
Pagi ini seperti biasa, Lingga pergi ke kantor nya dengan penuh semangat ia mulai mengemudikan mobil mewah nya.
Tak butuh waktu lama Lingga sudah berada di loby kantor, sedangkan Andra yang melihat Lingga langsung berlari menghampiri Lingga.
"Kenapa lo pagi-pagi udah seperti cacing kepanasan aja?" Tanya Lingga
"Sialan lo...tuh mantan lo Alana bikin gue emosi aja." Ucap Andra kesal.
"Kenapa dia?"
"Perempuan itu mau nya apa coba? pagi-pagi udah nangkring aja di ruangan lo."
"Mau apa dia? " Tanya Lingga balik " kenapa gak lo usir?"
"Gue udah berusaha ngusir tu induk ular tapi dia nya gak mau."
Bergegas Lingga masuk ke dalam lift emosi nya mulai terpancing mendengar kedatangan Alana.
Lingga kemudian masuk ke dalam ruangan nya, mata nya langsung tertuju kepada Alana dengan geram Lingga menarik kasar tangan Alana.
"Lepasin tangan ku lingga sakit." Alana berontak.
"Siapa yang ngizinin kamu masuk ke dalam ruangan ku hah?" Bentak Lingga.
"Kamu kenapa sih? sekarang kok jadi kasar gak seperti dulu?" Tanya Alana manja.
"Karena aku yang dulu itu sangat bodoh di buta kan cinta palsu mu."
"Lingga...aku minta maaf." Rengek Alana.
"Pergi..." teriak Lingga namun Alana semakin mendekat ke Lingga " Pergi...kamu dengar apa gak jangan sampai aku berbuat kasar kepada mu."
Dengan kesal Alana pergi meninggalkan ruangan Lingga. Sedangkan Lingga terlihat masih kesal langsung menelpon seseorang.
__ADS_1
" Jangan biarkan Alana masuk dan menginjak kaki nya di kantor ini lagi kalau tidak aku akan memecat mu." Ucap Lingga dalam telpon nya.
Andra yang melihat Alana pergi segera mungkin ia masuk ke dalam ruangan bos nya.
"kanapa?" Tanya singkat Andra.
"Dasar perempuan gak punya malu."Ucap Lingga.
"Seharus nya dari dulu lo harus tegas perempuan seperti Alana hanya mengincar harta lo."
Lingga membuang nafas kasar ingatan nya kembali kepada Alin bahkan semenjak ia menikah dengan Alin tak sepeser pun ia menafkahi Alin.
"Menurut orang kepercayaan gue Zian sangat sering pergi ke Singapura." Ucap Andra tiba-tiba.
"Ya...wajar lah Zian kan memiliki cabang perusahaan di sana."
"Lo tuh sebenarnya be*o atau apa sih Lingga?" Tanya Zian kesal.
"Maksud lo apaan coba suka banget bilang gue be*o."
Deg..
Jantung Lingga sedikit terlonjak bagaimana bisa dia tidak berpikir sampai kesitu dasar CEO bodoh ucap Lingga dalam hati.
"Kalau begitu siapkan penerbangan ke Singapura sekarang juga."Pinta Lingga tiba-tiba.
"Baiklah..sampai kapan pun gue akan bantu lo untuk bersatu dengan Alin, tapi ingat Ling kalau seandai nya lo ke temu Alin gue mohon jangan menemuinya."
"Ngapain lo larang-larang gue?"
"Ya..karena kalau lo langsung nyamperin Alin pasti dia akan syok dan membenci lo lagi malahan bisa pergi lebih jauh lagi."
Sore ini Lingga langsung melakukan penerbangan ke Singapura, jantung nya mulai deg-deg an semenjak Lingga menaiki pesawat di dalam hati nya sangat berharap untuk bertemu Alin.
__ADS_1
Malam hari Lingga sudah berada di salah satu hotel, malam ini Lingga akan beristirahat karena besok ia akan mencari Alin.
Lingga menelpon mamah nya ia hanya ingin memberi kabar karena saat Lingga pergi ia tidak berpamitan dengan orang tua nya.
"Assalamualaikum." Sapa Lingga.
"Waalaikumsalam."Jawab Mayang.
"Mah...maafin Lingga gak pamit tadi soal nya buru- buru."
"Memang nya kamu di mana sekarang?" Tanya mayang bingung.
"Di Singapura mah."
"Ngapain kamu di sana?" Urusan bisnis."
"Gak mah...doa in Lingga biar bisa ketemu Alin."
"Maksud kamu apa nak?" Tanya Mayang yang masih bingung.
"Alin ada di Singapura mah..Lingga ingin memastikannya makanya Lingga kesini."
"Ya Allah nak...mamah dan papah akan doa kan kamu selalu, bawa Alin pulang nak."Ucap Mayang penuh harap.
"Iya mah...doa kan Lingga."
Telpon terputus hati Lingga sedikit tenang setelah meminta restu kepada orang tua nya.
Pagi sekali Lingga sudah bangun bahkan sudah rapi hanya saja ia belum sarapan.
Bergegas Lingga menuju mobil yang sudah di persiapan Andra untuk nya, kali ini pencarian Lingga berawal dari Apartemen milik Zian.
perjalanan dari hotel ke apartemen hanya memakan waktu 15 menit dan Lingga saat ini sudah memarkirkan mobil nya di halaman apartemen.
__ADS_1
Namun sial untuk Lingga diri nya sudah menunggu hampir dua jam namun ia belum melihat Alin. Lingga akhirnya memilih kembali ke hotel, meski kecewa namun ia tetap bersabar mencari keberadaan Alin.