Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
72.Senja


__ADS_3

π‘°π’Œπ’‰π’π’‚π’”π’Œπ’‚π’ π’”π’†π’ˆπ’‚π’π’‚ π’šπ’‚π’π’ˆ π’•π’†π’“π’‹π’‚π’…π’Š 𝒅𝒂𝒏 π’ƒπ’Šπ’‚π’“π’Œπ’‚π’ π’Œπ’‚π’“π’Žπ’‚ π’šπ’‚π’π’ˆ π’Žπ’†π’π’ˆπ’‚π’Žπ’ƒπ’Šπ’ π’‚π’π’Šπ’‰.


π‘΅π’Š 𝑹


Bentang cakrawala berwana Jingga menghiasi langit senja, toreh warna keemasan bergores kelabu menambah indah petang di sore itu.


Riuh hiruk pikuk dan lalu lalang menandakan semua orang ingin cepat sampai pada tujuan mereka masing-masing. Ingin rasa nya bantalan aspal mengeluh dengan pijakan yang penuh peluh.


"Lebih cepat lagi pak." Pinta Lingga pada supir nya. Sejak menerima telpon dari sang papah membuat Lingga tidak bisa bernafas dengan teratur.


Jalan mulus dengan banyak belokan sudah di lalui Lingga, akhir nya pria itu tiba di rumah nya. Lingga langsung membuka pintu mobil dan berlari masuk ke dalam rumah.


Wajah Lingga memerah, rahang nya mengeras mana kala melihat siapa tamu yang sedang duduk manis tanpa dosa itu.


"Mau apa kalian?" Tanya nya tanpa basa basi.


"Tentu saja menjenguk keponakan kami yang cantik ini." Jawab Ratih tanpa bermalu muka.


Lingga berdecih, bibir nya sedikit tersungging "Keponakan yang mana kalian maksud?"


"Kia ini ooh....maaf." Ujar Ratih "Maksud saya Alin, dia keponakan kami." Sambung nya.


"Oh...keponakan yang dulu kalian culik lalu kalian buang." Ucap Lingga geram.


Hendra sedikit terlonjak "Apa maksud nak Lingga?" Tanya nya pura-pura tidak tahu namun terlihat jelas ke dua orang itu mulai gelisah.

__ADS_1


Alin hanya diam membisu, sedangkan Mayang dan Angga hanya menonton pertunjukan yang ada di depan nya.


"Aku yang terlalu bodoh atau kalian?" Ujar Lingga kembali bersuara "Rencana apa lagi yang kalian atur sehingga menginjakan kaki kalian di rumah ku." Tanya nya.


Hendra dab Ratih menjadi salah tingkah, bahkan mereka beberapa kali mengubah posisi duduk untuk membuang gelisah.


"Sumpah demi apa pun, kami hanya ingin menjenguk Alin." Jawab Hendra dengan gugup.


Lingga membuang pandangan nya, bahkan pria itu tak mengijinkan istri nya untuk membuka suara.


"Pulang lah." Pinta Lingga "Sebelum aku membuka kedok kalian." Sambung nya.


Bergegas tanpa pamit, Hendra langsung menarik tangan istri nya kemudian langsung pergi.


Mayang dan Angga hanya saling pandang, kemudian Lingga berpindah duduk ke samping istri nya.


"Jangan di pikir kan." Ucap nya sambil mengusap perut istri nya.


"Jangan terlalu gegabah." Ujar Angga membuka suara.


"Aku sangat muak melihat mereka terutama anak nya yang menjijikan itu." Ujar Lingga.


Sejenak hening, kemudian Lingga menceritakan kejahatan yang di lakukan Jenie, sontak membuat Alin mengusap dada tidak percaya.


"Dan demi membongkar kejahatan Hendra dan Ratih, kakak mu membayar mahal seseorang untuk memberikan semua informasi dan bukti."

__ADS_1


Angga tersenyum "Zian, anak itu tidak berubah." Ucap nya.


"Rencana apa yang akan kakak lakukan?" Tanya Alin sedikit penasaran.


"Entah lah, aku tidak tahu."


Lingga mengajak istri nya ke kamar, tubuh kekar nya yang sudah lengket sedari tadi memaksa nya harus cepat untuk pergi mandi.


Lingga yang sudah rapi, menghampiri istri nya yang sedang duduk di balkon kamar.


"Kamu sangat suka duduk di sini." Ujar Lingga sambil menyesap teh.


Alin tersenyum "Hati ku tenang mas jika memandang langit hitam berhias warna orange."


"Setelah anak kita lahir, aku akan mengajak mu ke tempat yang lebih indah untuk menyaksikan matahari terbenam."


"Terimakasih mas."


Langit yang semula Jingga kini berubah warna kehitaman bertabur bintang menemani bulan. Lingga mengajak istri nya masuk ke dalam rumah untuk melepas penat dengan beristirahat.


π‘»π’†π’“π’Šπ’Žπ’‚π’Œπ’‚π’”π’Šπ’‰ 𝒔𝒖𝒅𝒂𝒉 π’Žπ’‚π’Žπ’‘π’Šπ’“ π’Œπ’† π’Œπ’‚π’“π’šπ’‚ 𝒐𝒕𝒐𝒓 π‘΅π’Š 𝑹.


π‘±π’‚π’π’ˆπ’‚π’ 𝒍𝒖𝒑𝒂 π‘³π’Šπ’Œπ’† 𝑹𝒂𝒕𝒆 π‘ͺπ’π’Žπ’†π’π’• 𝒂𝒏𝒅 𝑽𝒐𝒕𝒆 π’…π’Š π’Œπ’‚π’“π’šπ’‚ π‘΅π’Š 𝑹.


π‘Ίπ’‚π’π’‚π’Ž π’Žπ’‚π’π’Šπ’” π’…π’‚π’“π’Š 𝒐𝒕𝒐𝒓 π’”π’†π’Žπ’π’ˆπ’‚ 𝒑𝒂𝒓𝒂 π’‘π’†π’Žπ’ƒπ’‚π’„π’‚ 𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒅𝒂𝒏 π’…π’Š π’Žπ’–π’“π’‚π’‰ π’Œπ’‚π’ π‘Ήπ’†π’›π’†π’Œπ’Š π’π’šπ’‚πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2