
Sesampai nya di rumah, tiba-tiba saja Alin memuntahkan semua isi perut nya membuat seisi rumah menjadi khawatir terutama Lingga.
"Apa makanan nya beracun?" Tanya Lingga panik "Tapi aku gak kenapa-kenapa."
"Cepat panggil dokter." Perintah Mayang tak kalah khawatir.
Tak lama kemudian dokter Jimmy datang dan langsung memeriksa Alin yang sudah lemas bahkan wajah nya sangat pucat.
"Apa yang terjadi?" Tanya Lingga.
"Sebaik nya istri lo di periksa ke dokter kandungan." Ujar Jimmy.
"Maksud lo apa bicara yang jelas."
Mayang memukul lengan anak nya "Sabar gak usah marah-marah." Tegur Mayang.
"Kemungkinan istri lo hamil tapi untuk lebih jelas nya periksalah ke dokter kandungan." Jelas Jimmy.
Lingga sontak melompat ke tubuh Jimmy bahkan ia bersorak riuh saat mendengar ucapan Jimmy.
"Breng*ek jijik gue." Ujar Jimmy sambil mendorong tubuh Lingga.
"Aku juga jijik melihat nya Jim." Ucap Alin pelan.
Lingga menghampiri istri nya kemudian mencium tanpa malu di depan mamah nya dan Jimmy.
"Nasib jomblo." Ujar Jimmy.
__ADS_1
Semua hanya tertawa mendengar ucapan Jimmy.
"Sebaik nya sekarang kita ke rumah sakit mamah gak sabar mendengar kabar yang sesungguh nya." Ujar Mayang dan di iyakan oleh Lingga.
Lingga menggendong Alin sampai ke mobil, bahkan tangan nya tak lepas menggenggam tangan Alin.
Sesampai nya di rumah sakit, Lingga langsung menemui dokter kandungan. Dokter Tya langsung memeriksa Alin.
"Selamat pak, nyonya Alin positif mengandung dan usia kandungan nya sudah memasuki minggu ke dua." Jelas dokter Tya.
Lingga langsung memeluk istri nya juga tak lepas mencium punggung tangan istri nya. Mayang, wanita paruh baya itu sampai meneteskan air mata bahagia nya.
"Mamah punya cucu juga akhir nya." Ucap Mayang juga memeluk menantu nya.
"Apa mamah bahagia?" Tanya Lingga.
Lingga hanya bisa mendengus, sedangkan Alin dan dokter Tya hanya bisa cekikikan melihat kelakuan ibu dan anak itu.
Ligga kembali menggendong istri nya sampai mobil, meski Alin menolak namun pria itu bersikekeh ingin menggendong Alin.
"Papah jangan sampai tahu ya mah." Ujar Lingga "Lingga ingin mengundang Zian dan Melly makan malam di rumah untuk memberikan kabar bahagia ini."
"Iya ....iya..." Jawab Mayang.
Sesampai nya di rumah, Lingga tak lepas dari istri nya, ia terus saja mengusap perut istri nya yang masih rata.
"Berhentilah mas aku sangat geli." Tegur Alin karena Lingga terus saja mencium perut istri nya.
__ADS_1
"Ini anak ku buah cinta kita jadi akh berhak atas dia." Ujar Lingga.
"Aku tahu dia anak mu buah cinta kita masa buah cinta tetangga." Goda Alin membuat tatapan suami nya setajam pisau cutter.
Makan malam sudah tertata rapi di atas meja, Meraka hanya menunggu kedatangan Zian dan Melly, namun tak berapa lama yang di tunggu akhir nya datang.
"Emmm...ada acara apa kok ngundang nya tiba-tiba." Tanya Zian penasaran.
"Sebelum nya gue ingin memberi kabar bahagia maka nya gue mengundang kalian untuk makan malam di sini." Uajr Lingga.
"Ada apa sih sebenar nya." Tanya Angga yang juga penasaran.
"Alin hamil." Teriak Lingga tiba-tiba sehingga membuat semua orang terkejut.
Lingga bahkan berjoget ria tanda bahagia begitu pun dengan Angga, pria tua itu langsung memeluk anak nya.
"Top care juga kamu." Ujar Angga.
Zian dan yang lain nya hanya tertawa melihat kelakuan anak dan ayah itu, bahkan beberapa pembantu yang melihat kelakuan mereka juga ikut tertawa.
Zian menghampiri adik nya kemudian memeluk Alin "Selamat adik kakak, sekarang kamu akan menjadi seorang ibu kakak sangat bahagia.
"Terimakasih kak Alin juga."
Melly juga ikut memeluk adik ipar nya"Selamat adik ipar dan doakan semoga kakak ipar mu ini segera menyusul mu."
Ucapan Melly di amin semua orang, membuat ia merasa terharu melihat kebaikan keluarga Nugraha dan Anggara.
__ADS_1
Makan malam berlanjut dengan penuh suka cita, senyum bahagia terhias jelas di wajah mereka.