
Kilau sinar matahari menembus dinding kaca, debur ombak seakan menjadi lagu indah di antara syahdu nya penyatuan cinta Lingga dan Alinda.
Lingga yang sudah bangun sedari tadi masih betah berada di samping istri nya yang masih tertidur pulas. Lingga mengusap lembut pipi Alin membuat wanita yang baru saja melepas segala nya itu terbangun.
"Kamu begitu lelah sayang membuat tidur mu sangat nyenyak." Ujar Lingga tersenyum melihat istri nya yang baru saja membuka mata.
Alin mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, sontak mulut nya terngaga otak nya buntu saat melihat diri nya tanpa memakai sehelai benang pun.
Lingga tertawa melihat istri nya yang kaget " Sudahlah, jangan malu lagian aku sudah mencicipi nya." Goda Lingga.
Alin melemparkan bantal ke arah suami nya " Memang nya aku soto ayam apa." Kesal Alin yang di balas tawa oleh suami nya.
Alin mencoba bangun dengan maksud hati untuk pergi mandi namun ada rasa perih saat langkah pertama nya. Tanpa aba-aba Lingga langsung menggendong tubuh istri nya, sontak membuat Alin terkejut bahkan sangat malu.
"Kita mandi berdua." Ucap pria tampan itu.
"Tidak, aku mandi sendiri." Ujar Alin gugup.
"Kenapa?"
"Aku malu." Lirih Alin.
Lingga tertawa "Sayang jangan malu, aku sudah melihat semua yang ada pada diri mu."
__ADS_1
Lagi-lagi Alin hanya bisa merona menahan malu saat mendengar ucapan suami nya.
Mandi berdua pun akhir nya terjadi, ingat ya hanya mandi tidak lebih.🤣
Setelah selesai dengan aktifitas mandi, mereka sudah rapi dan saat ini, pasangan yang sedang berbahagia itu sedang menikmati sarapan di temani dengan pemandangan hamparan laut luas.
"Mau jalan-jalan atau di kamar aja?" Tanya Lingga seraya tersenyum licik.
"Aku mau jalan-jalan mas, lagian selama ini aku gak pernah liburan di dalam negeri sayang kalau di lewatkan."
"Tapi kamu masih sakit."
"Udah gak kok." Jawab nya singkat.
Lingga sangat bahagia saat melihat Alin tersenyum dan tertawa, wanita itu seakan lupa bahwa kaki nya tidak boleh terlalu lelah.
Alin dan Lingga keluar masuk ke toko pernak pernik yang berada di pinggiran pantai.
"Sayang ayo kembali ke hotel." Pinta Lingga.
"Lima menit lagi mas." Ujar Alin saat melihat-lihat barang-barang yang akan di beli nya sebagai oleh-oleh.
"Sayang, nanti kaki kamu sakit lagi loh." Ujar Lingga yang masih membujuk istri nya.
__ADS_1
Mau tak mau Alin mendengarkan ucapan suami nya "Mas gendong, aku lelah." Pinta nya.
Lingga hanya tersenyum membungkukan tubuh nya kemudian Alin mengalungkan kedua tangan nya ke leher suami nya.
Butuh waktu 10 menit untuk mereka sampai ke kamar hotel.
"Mas kamu capek ya?" Tanya Alin saat melihat keringat suami nya yang sebesar biji jagung.
"Tidak sayang, apa pun untuk mu." Jawab pria yang sudah menarik istri nya ke dalam pelukan nya "Terimakasih telah membuat ku bahagia, aku gak pernah sebahagia ini sebelum nya." Lingga mencium pucuk kepala istri nya.
"Terimakasih juga mas." Ujar Alin " Aku juga sangat bahagia." Sambung nya.
"Sekarang kamu mandi terus istirahat, besok aku akan mengajak mu jalan-jalan lagi."
"Kita hanya tiga hari ya mas?" Tanya Alin yang mulai cemberut.
"Maafkan aku sayang, kerjaan di kantor menumpuk kamu tahu sendiri aku sering kali gak masuk kerja."
Alin membuang nafas panjang "Aku mengerti mas, maafkan aku."
"Lain kali mas akan mengajak mu liburan ke mana pun kamu mau."
"Terimakasih mas." ucap Alin yang tersenyum kembali.
__ADS_1
Alin dan Lingga langsung pergi untuk membersihkan diri setelah itu mereka langsung beristirahat, merebahkan tubuh yang seharian tidak berhenti bergerak.