
"Mau apa kalian?" Tanya Zian dengan posisi sama.
"Wah....wah....begini kah cara mu menyambut om dan tante mu Zian." Ujar Hendra adik dari papah Zian dan Alin.
"Dasar tidak punya sopan santun dengan orang tua." Sambung Ratih istri Hendra.
Semua orang yang berada di ruang keluarga mendadak diam begitu juga Alin.
"Mau apa kalian?" Tanya Zian sekali lagi.
Tanpa di persilahkan Hendra dan Ratih langsung duduk di sofa yang masih kosong.
"Apa kamu sudah melupakan kami?" Tanya Hendra.
Zian menatap tajam kearah sumber suara "Saya tidak akan melupakan orang yang sudah membuang keluarga saya." Ucap Zian.
Tiba-tiba pandangan Ratih beralih ke arah Alin, wanita itu terkejut saat memandang lekat wajah Alin "Ananta...dia mirip Ananta." Ujar Ratih terkejut begitu juga Hendra.
"Siapa dia?" Tanya Hendra yang tak kalah kaget nya.
"Dia adik ku Kia Ananta Nugraha anak bungsu keluarga Nugraha yang hilang di culik bahkan sampai sekarang penculik nya masih berkeliaran dengan bebas nya." Ujar Zian dengan suara yang sedikit geram.
Ratih langsung berdiri untuk menghampiri Alin namun du cegah oleh Zian "Duduk saja di kursi anda dan jangan menyentuh adik ku." Ucap nya dengan penuh penekanan.
Melly mengajak ibu dan adik nya masuk ke kamar, sedangkan Lingga saat ini berpikir keras tentang apa yang terjadi di depan nya, karena yang Lingga tahu Zian sudah tidak memiliki keluarga atau saudara.
"Jangan sombong kamu Zian." Ujar Hendra saat melihat istri nya terhina.
__ADS_1
"Katakan saja mau apa kalian?" Tanya Zian yang mulai geram.
"Kami kesini ingin meminta sebagian harta keluarga Nugraha." Ujar Hendra tanpa malu.
Zian tertawa bahkan tawa nya pecah bercampur amarah "Apa otak kalian sudah geser." Ucap nya.
"Jaga ucapan mu Zian." Bentak Hendra "Aku juga berhak atas harta kakak ku ini."
"Berhak kata anda? ....Apa kalian lupa saat anda mengeruk habis semua uang perusahan bahkan sampai bangkrut dan aku, aku mati-matian membangun kembali perusahan yang di bangun orang tua ku sejak nol." Aura. kemarahan terlihat dari wajah Zian bahkan Alin terkejut karena ia belum pernah melihat kakak nya semarah itu.
"Kalian membiarkan anak yatim piatu ini hidup sendiri bersama pembantu di tambah dengan masalah besar perusahaan yang anda perbuat bahkan kalian pergi keluarga negeri menikmati semua nya, dan sekarang anda bilang anda berhak?" Sambung Zian.
Hendra hanya diam begitu juga Ratih, tenggorokan mereka seakan cekat tak bisa menjawab.
"Pergi kalian..." Ujar Zian dengan suara rendah nya namun kedua mahkluk itu tak bergeming "Pergi ku bilang." Bentak Zian.
"Bagaimana bisa Zian menemukan Kia?" Ucap nya kesal.
" Entahlah mah, kalau Zian tahu habis kita mah."
Mereka kemudian pergi dengan keadaan kesal. Kembali ke ruangan keluarga, Zian memijat pelan pelipis nya.
"Siapa mereka kak?" Tanya Alin penasaran.
Zian menatap adik nya " Mereka om dan tante kita nama nya om Hendra dan tante Ratih."
"Trus kenapa kakak mengusir mereka bukan kah mereka keluarga kita?"
__ADS_1
"Gue baru tahu kalau lo masih punya om dan tante." Sambung Lingga.
"Mereka yang tertawa saat Kia hilang di culik bahkan mereka hanya bisa menyalahkan mamah maka nya mamah jadi depresi sakit kemudian meninggal. Setelah mamah meninggal mereka menghasut papah juga menyalahkan papah atas hilang nya Kia. Bu Sita dan Pak Danu memberitahu semua kejahatan mereka yang udah bikin keluarga gue hancur, saat papah meninggal mereka langsung mengeruk semua harta papah dan menyisakan perusahaan yang bangkut dan di saat itu gue mencoba membangun kembali apa yang mereka hancurkan. Saat orang lain seumuran gue yang hanya sibuk kuliah dan hura-hura gue malah mencoba bangkit dari semua nya, di bantu bu Sita dan pak Danu yang setia dengan keluarga Nugraha, meski mereka cuma pembantu tapi mereka sangat berpengaruh dalam hidup gue." Jelas Zian dengan mata berkaca-kaca.
Alin menghampiri kakak nya kemudian memeluk kakak nya " Apa mereka sejahat itu kak." Tanya Alin dalam isak nya.
"Begitu lah...." Ujar Zian sambil membuang nafas kasar "Mungkin yang mereka sudah habis atau mereka bangkrut maka nya mereka kembali kesini."
"Menurut kesimpulan gue pasti mereka lah dalang dari hilang nya Kia atau Alin pada saat itu." Ujar Lingga.
Zian menatap Lingga kemudian melepaskan pelukan adik nya "Awal nya gue berpikir gitu tapi gue gak punya bukti."
"Masalah nya yang mereka incar adalah harta, lo tahu sendiri kalau harta tak memandang keluarga." Ucap Lingga.
"Tapi kalau benar mereka yang menculik Alin buat apa coba?" Tanya Alin tidak habis pikir.
"Semua harta milik keluarga Nugraha adalah milik mu, sejak kamu lahir papah sudah mewariskan semua nya kemungkinan besar papah sudah tahu apa yang akan terjadi, namun semua nya kacau saat kamu di culik."
Alin dan Lingga tak percaya dengan apa yang di ucapkan Zian "Bearti tujuan mereka adalah menghabisi Alin." Ujar Lingga sehingga membuat istri nya takut.
"Berhenti menakuti adik ku breng*ek." Umpat Zian.
"Bukan begitu maksud gue sebaik nya lo pikirkan semua yang terjadi dan lo harus tanya kembali pada bu Sita dan pak Danu, kemudian lo uraikan aja apa yang terjadi gue yakin lo akan dapat jawaban nya." Tutur Lingga.
Zian hanya diam sambil berpikir keras.
"Sayang ayo pulang." Ajak Lingga.
__ADS_1
Alin kemudian berpamitan dengan kakak nya dan langsung pulang. Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan yang menemani suasana di dalam mobil.