Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
87.Adlan Nugraha & Adlina Nugraha


__ADS_3

Nafas ngos-ngosan, juga rasa nyeri yang selalu datang beberapa menit sekali membuat Melly lemas tak berdaya. Cucuran keringat membasahi tubuh nya, membuat semua orang merasa khawatir termasuk Zian yang sudah seperti orang gila.


Zian menarik kerah baju Jimmy, "Cepat lakukan sesuatu Jim, gue udah gak tahan melihat Melly kesakitan." ucap nya emosi.


Jimmy mengangkat kedua tangan nya. "Sabar bro, semua butuh proses lagian gue bukan doktek kandungan." jawab Jimmy santai.


Alin, Marwah juga Mayang mencoba menenangkan Zian, mereka mencoba memberi pengertian pada pria yang sedang gelisah itu.


Zian kemudian masuk kedalam ruang bersalin, ia menghampiri istri nya yang sedang merintih kesakitan dengan dengan tajam nya jarum infus.


"Sayang, bertahan lah." ucap nya menguatkan lalu mencium kening istri nya.


Tak lama, dokter masuk, Melly yang sudah mulai menggeram kesakitan membuat bayi pertama nya keluar begitu saja. Tangis haru Zian pecah saat melihat anak pertama nya lahir. Zian tak henti nya mengucap syukur, pria itu kemudian mencium kening istri nya.


Selang beberapa menit, bayi kedua keluar membuat Zian semakin haru dalam isak nya.


Gema tangis menghiasi ruang bersalin tersebut, tak henti-hentinya Zian sujud syukur atas kelahiran sang buah hati.


"Terimakasih sayang terimakasih." ucap nya lalu kembali mencium istri nya.


Zian kemudian keluar, ia memberitahu kabar bahagia itu karena sejak tadi semua orang sudah sangat gelisah terutama Marwah.


"Bagaimana Zian apa mereka semua selamat?" tanya Marwah khawatir.

__ADS_1


"Alhamdulillah, semua selamat." jawab Zian.


kemudian semua orang memberi ucapan selamat kepada pria yang baru saja resmi menjadi seorang ayah tersebut.


"Gak nyangka, ponakan gue udah tiga aja." ucap Andra.


"Iya And, bener kata lo." sambung Jimmy.


Tak lama kemudian, Melly dan kedua anak kembarnya di pindahkan ke ruang rawat yang sudah di pesan khusus dari jauh hari.


Semua orang nampak bahagia, Zian dan Melly menggendong bayi kembar mereka.


"Siapa nama mereka Zian?" tanya Angga penasaran.


"Nama yang bagus, gak usah pajang-panjang nanti ibu susah menyebut nya." sambung Marwah.


"Astaga, kakak ku ini sangat hebat." puji Raka.


"Gue jadi pengen punya anak lagi." ujar Lingga.


"Maka nya gas cepat." ucap Mayang sambil memukul lengan Lingga.


"Bener tuh kata mamah." sambung Angga.

__ADS_1


"Lihat Alin, kakak kamu aja langsung dua masa kamu cuma satu ayo sana bikin." ujar Mayang.


Alin hanya mencengir malu, wajah nya seakan tebal saat mendengar ucapan mertua nya.


Mereka kemudian bergantian menggendong baby Adlan dan Adlina, semua orang merasa sangat gemas saat melihat mereka.


"Yang jomblo ini cuma bisa kasih selamat dan hadiah saja." ucap Andra.


semua orang terkekeh, "Hadiah nya yang mahal ya om Andra." ucap Melly menirukan suara bayi.


"Tenang aja, sebentar lagi cuma Andra yang jomblo, Jimmy mah gak dia udah ada gebetan." ujar Lingga asal ceplos.


"Wah, benarkah itu Jim?" tanya Mayang kepo.


"Eh....anak tante ini mulut nya nakal." ujar Jimmy.


"Jangan di tutupi Jim." sambung Angga.


Jadi lah Jimmy menjadi bahan ghibah mereka, semua orang ribut dengan ucapan mereka masing-masing.


"Kalian berisik." bentak Zian "Anak dan istri ku sangat terganggu sana keluar." usir nya.


Semua orang keluar, hanya tinggal Zian Marwah dan Raka yang sedang menunggu Melly. Meraka bergantian merawat Melly, terutama Zian, pria itu bahkan tak ingin pergi kemana pun.

__ADS_1


__ADS_2