Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
89.Masa-Masa


__ADS_3

"Dimana dia bekerja?" tanya Zian menatap Jimmy.


"Masih menganggur." jawab Jimmy singkat.


"Kalau dia mau, dia boleh kembali bekerja di resto Ananta." ucap Zian.


"Apa lo serius? lalu bagaimana dengan Alin?"


"Alin bukan wanita pendedam Jim, dia sudah memaafkan Astri, lagian sekarang Melly udah gak bisa mengurus resto dan Alin, pasti dia sibuk mengurus anak nya yang sedang aktif-aktif nya sekarang."


Jimmy tak henti-hentinya mengucapkan kata terimakasih, ia sangat senang jika sahabat nya mau membantu diri nya.


"Jangan lebay, lo sahabat gue sudah pasti gue akan bantu lo."


Yang di tunggu akhir nya datang, Astri sebenarnya merasa malu namun ia tak bisa menolak permintaan Jimmy yang sebelum nya sudah menelpon Astri.


"Duduk." ujar Zian.


"terimakasih." ucap Astri pelan.


"Jangan menunduk Astri, yang lalu biar berlalu dan yang terpenting sekarang kamu mau berubah menjadi diri yang lebih baik lagi." ucap Zian.


"Maafkan aku Zian, aku salah, kamu telah banyak membantu ku tapu apa balasan ku? aku mengkhianati kepercayaan mu."


"Sudahlah, Astri yang terpenting kamu bekerja dengan baik dan ingat satu hal, ibu dan adik mu masih membutuhkan mu." sambung Jimmy.


Mereka akhirnya mengobrol, mereka kembali membayangkan masa-masa saat mereka kuliah.


Baby Arsen menangis, tak henti-hentinya Lingga menggoda anak nya sendiri membuat Alin sangat marah jika mendengar anak nya suara tangis anak nya.

__ADS_1


"Sekali lagi kamu membuat cucu mamah menangis, kamu akan mamah coret dari daftar ahli waris." ancam Mayang yang mulai gregetan melihat tingkah anak nya.


"Ampun mah." ucap Lingga sambil menangkupkan kedua tangan nya.


"Mas, aku lelah dan kamu pulang kerja seenak nya membuat Arsen menangis." ucap Alin geram.


Bukan nya menuruti omongan istri dan mamah nya, Lingga kembali menjahili anak nya.


"Pah, lihat Lingga persis kamu, kalian ini sama aja lelaki tua tapi seperti bayi." ujar Mayang.


"Hei....kok jadi bawa-bawa papah."


"Jadi bawa siapa? kamu kan papah nya kelakuan nya sama seperti kamu." jawab Mayang.


"Kenapa jadi papah?"


" Lah terus apa? tetangga?" ujar Mayang.


Mayang tak mau kalah dari suami nya, begitu juga dengan Angga hingga mereka baru sadar jika di ruangan itu hanya ada mereka berdua.


"Kemana mereka?" tanya Mayang.


Angga menggaruk kepala tak gatal, "Masuk kamar kali." jawab nya santai kemudian masuk kedalam kamar.


"Kakak tadi menelpon ku mas." ujar Alin sambil menidurkan anak nya.


"Kenapa?" tanya Lingga.


"Dia bilang Astri akan bekerja kembali di resto Ananta."

__ADS_1


"Baguslah, Biar dia sadar jika semua yang dia lakukan dulu adalah salah."


"Bisa ceritakan siapa Astri mas." pinta Alin.


"Buat apa?"


"Hanya ingin tahu saja, bukankah kalian berteman sejak kuliah dan dia menyukai kakak."


Lingga kemudian menceritakan masa-masa mereka kuliah, pertemuan awal dengan Zian, Jimmy dan Andra juga Astri. Alin mendengar tanpa berkomentar, wanita itu sangat antusias mendengar cerita suami nya.


"Lalu, kenapa Jimmy tak menyatakan isi hati nya?"


"Karena dia tahu jika Astri menyukai Zian."


"Lalu bagaimana dengan kakak?"


"Kakak mu memang dekat dengan banyak wanita, namun semua itu semata-mata hanya untuk mencari keberadaan adik nya waktu itu. Kakak mu tak perduli dengan siapa dia dekat dan berteman, mau kalangan atas atau kalangan bawah sekali pun." tutur Lingga.


"Hmmmm....lalu, bagaimana soal cinta? apa kakak pernah jatuh cinta?"


"Tidak, sebelum menemukan mu hidup nya penuh dengan kesedihan yang di tutupi dengan bekerja. Dia takut untuk jatuh cinta."


"Kenapa?" tanya Alin semakin penasaran.


"Karena kakak mu takut jika ia jatuh cinta dengan adik nya sendiri, jika suatu saat dia menjalin hubungan namun di tengah jalan ia mengetahui sebuah kebenaran maka dia tak akan memaafkan diri nya sendiri. Makanya, dia tak pernah menaruh perasaan dalam pada seorang wanita."


"Aku baru tahu mas, kakak gak pernah cerita."


"Dan kamu bisa lihat sendiri kan, bagaimana kakak mu memperlakukan Melly?"

__ADS_1


"Iya mas."


Malam ini mereka saling menceritakan masalalu yang belum pernah mereka ceritakan. Lingga juga mengingat kembali perbuatan nya pada Alin di masa lalu. Lingga kembali meminta maaf pada istri nya.


__ADS_2