Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
52.Pernikahan Zian dan Melly


__ADS_3

Satu minggu berlalu setelah pesta ulang tahun, Zian dan Melly melangsungkan pernikahan yang sangat mewah Melly terlihat cantik dengan balutan gaun pengantin yang menghiasi tubuhnya. Zian yang juga tampan dengan menggunakan setelan tuxido berwarna senada dengan sang istri menambah serasi pasangan yang sedang berbahagia itu. Mereka menjadi sorotan semua orang karena pernikahan Zian dan Melly terjadi seperti di novel-novel yaitu karyawan menikah dengan bos.


Di lain sisi Alin dan Lingga yang tak kalah cantik dan tampan juga menjadi sorotan karena tak banyak yang tahu kapan mereka menikah. Pernikahan Zian dan Melly memang terkesan mendadak namun tersusun rapi berkat bantuan Mayang mamah Lingga.


Alin sangat bahagia menyaksikan hari bahagia kakak nya di tambah lagi yang menjadi wali dari keluarga Nugraha adalah orang tua Lingga sendiri yaitu keluarga Anggara. Pernikahan Zian dan Melly menjadi tranding di karena kan hubungan baik antara keluarga Nugraha dan Anggara.


"Terimakasih papah dan mamah sudah mau menjadi orang tua kami." Gumam Zian sambil memeluk Mayang. Wanita paruh baya itu bahkan meneteskan air mata begitu juga dengan Alin.


"Sama-sama sayang kalian anak mamah dan papah sampai kapan pun bahkan sampai kami mati." Ujar Mayang terisak.


"Sudah jangan bersedih di hari bahagia ini lihat lah kalian menjadi tontonan para tamu." Tukas Angga.


"Kak, Alin sangat bahagia melihat kakak bahagia." Ujar Alin juga memeluk kakak nya.


"kakak akan lebih bahagia jika kamu jauh lebih bahagia dari kakak sayang." Balas Zian.


"Kak Mell...jaga kakak baik-baik dia satu-satunya nya yang ku punya sekarang aku mau kakak bahagia." Ucap Alin berpindah peluk ke wanita yang sudah menjadi kakak ipar nya itu.

__ADS_1


"Iya pasti." Jawab singkat Melly membalas pelukan adik ipar nya.


Semua orang yang melihat kebersamaan mereka menjadi terharu.


"Ah...kapan gue nikah iri gue." Gerutu Andra.


"Iya sama gue juga kapan." Sambung Jimmy.


Semua yang mendengar ucapan Andra dan Jimmy tertawa "Kalian kan jomblo karatan seperti besi tua." Canda Lingga.


"Sudah...sudah....kalian ini kalau ketemu seperti Spongebob dan Squarepants aja." Ujar Mayang "Setelah ini mamah gak mau tahu kalian berempat harus pergi bulan madu buatkan mamah papah cucu yang lucu terutama kalian Alin dan Lingga." Sambung nya.


"Ide bagus." Ujar Lingga tersenyum licik kepada istri nya.


"Alamat nih, gue bakalan gak kendor." Ujar Andra sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.


Semua orang hanya tertawa mendengar ucapan Andra "Lo aja gue gak." Goda Jimmy.

__ADS_1


"Sialan lo." Umpat pria yang sedang kesal itu.


Pesta selesai, semua orang kembali ke kamar hotel masing-masing. Zian dan Melly mulai merasa canggung karena mereka sekarang hanya berdua di kamar pengantin yang sudah berhias bunga-bunga.


Zian menatap ke arah istri nya yang sudah menggunakan baju piyama, pria itu dapat menangkap kegelisahan Melly yang sedari tadi dudui seperti cacing kepanasan.


"Apa tidak lelah?" Tanya Zian yang sedang duduk berselonjor di atas tempat tidur.


Melly tersenyum kecut "Eh...anu...tidak." Jawab nya sambil menggaruk kepala.


"Sudahlah ayo tidur aku tidak akan mengganggu mu." Ujar Zian "Kemari lah." pinta nya.


Mau tidak mau Melly melangkahkan kaki menuju tempat tidur, wanita polos itu mulai merebahkan diri di samping suami nya dengan wajah malu-malu.


Zian menatap wajah istri nya kemudian mengecup kening sang istri, yang di kecup hanya diam tak bergeming di tambah dengan detak jantung yang berpacu sangat kencang.


"Tidur lah." Ucap Zian sambil mengelus lembut kepala Melly, merasa lelah akhir nya kedua pengantin baru itu langsung tertidur dengan pulas nya. Maaf tidak ada malam pertama karena Zian mengerti bahwa istri nya belum siap.

__ADS_1


__ADS_2