Ikrar Cinta Sang Hafizh Qur'An

Ikrar Cinta Sang Hafizh Qur'An
mengetahui rahasia A'a


__ADS_3

Di rumah sakit.


Nuha terjaga dari tidurnya. Dilihatnya A' Faqih masih tertidur di atas kursi dengan kepala ia rebahkan di ranjang Nuha.


Gadis itu tersenyum, biasanya A'a akan bangun lebih dulu dari pada dirinya. Membangunkan Nuha dengan lembutnya, serta kecupan lembut yang langsung membuatnya terjaga, walaupun terkadang dia harus pura-pura masih tidur agar kecupan itu masih terus saja di berikan A'a tanpa henti.


benar-benar sikap yang tidak pernah ia bayangkan akan ada pada sosok Faqih Al Malik.


Itu kenapa Nuha merasa nyaman sekarang tidak seperti dulu.


Senyum manis Nuha masih saja mengembang tipis di sana, mengamati wajah imut A'a saat tidur. membuatnya betah menatap tanpa berkedip. Tangan yang terdapat selang infus itu perlahan mulai terangkat, membelai lembut pipi A'a membuat pria itu mengerjap.


"Bangun A'..." Ucap Nuha lembut, membangunkan. Saat itu juga A'a terjaga sembari mengusap matanya. Tak lupa ia membaca doa sesudah bangun tidur lalu tersenyum pada Nuha.


"A'a ketiduran... Jam berapa sekarang?" Tanya A'a serak, lalu menutup mulutnya, menguap.


"Jam tiga lewat dua puluh menit," jawab Nuha


"Ya Allah, kok bisa aku telat bangun begini." Faqih masih mengusap-usap matanya sesekali, dan duduk dengan benar menghalau pusingnya.


"A'a kecapean ya? maaf ya A'... Nuha telat bangunin A'a."


Faqih mengecup kening Nuha. "Tidak apa. Ini saja terimakasih, neng sudah membangunkan A'a." Ucap Faqih mengusap pipi Nuha.


"A'a mau sahur dulu?"


"Iya, tapi karena tidak boleh sahur di sini. A'a tinggal kamu dulu sebentar, tidak apa ya sayang?"


"Iya A'... Tapi ada makanan tidak?"


"Entahlah, A'a coba cari di luar deh, kalau delivery sepertinya tidak akan cukup waktu." Faqih beranjak. "A'a keluar dulu ya. Assalamualaikum."


"Walaikumsalam A'..." Menjawab seraya tersenyum saat tangan A' Faqih mengusap kepalanya lembut. Nuha menghela nafas, dia mencoba miring kanan meringis, lalu kembali ke posisi normal. Di pun mencoba ke arah sebelahnya, masih sama. "Masih sakit. Tapi aku memang harus latihan sih." Mencoba miring lagi, "aaaaa. Sudah lah nanti saja lagi, sisa operasinya malah kembali terasa sakit." Gumam Nuha yang kembali pada posisi normal seraya mengusap pelan.

__ADS_1


Bersama dengan itu ponsel A'a yang berada di atas meja berdering, Nuha menoleh ke arah meja di sebelahnya, lalu meraih ponsel tersebut, meranggainya.


Tertulis nama Ustadz Arkan, Ponpes Annur di layarnya.


"Ustadz Arkan?" Gumam Nuha, dia pun menerima panggilan telepon tersebut.


"Assalamualaikum." Sapa Nuha.


"Walaikumsalam warahmatullah. Maaf ini benar nomornya ustadz Faqih kan?"


"Iya benar Ustadz, saya istrinya. A'anya sedang keluar untuk sahur,"


"Oh begitu ya?"


"Iya ustadz, emmm kalau boleh tahu, ada keperluan apa ya ustadz? Mungkin nanti bisa saya sampaikan ke A'a." Ucap Nuha.


"Begini, pekan kemarin kan ustadz Faqih menawarkan madu dan juga kurma kepada saya. Niatnya saya ingin ingin memesan kurma untuk buka bersama anak-anak pondok."


"Madu? Kurma?" Nuha bingung.


Deg...! 'A'a dagang kurma dan madu? Sejak kapan? Kenapa aku tidak tahu?' Nuha terkejut.


"Hallo?"


"Ah... Maaf ustadz, emmm iya nanti saya coba Sampaikan ke A'a ya."


"Iya mbak, tolong sampaikan saya pesan satu dus ukuran lima kilogram ya. Dan madu nya juga sekitar lima botol besar."


"I...iya ustadz," mengiyakan dengan tatapan bingung.


"Baiklah saya tutup ya mbak. Terimakasih. Assalamualaikum."


"Sa... sama-sama ustadz, walaikumsalam warahmatullah." Jawab Nuha. Dia menurunkan ponselnya pelan, merasa tidak percaya. Selama ini dia tidak tahu A'a berdagang, sejak kapan A'a dagang? Apa uang dari mengajar kurang? Perasaan mereka sedang tidak ada masalah keuangan,lalu untuk apa A'a dagang? Nuha masih bertanya-tanya, hingga perlahan ia mencoba membuka aplikasi chat milik A'a.

__ADS_1


"Terkunci. Aku masih tidak tahu berapa kodenya." Gumam Nuha. Sedikit cemas dia. Nuha pun meletakkan kembali ponsel A'a di atas meja. "Kenapa A'a tidak mau jujur dengan ku sih? Sebenarnya untuk apa dia jualan?"


Pertanyaan demi pertanyaan terus saja muncul dalam benaknya, sedikit merasa kecewa, namun dia tidak mau terlalu gegabah yang membuatnya kehilangan akal sehat.


Hingga tak lama A'a kembali setelah setengah jam lebih di luar.


Sreeeeg... Suara kursi terdengar saat A'a mulai duduk dan menarik kursi itu kedepan memposisikan kursi itu dengan bokongnya.


"Maaf neng lama ya? A'a cari warteg agak jauh tadi." Tuturnya. Nuha pun hanya tersenyum tipis, lalu meraih telfon A'a.


"A...?"


"Ya?"


"Tadi ada yang telfon. Dia pesan kurma dan madu pada A'a." Ucap Nuha. Faqih pun tercengang, perlahan diraihnya ponsel dari tangan Nuha. "A'a...?" Panggil Nuha lagi.


"Iya neng?" Menatap Nuha.


"Nuha boleh bertanya?" Tanya Nuha, sementara Faqih hanya menatapnya tanpa menjawab, menunggu pertanyaan itu. "Pentingkah sebuah kepercayaan dan kejujuran dalam hidup A'a?" Tanya Nuha. Faqih pun masih menatap, lalu mengusap pipi Nuha..


"Maaf neng, untuk pertanyaan itu, A'a akan menjawabnya serta menjelaskan namun tidak di sini, dan tidak sekarang." Menjawab dengan santai, sementara Nuha hanya mendesah. Dia pun memalingkan wajahnya. 'A'a memang tidak bisa menaruh kepercayaan pada ku, bahkan dia saja masih tidak ingin menjawab pertanyaan ku.'


Faqih mencondongkan tubuhnya, mengusap kepala Nuha. "Jangan merajuk sayang, A'a punya alasan. Tolong untuk saat ini fokuslah pada kondisi kesehatan mu ya." Bisik Faqih. Gadis itu pun menoleh.


"Setidaknya kasih tahu Nuha. Alasan A'a dagang itu semua. Kenapa harus menutupinya dari Nuha, dan apa tujuan A'a?" Tanya Nuha. Faqih hanya tersenyum tipis.


"A'a sudah bilang A'a punya alasan. Nanti kalau kau sudah sembuh A'a pasti akan jelaskan." Jawab Faqih, tanpa menghiraukan lawan bicaranya sangatlah tidak puas dengan jawaban A' Faqih, namun selayaknya wanita yang menghormati suaminya Nuha memutuskan untuk diam saja. Menunggu kondisinya membaik, dan dia akan menanyakan itu lagi kepada sang suami.


Bersambung...


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Assalamualaikum teman-teman, maaf ya? Yang ini upnya kejeda lama.

__ADS_1


Untuk kedepannya kayanya aku bakal sering up sedikit, maklum lagi di rumah orang tua kan? Juga saudara banyak jadi kalau sibuk nulis kan nggak enak hehehe... Ya cukup minta pengertiannya Yo... Tapi aku akan berusaha up setiap hari. Kalaupun bolong sehari ya harap di maklumi saja. Menjelang lebaran agak sibuk hehehe๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ


Segitu aja pengumuman dari ku wassalamu'alaikum warahmatullahi wabbarokatuh โค๏ธโค๏ธ


__ADS_2