
Pagi ini Alin dan kakak nya sedang menikmati sarapan seperti biasa nya tak ada yang berubah sesekali mereka bercanda layak nya saudara.
"Kak...apa benar mas Lingga tadi malam ke sini?" tanya Alin tiba-tiba.
Zian langsung menghentikan aktifitas makan nya dan menatap ke arah adik nya.
"Iya.." Jawab Zian singkat.
"Apa kakak mengusir nya?" tanya Alin kembali.
"Kenapa? Lingga memang pantas di usir.
.sudah lah habis kan sarapan mu kakak ada janji dengan Jimmy." ucap Zian berlalu pergi meninggalkan Alin.
Alin hanya bisa menatap kepergian kakak nya selera makan nya menjadi hilang dan akhir nya Alin memutuskan untuk pergi ke kamar nya.
"Maafkan aku mas..aku bukan istri yang baik buat kamu." batin Alin.
Zian dan Jimmy sekarang sudah berada di salah satu tempat tongkrongan mereka saat zaman kuliah.
"Kenapa lo ngajak gue ketemu?" tanya Zian.
"Biarkan Lingga bertemu dengan istri nya." Ucap Jimmy sambil meneguk minuman kaleng nya.
"Gak bisa, Lingga udah benar-benar keterlaluan.''
"Jangan seperti itu..lo kan tahu selama ini Lingga terus mencari Alin bagaimana pengorbanan nya, gue tahu dia salah bahkan sangat salah tapi setidak nya Lingga sudah menyesali perbuatan nya, biar bagaimana pun Lingga masih sah suami adik lo. Kalau lo menentang sepeti ini lo yang akan berdosa membiarkan hubungan mereka tidak jelas." tutur Jimmy.
"Gue akan mengurus perceraian mereka."
"Jangan egois...biarkan mereka menyelesaikan urusan rumah tangga mereka sendiri."
"Gue kakak nya gue tahu yang terbaik buat adik gue."
"Gue tahu kalau lo kakak nya tapi yang terbaik buat lo belum tentu terbaik buat adik lo.Dengerin gue meski gue belum pernah nikah tapi sepengetahuan gue kalau rumah tangga itu pasti ada saja cobaan nya dan mungkin ini cobaan buat mereka, Lo sebagai saudara harus nya bisa menjadi penengah buat mereka."
"Entahlah..gue belum siap kalau harus kehilangan Alin untuk yang kedua kali nya lo tahu sendiri kalau dia keluarga satu-satunya yang gue punya." ucap Zian sedih.
"Biarkan mereka ketemu, Lo tahu kan kalau Lingga suka ngikutin Alin?"
"Apa yang gak gue tahu..bahkan saat di bandara pun gue tahu kalau dia yang duduk di sebelah Alin." ucap Zian sedikit tertawa "Kadang gue lucu aja lihat kelakuan Lingga."
Mereka tertawa bersama saat Zian menceritakan kelakuan Lingga yang suka mengikuti Alin ke mana pun Alin pergi.
"Dan asal lo tahu Jim..saat di Singapura gue kerjain habis-habisan, gue ajak Alin muter-muter dan bodoh nya Lingga ngikutin trus." Cerita Zian yang membuat Jimmy tertawa.
__ADS_1
"Dan si Andra pengikut setia Lingga terus saja ngusik gue buat ngasih tahu keberadaan Alin." hahahaha tawa Jimmy pecah.
Zian kembali ke kantor nya memikirkan kembali pembicaraan nya dengan Jimmy.
"Benar kata Jimmy gue sangat egois." batin Zian.
Akhirnya Zian merogoh saku nya mengambil ponsel milik nya lalu menghubungi Lingga.
Mereka berjanji akan bertemu di salah satu danau untuk membahas hubungan Lingga dan Alin.
"Kenapa ngajak gue ketemuan di sini?" tanya Lingga sambil menatap indah nya danau di tengah kota.
"Biar lebih segar aja." Jawab Zian.
"Apa yanh ingin lo bahas?" tanya Lingga kembali.
"Masalah hubungan lo dan adik gue sebaiknya lo selesaikan sendiri." ucap Zian tiba-tiba.
"Apa yang merubah pikiran lo?" tanya Lingga santai.
"Gue gak mau jadi orang yang paling egois dalam hal ini gue tahu kalian sama-sama menderita."
Lingga hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Zian.
"Maafkan gue, sebenarnya gue juga gak tahu kalau Alin senekat itu waktu itu gue hanya menggertak dia karena sebenarnya yang gue benci adalah orang tua nya bukan dia."
"Tapi tetap saja cara lo salah bre*gsek." Bentak Zian.
"Gue minta maaf..lo kan tahu kalau waktu itu gue cinta-cinta nya sama Alana."
"hahaha....Perempuan bunglon gitu lo cintai setengah mati." Zian tertawa.
"Sialan lo...andai aja orang tua gue memberitahukan alasan yang sesungguh nya gue gak akan nyakitin Alin." ucap Lingga menyesal.
"Maksud lo?" tanya Zian penasaran.
"Alin di gadaikan oleh ayah nya kepada papah gue karena ayah nya mengancam untuk menjual Alin ke tempat pelacuran, karena orangtua gue kenal Alin sejak kecil mereka akhirnya menuruti kemauan ayah nya Alin
Tapi setelah berhasil mendapatkan uang dari bokap gue ayah Alin berniat menjual Alin kembali dengan orang lain dan hal itu di ketahui bokap gue setelah itu nyokap bokap gue memutuskan untuk menikahkan kami berdua karena nyokap gue juga gak suka sama Alana." Jelas Lingga.
Zian hanya tertegun mendengar penjelasan Lingga selama ini ia hanya tahu cerita kasar nya saja dari Alin.
"Kali ini gue memberi lo kesempatan tapi kalau sekali lagi lo sakitin adik gue jangan harap lo bisa makan dengan tenang." ancam Zian.
"Terimakasih..lo sahabat baik gue juga kakak ipar gue dan gue janji akan bahagiakan Alin." ucap Lingga bersemangat.
__ADS_1
"Tapi...tentang Alin nerima lo kembali atau tidak gue harap lo bisa nerima keputusan nya."
"Gue akan berusaha semampu gue."
"Dan satu lagi rahasiakan pertemuan kita hari ini jangan sampai Alin mengetahui nya."Pinta Zian.
"Kenapa?" tanya Lingga yang mengerutkan alis nya.
"Ya...karena gue menentang hubungan kalian selama ini bahkan gue melarang Alin buat ketemu dengan lo ngerti."
"Jadi lo ngerestuin gue gitu?" tanya Lingga memastikan.
"Mau lo gimana? gue ngajak Alin pergi jauh lagi nyembunyiin dia lagi gitu?"
"Ehhh...jangan sialan lo, kesel gue."Ucap Lingga.
"Harus nya gue yang kesal ama lo bisa-bisa nya adik gue punya suami kaya lo."
"Tapi kan gue ganteng kaya kurang apa lagi?"
"Sialan lo...awas lo nyakitin adik gue."
Akhirnya Lingga pulang dengan perasaan sangat bahagia bahkan ia selalu tersenyum saat memasuki loby kantor nya. Karyawan yang melihat bos mereka merasa aneh karen bos mereka tidak pernah tersenyum seperti ini sebelum nya bahkan Lingga menyapa beberapa karyawan yang perpapasan dengan diri nya.
Lingga masuk ke dalam ruangan nya sambil bersenandung kecil dan Andra yang melihat kelakuan Lingga hanya bisa menggelengkan kepala nya.
"Apa yang membuat lo sebahagia ini bukan nya tadi malam galau berat." tanya Andra.
"Gue dapat restu." teriak Lingga sambil memeluk sahabat nya itu.
"Restu apaan maksud lo.?" tanya Andra mendorong tubuh Lingga.
"Zian..tadi dia ngajak gue ketemuan dan dia ngasih gue kesempatan buat bahagian Alin istri gue." Jawab Lingga bersemangat.
"Beneran lo...wah kalau gitu gue ikut senang dan lo harus berterima kasih sama Jimmy." Ucap Andra.
"Iya...gue tahu ini pasti bantuan dari dia...ahh Jimmy emang yang paling bijak di antara kita."
"Terus setelah ini apa rencana lo?"
"Melakukan hal-hal kecil untuk Alin dan itu rahasia."
"Sialan lo." celetuk Andra.
Akhirnya hari ini Lingga bekerja dengan penuh kebahagiaan tinggal selangkah lagi Alin akan kembali ke pelukan nya kembali.
__ADS_1