Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
53.Papah Mau Bayi?


__ADS_3

Tiga hari setelah pernikahan Zian dan Melly, pasangan pengantin baru tersebut langsung memboyong ibu dan adik Melly ke kediaman keluarga Nugraha. Sedangkan Alin dan Lingga yang akan berencana pindah ke rumah Lingga sedang berkemas beberapa barang yang akan mereka bawa.


Setelah semua terasa cukup Alin dan Lingga berpamitan dengan Zian dan keluarga baru mereka.


Alin memeluk kakak nya " Kak Alin pamit ya jaga diri baik-baik jangan lupa makan jangan kerja terlalu berat." Ujar Alin sambil meneteskan air mata.


Zian membalas pelukan adik nya dan sambil mengusap kepala adik nya dengan lembut " Kamu tenang aja sekarang kan kakak udah ada yang mengurus gak usah sedih lagian rumah kalian gak jauh-jauh amat." Tukas Zian


"Kak Mell, Alin titip kak Zian ya kalau dia nakal cubit aja." Gurau Alin.


Zian dan Lingga terkekeh mendengar ucapan Alin begitu juga bu Marwah dan Raka.


"Jaga adik gue." Pinta Zian sambil menepuk pundak Lingga " Kalau lo sakitin lagi gue jamin kelar hidup lo." Ancam Zian.


"Tenang aja sekarang gue cinta mati sama dia." Ujar Lingga seraya mengedipkan sebelah mata ke arah istri nya.


Alin dan Lingga akhir nya pergi, hanya butuh waktu setengah jam mereka sudah tiba di rumah Lingga.


Alin menatap inci demi inci rumah yang pernah ia tempati beberapa tahun yang lalu. Bayangan kesedihan nampak jelas dalam ingatan Alin.


"Kenapa." Tanya Lingga menghampiri istri nya yang sudah berkaca-kaca.


"Tidak." Jawab nya singkat.


"Maafkan aku." Ujar Lingga meraih tangan Alin " Kalau kamu gak mau tinggal di rumah ini kita bisa tinggal di rumah mamah dan papah."


Alin tersenyum " Sebaik nya begitu mas lagian kalau kita tinggal bersama mereka aku bisa merasakan kembali kasih sayang orang tua."

__ADS_1


"Baiklah, sekarang kita langsung pulang ke rumah mamah mereka pasti senang dengan keputusan kita."


Mereka kembali memasuki mobil meninggalkan rumah yang penuh dengan kesedihan yang dulu menyiksa Alin.


Di rumah megah milik Anggara, Lingga baru saja memasuki halaman rumah tempat dimana ia tumbuh besar.


Lingga menggenggam tangan istri nya, masuk kedalam rumah menyusuri ruangan demi ruangan mencari kedua orang tua nya.


Lingga sengaja diam tanpa suara bahkan ia menyuruh para pembantu di rumah untuk tidak memberitahukan kedatangan mereka kepada Mayang dan Angga.


Lingga melihat kedua orang tua nya sedang bercengkrama di taman samping rumah yang sangat indah di pandang mata.


"Mah pah." Sapa nya dengan masih menggenggam tangan istri nya.


Sontak membuat Mayang dan Angga menoleh ke arah sumber suara " Kalian, kok gak ngasih kabar mau kesini." Ujar Mayang beranjak menyambut menantu nya.


"Kami sengaja kesini habis nya kangen sama mamah." Ujar Lingga berbohong, sedangkan Alin hanya tersenyum melihat kejahilan suami nya.


"Kamu ini seperti bayi saja." Ujar Angga sambil menguyah kue.


"Papah mau bayi?" Tanya Lingga jahil.


"Ya mamah dan papah mau nya cucu." Ujar Angga sehingga membuat Alin tersipu malu.


"Ah.. sudah kami mau istirahat dulu."


Lingga mengajak istri nya ke kamar milik Lingga, ini adalah pertama kali nya Alin masuk kedalam kamar milik suami nya.

__ADS_1


Alin melihat-lihat kamar milik suami nya.


"Kamar kamu nyaman juga mas." Ujar Alin sambil merebahkan diri di kasur.


"Benarkah? Hmmm...seperti nya aku akan betah sekarang." Ucap nya tersenyum jahil "Pembantu ku sudah menaruh pakaian mu di dalam lemari sekarang kamu mandi dan istirahat sebelum makan malam."


Alin yang sudah gerah langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, begitu juga dengan Lingga mereka mandi bergantian . Setelah membersihkan diri mereka langsung istirahat sebentar.


Jam menunjukan untuk makan malam Lingga dan Alin bergegas menuju meja makan. Mayang dan Angga menatap bingung melihat anak dan menantu nya yang turun sambil mengenakan baju piyama.


"Kalian menginap." Tanya Mayang penasaran.


Lingga menoleh ke arah mamah nya " Gak siapa bilang."


"Lah terus ngapain pakai baju tidur?" Tanya Angga.


"Kami kan sekarang tinggal di sini." Ujar Lingga sambil terkekeh.


Mayang dan Angga menatap Alin dan Lingga bergantian "Benarkah Alin?" Tanya Mayang penasaran.


" Iya mah, Alin dan mas Lingga akan tinggal di sini. Alin pengen ngerasain bagaimana rasa nya punya orang tua kembali." Jawab Alin "Apa mamah dan papah keberatan?" Tanya Alin balik.


"Tentu saja tidak sayang kami malah senang kalian tinggal di sini karena rumah besar ini tidak akan sepi lagi."


Mayang menghampiri Alin dan memeluk menantu nya itu " Terimakasih sayang." Ujar Mayang.


Makan malam kali ini terlihat berbeda dari biasa nya, mereka menghabiskan makan malam dengan di selingi canda dan gurauan menambah kebahagian tersendiri untuk Mayang dan Angga di tambah melihat anak dan menantu nya bersatu kembali.

__ADS_1


__ADS_2