Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
62.Tutup Mulut Anda


__ADS_3

"Ah...maaf aku tidak sengaja." Ujar Pria itu sambil membantu Jenie membereskan semua berkas nya.


"Tidak apa-apa." Jawab nya tersenyum.


"Seperti nya kamu bukan karyawan di sini."


"Oh...emm ini aku ingin melamar kerja di sini." Ujar Jenie.


Pria itu mengulurkan tangan tangan "Aku Andra Assisten pribadi tuan Lingga pemilik perusahaan ini." Ujar Andra memperkenalkan diri.


Jenie membalas uluran tangan Andra "Jenie...." Jawab nya Singkat "Seperti nya keberuntungan sedang berpihak pada ku." Batin Jenie.


"Boleh aku melihat Cv mu." Pinta Andra.


Jenie langsung memberikan berkas yang ada di tangan nya, kemudian Andra langsung membaca semua nya "Waah.....kamu lulusan luar negeri ya." Tanya Andra.


"Iya, aku tumbuh besar di luar negeri."


"Lalu kenapa kamu memilih kembali?"


"Aku merindukan tanah kelahiran ku." Ujar Jenie beralasan.


Kemudian Andra langsung mengantar Jenie ke bagian Hrd setelah itu Andra kembali ke ruangan Lingga.


"Dari mana aja lo?" Tanya Lingga kesal.

__ADS_1


"Wah....jangan marah dulu bos,gue gak sengaja menyenggol seseorang."


"Siapa?" Tanya Lingga penasaran.


"Cewek cantik body aduh hai....dan lo harus tahu kalau dia sedang melamar pekerjaan di kantor lo."


"Terus apa hubungan nya sama gue."


Andra menghampiri sahabat nya "Gue mohon terima dia siapa tahu dia jodoh gue, lagian dia gak buruk-buruk amat kok lulusan luar negeri bro." Jelas Andra.


"Terserah lo." Ujar Lingga singkat.


Andra memeluk sahabat nya dengan girang "Lepasin gue, jijik gue." Ujar Lingga sontak Andra melepaskan pelukan nya.


Keesokan hari nya, Jenie sudah mulai bekerja rencana pertama nya berhasil mulus tanpa hambatan.


Seketika mata nya menangkap sosok seorang pria yang baru saja keluar dari dalam mobil, melangkahkan kaki dengan gagah nya sontak membuat Jenie terpesona bahkan ia tidak mengedipkan mata. Semua karyawan memberi hormat kepada Lingga dan jelas saja Jenie bisa menebak siapa pria itu karena Andra juga ada di samping nya "Benar kata mamah dia sangat tampan." Batin Jenie.


Andra tiba-tiba memberhentikan langkah Lingga tepat di depan Jenie sehingga membuat Jenie sedikit gugup "Ini Jenie yang kemarin gue ceritain." Ujar Andra namun Lingga hanya melirik sekilas "Kerja yang benar." Ucap Lingga kemudian langsung berlalu pergi.


"Sialan, dingin banget apa gak terpesona gitu dengan gue." Batin Jenie "Kalau seperti ini aku merasa agak susah untuk menaklukkan kan nya."


Di kantor Zian, pria itu sedang menerima informasi dari asisten yaitu Akmal "Katakan." Ujar Zian.


"Anak nya sudah berhasil masuk ke dalam perusahaan milik adik ipar anda tuan." Jelas Akmal.

__ADS_1


Zian mendengus "Biarkan saja, tetap awasi dia aku akan melihat sejauh mana mereka berusaha menghancurkan keluarga ku kembali."


"Tapi, bagaimana dengan tuan Lingga?"


"Lingga tidak mengenali siapa dia, lagian dengan begitu dia bisa jadi umpan kita untuk membongkar semua kebusukan orang tua nya, meski aku harus membuat adik ku bersedih sebentar."


"Baik tuan." Ujar Akmal kemudian berlalu pergi.


Semenjak kedatangan Hendra dan Ratih, Alin menjadi takut untuk keluar rumah bahkan jika kalau pun keluar Alin di kawal oleh dua bodyguard sekaligus.


"Lihatlah mereka kak, sampai kapan mereka akan mengikuti Alin." Ujar Alin sambil menunjuk dua bodyguard yang berdiri tegak di pintu restoran.


Melly tertawa kecil "Susah ya jadi orang kaya." Canda nya "Tapi kamu harus sabar semua demi keamanan diri kamu."


Saat sedang asik mengobrol, Alin dan Melly di kejutkan dengan kehadiran Ratih.


"Wah...wah...Kia Ananta Nugraha anak dari pasangan Ananta dan Nugraha juga istri dari Lingga Dewa Anggara konglomerat yang melupakan keluarga nya sendiri." Sindir Ratih nyaring sehingga membuat semua pengunjung serempak menoleh ke arah Alin dan Melly.


"Tutup mulut anda." Bentak Melly "Seharus nya anda punya muka untuk mengucapkan kata-kata itu, bukan kah anda dan suami anda yang sudah membuang keluarga Nugraha bahkan mengeruk habis harta nya. Sedangkan suami nya mati-matian bangkit untuk menyelamatkan segala nya" Ujar Melly geram.


Ratih melayangkan tangan nya untuk menampar wajah Melly, namun dengan sigap ke dua bodyguard itu langsung menyeret Ratih. Ratih berontak tidak terima "Awas kamu Kia aku akan membalas apa yang terjadi hari ini." Teriak nya.


Ratih sudah pergi, Alin hanya diam membisu mata nya pun mulai berkaca-kaca "Gak usah sedih." Ujar Melly memberi semangat.


"Kenapa mereka sejahat itu kak?"

__ADS_1


"Entahlah kakak tidak tahu."


Kemudian Alin memilih untuk pulang karena suasana hati nya sedang kacau. Melly, wanita itu menatap kepergian adik ipar nya dengan penuh iba.


__ADS_2