ya? Saya tuh suka menyarankan kalian, untuk memanjatkan hajat kalian saat berada di lingkungan majelis ilmu seperti ini ya. Karena apa? Di mana ada Hamba Allah yang tengah berkumpul mendengarkan suatu dakwah maka di sana malaikat akan turun dan mengikuti pengajian itu hingga selesai. Dan saat kembali apa yang yang di tanyakan Allah? Yaitu hajat hambaNya... 'apa saja yang di inginkan para hamba Ku di dunia?' maka malaikat akan menyampaikan itu pada Allah SWT. InysaAllah jika hajat kita baik? Maka Allah akan mengabulkan itu. Aamiin Allahuma Aamiin." Ustadz Rahmat membuka buku kitabnya dan membaca tulisan Arab gundul di sana sejenak.
"Di sini saya ingin bertanya? Sudah berapa juz yang di baca selama pertengahan puasa ini? Hmmmm, yang sukanya molor sehabis terawih mulai ketar ketir, yang abis subuhan langsung lanjut tarik selimut mulai keringat dingin kan?" Tanya Ustadz Rahmat yang mengundang gelak tawa para jamaah.
"Jangan mentang-mentang penghafal jadi lupa tadarus ya? Ada yang seperti itu?" Tanya Ustadz Rahmat.
"inshaAllah tidak ustadz..." Seru semuanya.
"Yakin ya?"
"Iya... Jarang-jarang Ustadz." Salah satu jamaah menyaut. Semuanya pun tergelak.
"Jarang-jarang tadarus, tapi banyak tidurnya berarti ya? Mentang-mentang tidur itu ibadah, di jadikan alasan tidur terus menerus. Sekalian saja berpakaian kain kafan." Terkekeh.
"Kalau Faqih sudah berapa juz?" Tanya Abi Rahmat seraya menoleh ke seluruh penjuru mencari sosok Faqih. "Mana nih Faqih? Aaaahh.... Di kamar baca kan?" Tanya Beliau saat mendapati sosok Faqih yang berada di dekat pintu masuk. Faqih pun mengangguk seraya melebarkan senyum.
"Alhamdulillah... Karena setelah jamaah solat tarawih, anak ini langsung masuk kamar nggak keluar-keluar. Sepertinya yang di baca langsung berjuz-juz ya...?" Ledek ustadz Rahmat, membuat Faqih langsung menunduk seraya terkekeh malu.
Hal itu pula yang langsung disambut riuh tawa para jamaah lain membuat suasana masjid menjadi gaduh.
"Maklumi saja pengantin baru ustadz." Seru salah seorang jamaah.
"MashaAllah... Gitu ya kalau pengantin baru, makanya kata saya nikah itu wajib bagi orang-orang seperti Faqih ini?" Ucapan ustadz Rahmat membuat Faqih geleng-geleng kepala seraya terkekeh.
"Kenapa saya bilang wajib bagi Faqih? Kasih tahu tidak A'…?" Tanya Ustadz Rahmat.
"Haduh... Abi, penyakit ini." Gumam Faqih lirih masih menunduk seraya terkekeh.
"Karena pesona ustadzah Nuha yang membuatnya tidak bisa tidur tiap malam."
"Buahahahaha..." Semua semakin tergelak.
"Allahuakbar... Ya Allah..." Faqih menutup mulutnya turut tergelak sekaligus malu dengan wajah yang merah padam itu. "Astagfirullah al'azim, haduuuuhhh." geleng-geleng kepala lagi seraya terkekeh.
__ADS_1
Sementara yang di belakang? iya...Nuha hehehe, mulai di toel-toel oleh ustadzah lain sembari tertawa.
'apa sih Abi ya Allah.' kedua pipi Nuha merah merona. Tidak ada hal lain selain menunduk, menutupi wajahnya yang memerah itu.
"Lupakan ya hehehe... Sekarang Kita beralih pada tema kita. Kenapa saya langsung bertanya tentang tadarus Al Qur'an? Karena itu adalah suatu kebiasaan yang selalu kita lakukan di bulan ramadhan, Walaupun ya? Hari-hari biasa kita pun biasa membaca Al Qur'an. Namun kalau bulan Ramadhan ini biasanya lebih berbeda, lebih khusyuk saja gitu."
"Seperti kebiasaan Nabi Muhamad saw setiap kali datang bulan Ramadhan. Bahkan malaikat Jibril as pun turun demi bertadarus bersama dengan Nabi, Me-murojaah hafalan Nabi.
Ada yang pernah dengar bahwa malaikat Jibril as juga suka bertadarus bersama Nabi setiap harinya di bulan Ramadhan? Bahkan Jibril sampai turun dua kali ya di bulan itu." Ustadz Rahmat terdiam sejenak.
"Salah satu bukti Jibril me-murojaah hafalan dan meng Qari'ah bacaan Nabi itu ada di surah Al Qiyamah dari ayat ke 16 sampai ayat ke 19.
Bismillahirrahmanirrahim...
Laa tuharrik bihii lisaa naka lita'jala bih
Inna 'alainaa jam'ahuu wa qur aanah
Fa izaa qaraanaahu fattabi' qur aanah
Summa inna 'alainaa bayaanah."
Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya. (Ayat ke 17)
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. (Ayat ke 18)
Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya. (Ayat ke 19)" ustadz Rahmat membacakan artian dari surah di atas.
"Di situ terjabarkan sekali ya, dimana saat Jibril meminta Nabi untuk tidak terburu-buru membaca setiap ayat yang terdapat dalam Al Qur'an. Agar apa? Kita juga bisa meresapi kandungannya, lalu apa yang di lakukan Nabi saat itu? Jadi ketika Jibril membacakan maka Rosulullah mengikuti, Jibril membaca lagi Rosul mengikuti lagi. Setelah itu barulah Jibril menjelaskan maksud dari setiap ayat tersebut. Seperti itu gambarannya. Dan Nabi itu selalu memiliki sifat gelas yang kosong loh."
"Tahu artinya? Jadi, gelas kosong itu kalau di isi dia kan akan menerima tuh? Beda dengan gelas yang sudah terisi, mau di isi lagi kira-kira masuk tidak?" Tanya ustadz Rahmat.
"Tidak ustadz. Luber..." Jawab beberapa jama'ah.
"Nah... Iya luber ya, seperti itu gambaran ilmu, walaupun sehebat apapun. Sepaham apapun kita dengan materi atau ajaran yang di berikan seseorang berusahalah untuk menerima menganggap lah kalau kita tidak tahu. Kecuali jika ajaran itu terdapat salah ya. Baru kita bisa membenarkan, itu pun harus dengan hati-hati tidak menghakimi ya. Seperti itulah sikap Nabi, saat tengah di cek hafalannya oleh Jibril."
__ADS_1
"Dan lagi pernah dengar kalau Nabi itu tidak bisa baca tulis? Tapi itu tidak bisa di sebut bodoh ya, karena memang jaman dulu tuh kecerdasan orang itu tidak di nilai dari kehebatan mereka baca dan tulis tapi tingkat menghafalnya."
"Tahu kan? Jika Nabi tidak bisa baca tulis? Tahu ya? Dari sebuah cerita dimana Nabi melakukan sidang dengan salah satu kaum (maaf author lupa nama kaumnya.) Beliau didampingi oleh Ali bin Abi Thalib sebagai juru tulis dan membaca. Dimana saat mereka bertanya di salah satu catatan surat perjanjian, seperti ini 'kenapa saat saya menyebut nama Muhamad saya harus berucap Solallahu alaihi wassalam? Kenapa tidak Muhamad saja? Bukankah cukup saya hanya meyakini bahwa engkau Muhamad? Adalah utusan Allah?' begitu katanya. Nabi langsung bertanya pada Ali? 'ya Ali, adakah tulisan itu di sana?' tanya beliau. Lalu Ali menjawab. 'iya ada ya Rosulullah.' jawab Ali. 'hapus.' titah beliau berikutnya. Walaupun Ali tidak mau ya, Ali tidak berani menghapus itu. Akhirnya Nabi meraih kain basah dan menghapus catatan itu. Beliau melakukan itu bukan karena beliau bisa di bodohi, namun karena kecerdasan Beliau lah yang lebih paham dengan apa yang beliau lakukan. Keimanan manusia ada di hatinya bukan berdasarkan akan catatan isi surat perjanjian atau apapun sebagainya. Buktinya hingga sekarang kita masih mempercayai itu kan? Dan masih sudi menyebut Solallahu alaihi wasallam di bagian belakang nama Rosulullah."
"Lagi...? Rosulullah itu biasanya kalau Jibril menyampaikan satu ayat yang turun, maka beliau tuh langsung hafal. Jadi jangan ditanya kecerdasan beliau. Misal kata nih Allah SWT tak mencicil turunnya ayat itu, langsung saja di bacakan tiga puluh juz dari Jibril, Rosul mendengarkan itu sampai selesai. Beliau langsung hafal. Luar biasa tidak? Luar biasa ya... Itulah Rosul kita."
"Tapi ada salah satu sahabat Nabi yang juga langsung Hafal ketika Nabi membacakan 30 juz itu di depan para sahabat. Hanya butuh waktu tiga puluh menit setelah hafalan itu berakhir. Beliau langsung tunjuk tangan. 'saya sudah hafal Ya Rosul.' seru beliau... Lalu apa ucapan Nabi? Saat meminta sang sahabat itu membaca ulang? Beliau langsung memberikan ekspresi kagum kepadanya. MashaAllah, Allahuakbar, subhanallah. Jadi kasih reward ya? Nggak kaya kita, ngajarin orang terus dia bisa kita langsung ngomong. 'ck, emang lu aja yang bisa gue juga bisa. Gitu aja bangga.' siapa yang seperti itu?" Tanya Ustadz Rahmat yang di balas kekehan para jamaah.
"Ya itulah luar biasanya Al Qur'an ya. Sebaik-baiknya di baca secara Istiqomah. Jangan cuma sekali dua kali, tapi di baca terus, karena apa? Allah SWT lebih suka kita yang Istiqomah walaupun bacaannya hanya satu muka, namun kalau kita baca terus setiap hari itu Allah senang sekali loh, dari pada mereka-mereka yang baca sekaligus banyak namun setahun sekali ya, hehehehe saking sibuknya. Nauzubillah"
"Dan di baca pun tidak hanya di baca saja. Namun harus mencoba mencari tahu artinya, mencari tahu kandungannya. Jujur nih kenapa saya bilang Al Qur'an itu adalah bacaan terbaik. Dimana ensiklopedi, Novel romantis, cerita tentang bab- bab pernikahan, dongeng semua terangkum sangat lengkap dalam satu buku yang kita sebut Kitab suci Al-Qur'an. Bagaimana dongeng Nabi saat mengislamkan para jin sampai jin itu merengek minta di kasih makan, lalu di kasihlah tulang sama Rosul, lalu bagaimana kisah adanya tayamum karena Aisyah yang kehilangan sesuatu pemberian Nabi di salah satu gurun ya. Kapan-kapan saya akan menceritakan itu, hari ini sampai disini pembahasannya. Wabillahi Taufik walhidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabbarokatuh."
Ustadz Rahmat menutup kajian singkat tersebut, membaca doa penutup majelis. Dan di akhiri dengan solawat Nabi seraya berjabat tangan antara satu dengan yang lainnya, seraya keluar dari dalam masjid tersebut.
Bersambung...
(Maaf kajiannya kepanjangan. Author masih belajar kalau ada salah mohon di maklumi ya. Karena saya bukan ustadzah 🤭❤️)
ku kasih Visual Nuha, A' Faqih dan Kak Zahra... kalau kurang cocok maaf ya. ini khayalan author saja
Nuha Qanita (20 tahun) anak bungsu ustadz Irsyad Fadillah dan Umma Rahma Quratta Aini.
kesayangannya A' Faqih Al Malik.🤭
Faqih Al Malik (27 tahun) putra tunggal ustadz Rahmat Al Malik, dan Umma Ulfiah Hasna. jangan tanya kok nggak pake Koko kaya preman pakai jaket... 😩 ustadz nggak melulu pakai Koko dan kopiah kan?
agak susah cari Visual Faqih yang cool, wajah2 blasteran Asia turki, cuma dia yang lumayan mendekati apa yang ada di khayalan author... maaf kalau kurang sesuai ya. hehehe.
satu lagi...
__ADS_1
Azahra Nurul Huda. (24 tahun)
putri nomor 2 dari pasangan Miftahul Huda dan Siti Qomariyah. sudah ya semoga puas sama visualnya.🙏🙏🙏