Ikrar Cinta Sang Hafizh Qur'An

Ikrar Cinta Sang Hafizh Qur'An
mukenah untuk Umma Hasna


__ADS_3

Selepas membatalkan puasanya dan menjalankan ibadah shalat Maghrib lebih dulu. keduanya kini menikmati hidangan berbuka di salah satu restoran.


Tangan A' Faqih sesekali mengarahkan suapan nasi ke arah Nuha, gadis itu terdiam.


"Buka mulutnya." Titah A'a.


"A'a... Nuha kan ada nasi Nuha sendiri."


"Buka mulutnya, neng." Titah sang suami tidak ingin mendengar penolakan Nuha. Nuha pun membukanya, hingga sesuap nasi itu masuk ke dalam mulutnya yang kecil itu. "Enak?"


"Enak A'..." Jawab Nuha tersenyum tipis. 'aku semakin segan dengannya, kalau mengingat dia bisa marah. Walaupun memang aku tahu dia itu galak.' di lihatnya wajah sang suami yang kembali menyantap nasinya sendiri.


"A'...?"


"Hmmm?"


"Kenapa A'a, membelikan baju banyak sekali. Itu kan menghambur-hamburkan uang."


"A'a tidak pernah merasa seperti itu." Jawabnya santai."


"Coba ku tanya? Apa A'a membelikan buat Umma juga?"


"Tidak." Jawab Beliau.


"Tuh kan? Jangan jadi Alqomah A'... Seharusnya A'a beli juga buat Umma. Yang sama jumlahnya seperti A'a membelikan untuk Nuha." Tutur Nuha, Faqih tersenyum sembari bertopang dagu menatap Nuha. Lalu satu tangannya menyuapi sang istri membuat Nuha memasukan nasi dari suapan tangan suaminya.


"A'a mau tanya, Seberapa sayang kamu terhadap Umma ku?" Tanya Faqih, sembari meraih minumannya lalu menyodorkan itu pada Nuha.


"Haruskah Nuha menjawab itu?" Tanya Nuha, lalu menyeruput minumannya dari sedotan yang terarah kepadanya.


"Emmm." Mengangguk sekali.


"Aku tidak bisa mengutarakannya."

__ADS_1


"Kenapa?"


"Karena cinta terhadap ibumu adalah rasa keikhlasan yang datang begitu saja. Sehingga menimbulkan rasa ingin dekat, dan ingin berteman. Sebagaimana wujud terimakasih ku karena telah melahirkan diri mu ke dunia ini A'... Aku hanya ingin mencintainya, seperti aku mencintai A'a." Jawab Nuha.


Faqih terdiam.


'neng, apa kau masih bisa berbicara seperti ini, saat neng tahu kalau ibu A'a tak menyukai mu?' (Faqih) pria itu menunduk, mengaduk-aduk minumannya. Nuha tahu A' dan dia terluka. Bisakah kau lihat senyum itu adalah senyum miris karena merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan?


"A'a..." Nuha meraih tangan kiri A' Faqih menggenggamnya erat. Kepala A' Faqih kembali terangkat. "Kita tukar yang tiga itu untuk ukuran tubuh Umma ya, buat Nuha dua saja."


"A'a beli itu untuk kamu neng. Kamu jangan khawatirkan Umma.... A'a sudah biasa membelikan baju untuk Umma."


"Tapi hari ini Umma Hasna tidak A'a belikan."


"Semua sebab kamu sudah beli mukenah sayang. A'a ingin itu menjadi hal yang spesial untuk Umma, kalau nanti di Kasihkan ke Umma. Kan Umma jadi fokus ke mukenah pemberian mu bukan ke baju dari A'a." Ucap Faqih menjelaskan. Gadis itu pun tersenyum ceria, ia jadi teringat mukenah yang ia beli tadi.


"Kira-kira Umma senang tidak ya?" Ucap Nuha.


"Pasti sayang." Mengusap kepala sang istri. "Lanjut makan yuk, keburu masuk waktu terawih."


***


Langit yang semakin gelap, dimana lampu-lampu sudah mulai menerangi jalan. Hiruk pikuk di luar pun mulai berkurang seiring dengan kegiatan mereka yang sudah lebih banyak di habiskan di dalam rumah untuk berkumpul bersama keluarga.


Nuha tersenyum Sepenjang jalan, ia membagi mukenah itu dalam dua paper bag, yang satu untuk Ummanya sendiri yang satu untuk Umma Hasna. Berharap dia bisa tersenyum secerah saat mendapatkan hijab dari Zahra dan bersedia memakainya.


Hingga motor semakin memasuki kawasan komplek perumahan. Di sana tatapan mata Faqih tertuju pada mobil yang tak asing menurutnya.


'dia datang?' batin Faqih sedikit tidak suka. Dia yang di maksud adalah gadis yang tengah menyalami ibunya Faqih seraya berjalan keluar dari pagar. Karena mobil Zahra berada di luar pagar.


Motor A' Faqih melewati begitu saja masuk ke dalam pagar rumah.


Zahra sempat terdiam, ia pun menggeleng pelan lalu membuka pintu mobilnya meraih sesuatu.

__ADS_1


"Ummu, ini mukenah kiriman dari Hanifah yang ada di Mesir. Karena aku ingat Ummu jadi ku minta dia untuk mengirimkannya dua. Satu untuk Ummi ku, satu untuk Ummu Faqih." Zahra menyerahkan itu di depan Nuha yang sudah turun dari atas motornya dengan mukenah di tangannya.


"MashaAllah... Baik sekali kamu neng." Umma Hasna memeluk Zahra.


"Sama-sama Umma." Balas Zahra. Nuha pun tersenyum, dengan tatapan sedih, matanya tiba-tiba saja mengembun namun dia berusaha sekali agar tidak sampai menetes.


Faqih menoleh ke arah Nuha. Dia merasa tidak tega bercampur sedikit kesal saat melihat itu. A' Faqih pun langsung menghampiri keduanya.


"A'a..." Gumam Nuha lirih agak khawatir A'a akan menegur mereka. Dan memicu perdebatan yang akan membuatnya melukai hati Umma Hasna.


"Zahraโ€“" panggil A' Faqih. Wanita itu menoleh lalu tersenyum.


"Iya, A'...?"


"Bisa kita bicara?" Tanya Faqih yang langsung berjalan lebih dulu menjauh.


"Sebentar ya Ummu, Nuha..." Dia sempatkan menyapa Nuha juga. Sementara Nuha hanya tersenyum tipis, membalas sapaannya.


"Iya neng," jawab Umma sembari tersenyum, beliau pun menoleh ke arah Nuha, gadis itu langsung melebarkan senyumnya menyambut Umma Hasna.


"Umma." Nuha mengecup punggung tangan ibu mertuanya.


"Istirahat lah dulu, tidak usah berfikir yang tidak-tidak ya karena Faqih hanya bicara saja kok." Tutur beliau, seraya masuk.


"Iya Umma." Jawab Nuha lirih. Lalu menunduk memeluk erat paper bag di tangannya. 'mungkin bukan sekarang aku ngasihnya.' tersenyum kecut. Hingga tatapannya tertuju pada bayangan dua orang yang tengah mengobrol di dekat mobil Zahra. Entah apa yang mereka bicarakan, karena Nuha tak bisa mendengar percakapan keduanya.


'Benar, aku tidak boleh berfikir buruk. Suami ku pria yang sangat setia. Dan sangat mencintai ku.' Nuha memutar tubuhnya lalu berjalan lesu masuk ke dalam rumahnya.


Bersambung....


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Assalamualaikum....

__ADS_1


Maaf aku update dikit, soalnya sedang dalam perjalanan ke Magelang... Iya hehehe mudik saya. Jadi nggak sempat nulis banyak semalam karena packing dari kemarin. Kalian sudah ada yang mudik kah? Hehehehe... Lanjut lagi besok ya. Wassalamu'alaikum.


__ADS_2