
Pagi seperti biasa Alin dan Zian sarapan terlebih dahulu sebelum memulai aktifitas nya.
"Kak...Alin bosan di rumah terus." rengek Alin sambil menguyah makanan nya.
"Kamu kan bisa pergi jalan-jalan atau kemana pun kamu mau."
" Alin pengen nya kerja kak." Pinta Alin.
"Kalau gitu kamu bisa bantu kakak buat ngelola restoran."
Saat sedang asik membahas pekerjaan bua Sita datang membawa satu buket bunga dan di berikan kepada Alin.
Alin yang mendapat kiriman bunga sangat terkejut karena selama ini ia tidak pernah berhubungan dengan siapa pun.
Sedangkan Zian hanya tersenyum karena ia tahu bunga tersebut adalah kiriman dari Lingga.
"Dari siapa?" Tanya Zian pura-pura tidak tahu.
"Mas Lingga." Jawab Alin pelan.
"Buang saja kalau tidak suka." ucap Zian.
"Mubajir kak." balas Alin.
"Apa kamu suka menerima pemberian Lingga?" tanya Zian selidik.
"Bukan gitu kak...Alin hanya bingung aja kok kakak gak marah biasa nya kalau dengar nama mas Lingga kakak langsung marah."
"Bosan marah-marah nanti cepat tua." Canda Zian.
Alin menyimpan bunga kiriman Lingga ke dalam kamar karena ia akan pergi ke restoran milik kakak nya.
Sesampai nya di restoran Zian langsung memperkenalkan kan Alin kepada semua karyawannya dan sontak saja membuat sebagian karyawan bingung melihat Alin karena sebelum ini Alin pernah bekerja di restoran tersebut.
Melly yang sudah tahu dengan status Alin tidak merasa kaget karen sudah mengetahui nya terlebih dahulu.
Zian mengajak Alin ke dalam ruangan kerja nya untuk mengarahkan Alin tentang apa yang harus di kerjakan nya.
__ADS_1
Setelah semua beres Zian kembali ke kantor nya meninggalkan Alin sendiri.
Tok...tok...
"Masuk." ucap Alin.
Melly pun akhir nya masuk.
"Kak Melly...ada apa?" tanya Alin
"Gak ada kok...aku gak nyangka aja kalau kamu sekarang bos ku." ucap Melly.
"Biasa aja kali kak...Alin tetap menganggap kak Melly sebagai sahabat dan juga kakak ."
Tok...
Tok...
Pintu ruangan kembali di ketuk.
"Masuk." ucap Alin.
"Kak Melly di sini aja." ucap Alin "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Alin kepada Astri.
"Maaf bu tadi pak Zian meminta saya menyerahkan laporan keuangan tahun ini." Ucap Astri sambil menyodorkan sebuah map.
Alin kemudian menerima map yang berisi laporan keuangan restoran.
"Kalau gitu saya permisi dulu bu...kalau ada apa-apa ibu bisa panggil saya." Astri undur diri.
Astri menatap Melly tidak suka dengan wajah cemberut ia keluar dari ruangan Alin.
"Gue harus bisa rebut hati Alin biar gue bisa dekat dengan Zian." batin Astri yang masih berdiri di depan pintu ruangan.
"Kalau gitu aku kembali kerja dulu ya bu bos." ucap Melly.
"Iiih...kak Melly jangan gitu dong panggil Alin aja." Pinta Alin.
__ADS_1
"Tapi kan gak enak dengan yang lain."
''Biarin aja kak."
Mau tidak mau Melly menuruti kemauan Alin.
Setelah Melly kembali bekerja Alin mulai meneliti satu persatu laporan yang di berikan Astri. Sesekali Alin mengerutkan Alis nya saat melihat isi dari laporan tersebut.
"Kenapa banyak kesalahan dalam laporan ini." ucap Alin sambil memijit pelipisnya.
Sore ini Zian kembali ke restoran untuk menjemput Alin, baru saja ia masuk Astri langsung datang menghampirinya.
"Di mana adik saya? tanya Zian datar.
"Ada di dalam ruangan pak."Jawab Astri.
Zian langsung berlalu pergi tanpa menghiraukan Astri yang terus mengoceh.
"Dasar gak peka.." Gerutu Astri " Untung aja ganteng dan kaya kalau gak males gue."
Tanpa mengetuk pintu Zian langsung masuk kedalam dan ia melihat wajah Alin yang kusut.
"Apa yang membuat adik kakak sampai sekusut ini?" tanya Zian "Hari pertama kerja seperti nya sekacau ini."
"Hmmm....kak lihat deh banyak kesalahan dalam laporan ini, apa kakak gak pernah ngecek semua nya?" tanya Alin.
"Kakak sangat sibuk jadi gak sempat, kakak mempercayakan semua nya sama Astri." Jawab Zian.
"Astaga kak...kalau ada yang curang bagaimana?" tanya Alin kembali "Coba lihat semua nya kacau seperti di manipulasi."
Wajah Zian mulai berubah ia langsung mengambil alih apa yang di kerjakan Alin.
Dengan seksama Zian membaca setiap baris dalam laporan tersebut.
"Sampah macam apa ini....?" ucap Zian membanting kertas-kertas yang ada di tangan nya.
"Benarkan kak...Alin aja pusing."
__ADS_1
"Sudahlah, sebaiknya kita bahas ini besok kita pulang dulu sekarang besok kakak akan mengirim orang untu bantu kamu."
Alin hanya menurut omongan kakak nya,Setelah membereskan pekerjaan nya Alin langsung ikut pulang bersama kakak nya.