Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
47.Dua Langkah


__ADS_3

Tetes embun membasahi taman dengan bunga-bunga bermekaran, Lingga mengajak Alin untuk berlatih jalan dengan hati-hati dan penuh kesabaran Lingga melatih istri nya dari mulai berdiri hingga melangkah perlahan.


Alin sudah bisa melangkah kan kaki nya sebanyak dua langkah meski begitu l, itu adalah awal yang baik untuk Alin.


"Kamu sudah banyak kemajuan aku akan menemani kamu sampai kamu bisa kembali berjalan." Ujar Lingga sambil mengusap keringat di wajah Alin.


"Terimakasih." Ucap Alin.


Dari dalan rumah terlihat Melly yang sudah tiba di rumah keluarga Nurlgraha, seperti biasa ia akan membantu Alin jika di butuhkan.


Melly menghampiri Alin dan Lingga di taman belakang.


"Hi...selamat pagi." Sapa Melly sembari tersenyum


"Pagi kak." Balas Alin.


"Bagaimana? udah ada kemajuan?"


"Sudah kak Alin bisa berjalan meski baru dua langkah." Jawab Alin.


"Sabar semua butuh proses kakak yakin dalam waktu dekat kamu udah bisa jalan kembali."


Zian yang baru keluar kamar juga menghampiri Alin yang ada di taman.


"Kak...Alin udah bisa jalan." Ujar Alin saat melihat kakak nya, wajah bahagia tidak bisa di tutupi dari Alin.


"Kakak senang mendengar nya yang penting kamu sabar dan semangat."


"Kalau kakak sama kak Melly mau kerja ya udah kerja aja biar Alin sama mas Lingga." Ucap nya.


Zian dan Lingga saling tatap "Trus Lingga gak kerja gitu?" tanya Zian.

__ADS_1


"Udahlah Andra bisa handle semua nya." Ujar Lingga.


Alin tersenyum senang karena hari ini ia akan mengerjai suami nya itu.


"Oh...ya kak Mell mulai sekarang kakak focus aja sama restoran sekarang biar mas Lingga yang urus Alin." Ujar Alin tiba-tiba.


Melly hanya mengiyakan ucapan Alin, ia tidak tahu apa yang sebenar nya terjadi saat ini.


Zian mengajak Melly untuk pergi bekerja sedangkan Lingga dan Alin masih menikmati segar nya udara pagi.


"Sekarang kamu mandi ya." Ujar Lingga.


"Iya." Jawab Alin singkat.


Lingga mendorong kursi roda Alin hingga ke kamar, pria itu dengan telaten merawat istri nya sekarang. Setelah Alin dan Lingga membersihkan diri mereka kembali turun ke lantai bawah, namun mereka di kejutkan dengan kedatangan Mayang dan Angga.


"Mah pah." Sapa Lingga yang melihat kedua orang tua nya.


Mayang dan Angga merasa bingung melihat anak nya mendorong kursi roda istri nya. Lingga paham dengan mimik wajah kedua orang tua nya sehingga Lingga membuat kode untuk memberitahu nya nanti.


"Alin udah banyak kemajuan mah pah tadi pagi dia udah bisa jalan dua langkah." Sambar Lingga.


"Yang di tanya siapa yang jawab siapa." Ujar Alin memanyunkan bibir nya.


"Wah..papah ikut senang semoga kamu bisa seperti sedia kala lagi." Sambung Angga.


Alin menatap wajah suami nya dan memunculkan ide jail untuk mengerjai suami nya "Mah, Alin pengen makan kue brownis yang banyak coklat nya tapi mas Lingga gak mau beliin." Ujar Alin berbohong.


Lingga menatap istri nya tidak percaya "Kapan kamu memintanya?" Tanya Lingga bingung.


"Tuh kan mah pah lihat mas Lingga seperti itu ." Ujar Alin manyun "Mas Lingga gak mau beliin."

__ADS_1


"Lingga..." Bentak Mayang "Kamu ini gimana sih istri minta beliin kok gak kamu turuti."


Lingga hanya bisa menggaruk kepala nya yang tidak gatal "Iya...iya.." Ujar Lingga.


"Kalau gak ikhlas gak usah nanti yang makan sakit perut." Ujar Alin.


"Untuk istri tercinta apa pun akan ku lakukan." Goda Lingga membuat Alin malu di depan kedua mertua nya.


Lingga berlalu pergi sambil melirik ke arah Alin sedangkan Alin hanya tersenyum licik melihat suami nya.


"Alin kamu udah ingat semua nya?" Tanya Angga penasaran.


"Sudah pah mah hanya saja Alin ingin mengerjai mas Lingga." Jawab Alin "Maafkan Alin mah pah." Ujar Alin tertunduk.


"Gak usah minta maaf anak itu perlu di beri pelajaran." Ujar Angga.


"Tapi Alin kasian sama mas Lingga tubuh nya sedikit kurus mungkin karena Alin." Ucap Alin sedih.


"Jangan sedih mamah tahu siapa Lingga kalau dia sudah cinta sama seseorang apa pun akan ia lakukan mamah dan papah minta maaf atas perlakuan Lingga dulu." Ujar Mayang menggenggam tangan menantu nya.


"Alin sudah memaafkan mas Lingga mah, Alin tahu mas Lingga laki-laki yang baik."


"Terimakasih." Ujar Mayang yang langsung memeluk Alin.


Lima belas menit kemudian Lingga datang membawa paper bag pesana Alin, dengan sumringah Alin langsung menyantap kue yang ia dambakan. Dari kecil Alin sangat menyukai kue seperti itu, bahkan ia rela belajar untuk membuat berbagai macam kue.


"Pelan-pelan makan nya tidak ada yang akan meminta nya." Ujar Lingga sambil mengusap sudut bibir istri nya.


"Ini sangat enak mas terimakasih." Ujar Alin sambil menguyah brownis "Mas aku mau jus alpukat." pinta Alin.


"Tunggu sebentar mas akan menyuruh......." Belum sempat Lingga menyelesaikan ucapan nya Alin langsung memotong ucapan suami nya "Tapi kamu yang buat bukan bu Sita atau pelayan lain nya." Ujar Alin.

__ADS_1


Lagi-lagi Lingga dengan sabar menuruti kemauan istri nya, tapu Lingga senang dengan sikap Alin yang sekarang.


Mayang dan Angga hanya tersenyum melihat kedua anak nya, tak di pungkiri ada rasa lega dan bahagia melihat anak dan menantu nya bersatu kembali.


__ADS_2