
Tak terasa sudah dua bulan Alin menjalani hari-hari nya di atas kursi roda, bahkan terkadang ia pergi ke restoran untuk mengecek. Sedangkan Lingga masih sama seperti sebelum nya, pria itu hanya bisa menatap Alin dari jauh.
Di taman belakang rumah Alin dan Zian sedang menyiapkan sebuah kejutan untuk seseorang yang spesial di hati Zian.
Tak lama yang di tunggu pun akhir nya sudah datang.
"Maaf telat." ujar Melly.
"Gak apa-apa kak..."
Zian yang semula duduk tiba-tiba berlutut di hadapan Melly, pria tampan itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin dari saku celana nya. Melly hanya bisa ternganga dengan apa yang ia lihat sekarang.
"Aku tahu kamu kaget dengan semua ini, tapi aku yakin kamu sudah tahu dengan maksud ku sekarang. Aku menyukai mu sejak pertama kita bertemu di restoran namun aku tidak berani untuk mengungkapkan nya pada mu. Maaf jika aku bukan sosok yang romantis karna aku tidak pandai akan hal itu." Zian masih di posisi yang sama bahkan sorot mata pria itu tidak lepas memandang wajah Melly yang gugup.
"Aku mencintai diri mu apa ada nya, mau kah kau menikah dengan ku?" ungkap Zian bahkan kini jantung kedua nya berdetak sangat kencang bahkan Melly hanya melongo mendengar Zian mengajak nya menikah.
__ADS_1
Sedangkan Alin yang melihat pemandangan di depan nya hanya bisa tersenyum bahagia.
"A....ku...." ujar Melly gugup ia bahkan bingung harus menjawab apa " Bukan kah kita tidak punya hubungan tapi kenapa mas Zian langsung mengajak ku menikah?" tanya Melly yang sudah ke habisan kata-kata.
"Aku tidak ingin berpacaran aku hanya ingin menikah dengan wanita yang benar-benar aku cintai." ujar Zian menatap wajah Melly yang mulai berkeringat "Apa kamu tidak ada rasa pada ku?" tanya Zian sedih.
Tiba-tiba saja Melly mensejajarkan tinggi tubuh nya dengan Zian. Di tatap nya lekat pria yang saat ini sedang melamar nya. Sorot mata Zian yang menandakan keseriusan membuat jantung Melly hampir lompat keluar.
"Aku hanya gadis biasa, bukan dari keluarga terpandang seperti kamu. Orang miskin seperti ku tidak pantas bersanding dengan bulan seperti kamu." ujar Melly mata gadis itu mulai berkaca-kaca mengingat siapa diri nya.
"Aku mencintai mu sebab kamu sangat tulus aku kagum pada mu sejak aku tahu siapa diri mu. Aku harap cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan." ucap pria itu kembali.
Air mata Melly menetes mendengar ucapan Zian "Bagaimana apa kamu mau langsung menikah dengan ku aku yakin kamu juga memiliki perasaan yang sama terhadap ku?" tanya Zian kembali.
Melly hanya mengangguk tanda setuju, Zian pun langsung memasang kan cinci berlian ke jari manis Melly.Zian kemudian memeluk Melly ia tak pernah merasa sebahagia ini setelah menemukan Alin.
__ADS_1
Alin hanya bisa meneteskan air mata bahagia melihat kakak nya menemukan cinta nya.
"Tapi bagaimana dengan ibu ku? bahkan kamu belum pernah bertemu dengan nya?" tanya Melly melepaskan pelukan Zian.
"Kamu tenang aja semua sudah aku atur." Jawab Zian santai.
Melly hanya terdiam tidak mengerti dengan ucapan Zian.
"Kakak selamat ya." ujar Alin.
Zian menghampiri adik nya dan langsung memeluk Alin.
"Kakak akan berusaha membuat mu bahagia." Ujar Zian "Kalau gitu kakak pergi dulu kakak mau menemui calon mertua." Ucap Zian tersenyum nakal.
Zian dan Melly kemudian pergi untuk menemui ibu nya.
__ADS_1