
Hari ini seperti biasa Lingga kembali menunggu Alin di depan apartemen nya, namun Lingga sedikit terkejut melihat Alin keluar bersama Zian.
Senyum Alin terus mengembang dari wajah cantik nya sesekali Alin tertawa dan memukul kecil lengan Zian.
Dan Lingga saat ini nampak sedih karena saat Alin hidup bersama nya tak sekali pun ia melihat senyum dan tawa Alin.
"Kamu bahkan sangat bahagia sekarang." lirih Lingga pelan.
Lingga kembali mengikuti Alin dan Zian yang sudah berada di dalam mobil.
Tak butuh waktu lama mobil yang di kendarai Zian berhenti di salah satu restoran.
Lingga bahkan mengikuti mereka sampai ke dalam restoran ia mencari tempat duduk lebih dekat dengan meja Alin. Dengan membelakangi Alin dan Zian, Lingga berharap bisa mendengar obrolan kakak beradik tersebut.
Saat ini Lingga sedikit gugup ia hanya berharap Zian dan Alin tidak mengetahui keberadaan nya di dekat mereka.
Lingga mulai menguping pembicaraan Zian dan Alin yang masih membahas soal pekerjaan.
"Bagaimana..?" tanya Zian.
" Apa nya bagaimana kak?" tanya Alin balik.
"Apa kamu udah siap untuk pulang ke Indonesia?"
" Alin sangat siap ka..Alin sangat merindukan tempat itu." jawab Alin sambil menyeruput minuman nya.
Lingga yang mendengar nya merasa sangat senang, senyum nya mengembang harapan untuk bertemu Alin akan segera terwujud.
__ADS_1
" Kakak sudah mempersiapkan kepulangan mu."
" Terimakasih kak."
"Malam ini penerbangan kita kakak harap kamu bisa menikmati waktu mu disini."
"Iya ka.. Alin tidak sabar untuk pulang." ucap Alin bahagia.
"Tapi ingat Alin...kakak gak mau kamu bertemu dengan Lingga."
Deg...
Ucapan Zian membuat Lingga terpaku, Andra benar pasti tidak mudah untuk bertemu Alin.
"Alin tahu kak."
"Kakak hanya tidak ingin kamu di sakiti nya lagi...kamu adik kakak satu-satunya kakak akan melakukan apa pun untuk melindungi mu dan membahagiakan mu."
Hanya jawaban singkat yang keluar dari mulut Alin dan Zian sangat paham dengan keadaan adiknya saat ini.
"Kalau begitu ayo kita pulang bukan kah kamu harus bersiap-siap." ajak Zian.
Akhir nya Alin dan Zian pergi, tapi tidak dengan Lingga ia masih berada di posisi nya mencoba menghubungi Andra.
"Iya..hallo." balas Andra.
"Siapkan penerbangan gue malam ini juga."
__ADS_1
"Ngapain lo pulang mendadak? Bilang nya mau ngikutin Alin terus?" tanya Andra.
"Alin dan Zian akan pulang malam ini."
"Apa...?" Andra sedikit terkejut mendengar ucap Lingga "Secapat ini...wah...wah.. dewi keberuntungan sedang menghampiri lo saat ini."
"Gak usah banyak bacot lakukan yang gue suruh."
"Baiklah."
Telpon terputus kemudian Lingga kembali ke hotel dia juga harus segera berkemas.
perasaan bahagia dan juga sedih menghantui Lingga otak nya berpikir keras memikirkan cara untuk bertemu Alin.
Lingga kembali mengambil ponsel milik nya dan menghubungi mamah nya dan memberi sedikit kabar.
"Hallo mah..."
"Bagaimana nak?" tanya Mayang penasaran.
"Lingga udah menemukan Alin, tapi Lingga hanya menatap nya dari jauh." ucap Lingga sedih.
"Tidak apa-apa nak..mamah yakin kalau niat kamu baik segala nya akan menjadi lebih baik." ucap Mayang menguatkan.
"Terimakasih mah..Lingga akan pulang malam inu juga karena Alin dan Zian akan kembali ke Indonesia malam ini juga."
"Ahhh....benarkah?" tanya Mayang tidak percaya.
__ADS_1
"Iya mah..kalau begitu Lingga bersiap-siap dulu.''
Telpon terputus Lingga membuang nafas kasar di hati nya saat ini hanya di penuhi harapan. Pertanyaan demi pertanyaan merasuki kepala nya akan kah Alin membenci diri nya atas Perlakuan Lingga dulu dan apakah Alin akan memaafkan kesalahan nya.