Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
92.Menyatakan


__ADS_3

Hari pertama Astri bekerja, wanita itu merasa malu saat beberapa karyawan lama menggunjing diri nya. Zian dan Akmal tang saat itu berada di resto langsung membentak karyawan yang terus saja berbisik-bisik.


"Sudahlah Astri, aku bos nya jangan dengarkan mereka." ucap Zian.


"Terimakasih Zian kamu memang baik dan maafkan aku sekali lagi." ucap nya.


Zian dan Akmal kemudian pergi, tak berapa lama Jimmy datang untuk menemui Astri.


"Gimana, apa semua nya baik-baik saja?" tanya Jimmy.


"Iya, semua nya baik-baik saja." jawab Astri tersenyum.


"Sore ini aku akan menjemput mu untuk pulang." Ujar jimmy.


"Gak usah Jim, aku tahu kamu pasti sibuk." tolak Astri.


"Udahlah, apa pun demi kamu." balas Jimmy lalu pergi tanpa pamit.


Astri sejenak termenung di kursi nya, wanita itu kembali menerawang masa-masa saat ia mengenal Jimmy.


"Aku tahu jika kamu mempunyai perasaan kepada ku, lalu kenapa kamu tak pernah mengungkapkan nya." lirih Astri dalam harap nya.


Jimmy yang masih berada di balik pintu ruangan Astri, mendengar jelas ucapan Astri. Pria itu tersenyum bahkan dada nya bergetar hebat saat mendengar ungkapkan dari Astri meski tak secara langsung.


Sore menjelang, Jimmy menjemput Astri dan ia menunggu di depan resto.

__ADS_1


"Hei.....udah pulang?" tegur Jimmy saat melihat Astri yang baru saja keluar.


"Iya, kamu beneran jemput aku?"


"Sejak kapan aku bohong? ah...sudahlah, sebaiknya kita pergi sekarang nanti keburu gelap." ajak Jimmy.


"Mau kemana kita?" tanya Astri.


"Ikut saja." jawab nya singkat.


Jimmy melajukan mobil nya, kedua manusia itu tak saling bicara karena sedang tenggelam dengan pikiran nya masing-masing.


Mobil Jimmy berhenti tepat di tepi pantai yang terletak tak jauh dari pusat kota.


"Mau apa kita kesini?" tanya Astri bingung.


"Ada maksud lain?" tanya Astri bercanda.


"Ada." ucap singkat Jimmy dengan menatap mata Astri.


"Jangan menatap ku seperti ini." ujar Astri gugup bahkan wanita itu hendak membuang pandangan nya namun ia kalah cepat karena wajah nya sudah di kunci oleh Jimmy.


Jantung mereka berdetak saling bersahutan, cukup lama mereka saling beradu pandang hingga Jimmy sadar saat mendengar suara Astri.


"Lepaskan aku." ucap nya semakin gugup.

__ADS_1


"Maafkan aku." lirih Jimmy.


Jimmy beralih meraih tangan Astri, pria itu lalu menyatakan isi hati yang sudah bertahun-tahun ia simpan.


"Kamu tahu jika kita sudah mengenal cukup lama, dan aku harap kau menyimpan sedikit saja rasa untuk ku." ucap Jimmy membuat Astri salah tingkah.


"Rasa bagaimana yang kamu maksud Jim?" tanya Astri pura-pura tidak mengerti.


"Kamu pasti sudah tahu maksud ku bukan? ku harap kamu bisa membalas perasaan ku."


"Kenapa harus aku?"


"Karena aku sudah mencintai mu sejak pertama kali kita bertemu."


Astri mengangkat kepala nya, mata wanita itu memandang lekat mata elang milik Jimmy.


"Jangan bercanda Jim."


"Aku serius, aku telah menyimpan cinta ku sejak lama dan itu hanya untuk mu."


"Aku bukan wanita baik-baik Jim, cari lah yang sederajat dengan mu."


"Keluarga tak memandang semua itu,"


"Tapi aku tak pantas untuk mu."

__ADS_1


"Kamu hanya bilang kata iya atau tidak untuk perasaan ku." ujar Jimmy "Katakan lah Astri, aku butuh kepastian untuk hati ku."


Ragu-ragu Astri menjawab, wanita itu hanya mengangguk memberi jawaban. Dengan puas hati Jimmy memeluk Astri, pria itu merasa lega karena perasaan yang ia simpan bertahun-tahun akhir nya terungkap.


__ADS_2