Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
60.Buat Apa Coba?


__ADS_3

Semilir angin tembus menusuk daging berlapis kulit hingga ke tulang, dengan kedua tangan nya Alin meringkuk di atas kursi agar tubuh nya terasa hangat.


Saat ini jam masih menunjukan pukul 05:30 pagi, namun wanita itu memilih bangun dari tidur dan duduk di taman yang berada di halaman samping rumah.


"Sedang apa kamu disini?" Tanya pria yang baru saja bangun dari tidur nya.


Lingga langsung memeluk tubuh istri nya, memberikan kehangatan.


"Mas kenapa sudah bangun?" Tanya balik Alin.


Lingga menjatuhkan kepala nya di pundak Alin "Saat aku tidur, aku ingin memeluk mu tapi kamu gan ada ya udah aku cari eh ternyata kamu di sini ngapain?"


"Hanya kepikiran kakak mas." Jawab Alin lirih.


Lingga tak menanggapi ucapan istri nya, pria itu malah mengajak istri nya untuk kembali ke kamar "Ayo masuk di sini sangat dingin." Ajak nya.


Alin hanya menurut ucapan suami nya, sesampai nya di dalam kamar, Lingga mengajak istri nya untuk tidur kembali.


"Sudah pagi mas." Ujar Alin.

__ADS_1


"Mas tahu kamu pasti gak tidur semalaman, jadi sekarang kamu tidur lagian hari ini kan hari libur."


Benar kata Lingga, istri nya memang tidak bisa tidur, wanita itu berpikir keras tentang apa yang terjadi pada keluarga nya selama ini.


Tubuh Alin yang mulai menggigil, membuat ia langsung masuk kedalam selimut dan memejamkan mata nya kemudian di temani pelukan hangat sang suami membuat Alin dengan cepat memejamkan mata.


Lingga hanya menemani istri nya untuk tidur, pria itu juga berpikir tentang keselamatan istri nya. Bagi Lingga kehadiran Hendra dan Ratih yang tiba-tiba pasti akan membuat masalah besar besar.


Lingga mencoba memindahkan kepala istri nya ke bantal dengan hati-hati, karena ia tidak ingin membangun kan Alin. Setelah itu Lingga bergegas mencuci muka kemudian turun untuk sarapan.


"Loh istri kamu mana Ling?" Tanya Mayang yang melihat Lingga turun sendiri.


"Tidur mah, Alin gak tidur semalaman gara-gara kejadian di rumah kakak nya." Ujar Lingga.


Kemudian Lingga menceritakan semua yang terjadi saat mereka di rumah Zian.


"Papah harap kamu bisa menjaga Alin." Ujar Angga "Istri mu sudah terlalu menderita selama ini."


"Kalau perlu kamu harus mengirim pengawal untuk menjaga istri mu, mamah rasa mereka orang jahat." Sambung Mayang.

__ADS_1


Lingga tak menjawab ucapan orang tua nya, ia hanya menikmati sarapan nya sambil memikirkan nasib Alin.


Selesai sarapan, Lingga langsung kembali kemar untuk memastikan keadaan istri nya.


Di ruang kerja milik Lingga, Andra sudah menunggu sejak sepuluh menit yang lalu.


"Ada masalah apa yang membuat lo nyuruh gue pagi-pagi ke sini." Tanya Andra sedikit kesal.


"Gue mau lo cariin bodyguard buat Alin." Pinta nya.


" Buat apa coba?" Tanya Andra yang belum mengerti.


"Firasat gue mengatakan kalau Alin dalam bahaya bahkan nyawa nya terancam.''


"Jangan ngomong sembarang lo, dia istri lo Lingga." Ujar Andra tidak terima dengan ucapan Lingga.


Lingga kemudian menceritakan kembali kejadian di rumah Zian. Andra, pria itu hanya mendengar tidak percaya " Kalau begitu Zian juga dalam bahaya." Ucap Andra "Lo tenang aja gue akan rekomendasi kan bodyguard hebat untuk mengawal istri lo."


"Gue rasa gitu, Karena saat tante Ratih tahu kalau Kia atau Alin sudah di temukan, gue mengamati wajah nya yang keget juga mulai pucat tapi perempuan tua itu dengan cepat mengalihkan nya."

__ADS_1


Andra hanya membuang nafas kasar "Kapan bahagia nya coba kalau kalian terus seperti ini."


Lingga hanya diam tak menanggapi, pikiran nya menerawang jauh tentang apa yang di alami istri nya selama ini. Hanya ada lirih kata maaf yang terbesit di dalam hati nya, seakan penyesalan selalu menghantui diri nya setiap saat.


__ADS_2