
Satu tahun sudah Alin tinggal di Singapura dan terkadang Zian datang untuk mengunjungi adik nya itu, Alin sangat bahagia tentu saja tapi terkadang juga sedih mengingat hubungannya dengan Lingga. Bagaimana pun Alin masih sah istri Lingga dan lagi-lagi permintaan untuk berpisah di layangkan Zian namun Alin tidak menggubrisnya bagi.
Alin menikah hanya sekali seumur hidup dan urusan nya dengan Lingga biarlah dulu saat ini ia hanya ingin menikmati kesendirian nya meski rasa kosong dan hampa selalu menghantui nya, hidup di negara orang membuat Alin sadar bagaimana pun baik buruk nya lebih enak hidup di negara sendiri.
Alin sudah menyelesaikan pendidikan nya dan Zian melatih Alin untuk bekerja di salah satu cabang perusahan yang ia miliki disana.
"Kak...kapan Alin akan pulang ke indonesia Alin ingin sekali mengunjungi makam orang tua kita?" tanya Alin sambil menikmati makan malam nya.
" Sabar lah sedikit kalau kamu sudah bisa menjalankan tugas yang kakak beri kakak akan mengajak mu pulang kakak akan memperkenalkan ke seluruh karyawan di perusahan kalau kamu juga pewaris dari keluarga Nugraha."
hufffttt...Alin hanya bisa mendengus melawan kakak nya sangat tidak mungkin.
__ADS_1
Sedangkan Lingga yang mulai bangkit dan menerima kenyataan kini sudah kembali seperti dulu hari-hari nya ia habiskan untuk bekerja bahkan tiada satu hari pun waktu untuknya beristirahat.
Lingga saat ini menjadi Lingga yang dingin tidak pernah tersenyum bahkan untuk bicara pun hanya seperlu nya saja.
Tentu saja hal ini membuat Andra sebagai sahabat sekaligus asisten nya merasa sedih ia tidak bisa membantu sahabat nya itu, terkadang juga dengan diam-diam Andra mencoba menemua Zian dan Jimmy namun hasil nya selalu gagal.
"Gue dengar-dengar Zian akan pindah kerumah keluarga nya yang dulu dan tidak lagi tinggal di apartemen." ucap Andra membuat Lingga menghentikan aktifitas bekerjanya.
"Zian sendiri yang bilang beberapa waktu yang lalu."
" Lo tu beg* atau apa sih CEO apaan lo gak bisa mikir." Ucap Andra dengan santai nya.
__ADS_1
"Sialan lo...emang nya apa yang harus di pikir?" Melempar pulpen ke Andra.
" Astaga..Lingga emang ya...lo harus nya mikir kenapa sampai Zian pulang kerumah bukan nya dulu dia pernah cerita kalau dia tidak menemukan adik nya Zian tidak akan menginjakan kaki di rumah itu dan lo sekarang coba pikir, berati ada yang akan kembali ke rumah keluarga Nugraha siapa lagi kalau bukan Alin."
Lingga terdiam " Bener juga lo kok gue gak mikir nyampe situ ya?"
"Otak lo kan sekarang geser dikit." ucap Andra kembali.
"Bre*gsek lo dari tadi ngatain gue mulu." umpat Lingga kesal.
Ucapan Andra membuat senyum Lingga mengembang harapan nya untuk bertemu dengan Alin sangat besar bahkan selama ini Lingga menghindari perempuan yang datang silih berganti untuk menggodanya.
__ADS_1
Zian tentu saja laki-laki itu mengetahui perjuangan Lingga setahun belakangan menurut Zian Lingga pantas mendapatkan hukuman seperti itu tersiksa dengan perasaan bersalah, Zian hanya ingin melihat bagaimana pengorbanan dan penyesalan Lingga selama ini.
Zian juga tahu Mayang mamah Lingga sempat sakit-sakit an bahkan terkadang ia juga menemui Zian untuk meminta maaf dan mencari tahu keberadaan Alin namun dengan kekeh Zian tidak pernah memberitahu nya.