
๐ฒ๐๐ ๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ป๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐ฑ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐.
๐ต๐ ๐น
Tiga bulan berlalu, usia kandungan Alin sudah memasuki bulan ke empat. Wanita itu semakin suka mengerjai suami tepat di tengah malam karena Alin ingin sekali makan masakan suami nya.
Lingga yang baru saja tidur terpaksa bangun karena rengekan istri nya, ingin sekali menolak namun melihat wajah istri nya dan perut yang mulai membuncit, segera mungkin pria itu pergi ke dapur.Tak ada pembantu yang bangun, kerena sudah lewat tengah malam.
"Kamu mau makan apa sayang?" Tanya Lingga sambil mengusap perut istri nya.
"Emmmm....." Sejenak Alin berpikir kemudian membuka kulkas "Tumis kangkung saja." Ucap nya saat melihat kangkung.
"Ok...tunggu ya kamu duduk di situ aja." Ujar Lingga.
Dengan telaten Lingga mulai memasak tumis kangkung eh....bukan penikung ya๐คฃ๐คฃ
Lama menunggu akhir nya tumis kangkung selesai, tanpa aba-aba Alin langsung memakan tumis kangkung yang susah terhidang di depan nya.
"Pake nasi biar kenyang." Ujar Lingga.
"Gak mau, gini aja." Jawab Alin "Masakan mu enak mas besok lagi ya." Ujar nya.
__ADS_1
Lingga tersenyum kikuk, namun ia sangat senang saat melihat istri nya makan dengan lahap.
"Sudah kenyang?" Tanya Lingga yang melihat piring yang semula penuh kini tak bersisa.
"Sudah,ayo tidur." Ajak nya.
Alin berjalan paling depan tak lupa di ikuti suami nya dari belakang.
Lewat tengah malam, Jenie yang sedang nyenyak nya tertidur tiba-tiba mendapatkan satu buat pesan masuk di ponsel nya.
Nomor tidak di kenal menelpon Jenie agar ia bangun, dengan sangat malas wanita itu membuka mata dan langsung membuka pesan tersebut.
Mata Jenie terbelalak tubuh nya gemetar saat ia melihat pesan tersebut "Brengs*k." Umpat nya "Siapa yang sedang mengerjai ku."
Pagi menjelang, dengan buru-buru Jenie berangkat ke kantor. Wajah Jenie terlihat jelas seperti orang takut.
"Kamu kenapa?" Tanya Akmal yang baru saja datang.
Jenie terlonjak kaget "Eh tidak." Jawab nya kemudian berlalu pergi ke toilet.
Akmal tersenyum Licik "Itu belum seberapa jika di bandingkan dengan penderitaan nona Alin dan tuan Zian." Lirih nya.
__ADS_1
Kembali berkumpul bersama, hari ini Lingga ,Zian Andra dan Jimmy sedang melakukan reuni.
"Ada kemajuan dari rencana lo?" Tanya Lingga pada Zian.
Zian sedikit tertawa "Bahkan aku sudah memegang kartu As nya."
"Bravo..." Ucap Andra dan Jimmy bersamaan.
"Kelakuan wanita itu melebihi ular." Ujar Zian.
"Kalau bukan ular trus apa? sapi betina." Canda Jimmy.
mereka tertawa bersama "Langkah lo selanjut nya?" Tanya Lingga penasaran.
"Gue udah nyuruh Akmal untuk menteror Jenie." Jawab Zian "Mari kita lihat sejauh apa dia mampu bertahan."
Begitu lah, di antara ke empat sahabat itu hanya Zian yang sangat teliti dengan masalah apa pun yang ia hadapi.
Mereka kembali mengobrol masalah pekerjaan namun sesekali tawa memenuhi ruangan yang sudah mereka pesan sebelum nya.
๐๐ข...๐ฉ๐๐ซ๐ ๐ฉ๐๐ฆ๐๐๐๐ ๐จ๐ญ๐จ๐ซ, ๐ญ๐๐ซ๐ข๐ฆ๐๐ค๐๐ฌ๐ข๐ก ๐ฌ๐ฎ๐๐๐ก ๐ก๐๐๐ข๐ซ ๐๐ข ๐ค๐๐ซ๐ฒ๐ ๐๐ข ๐.
__ADS_1
๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐ ๐๐ข๐ค๐ ๐๐๐ญ๐ ๐๐จ๐ฆ๐๐ง๐ญ ๐๐ง๐ ๐๐จ๐ญ๐ ๐๐ข ๐ค๐๐ซ๐ฒ๐ ๐จ๐ญ๐จ๐ซ ๐๐ข ๐ ๐ฒ๐๐๐๐
๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ก๐๐ง๐ ๐๐ญ ๐๐๐ซ๐ข ๐๐ข ๐ ๐ฌ๐๐ฆ๐จ๐ ๐ ๐ฉ๐๐ซ๐ ๐ฉ๐๐ฆ๐๐๐๐ ๐ฌ๐๐ก๐๐ญ ๐ฌ๐๐ฅ๐๐ฅ๐ฎ๐๐