Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
51.Ulang Tahun


__ADS_3

Satu minggu kemudian, hari yang di tunggu akhir nya tiba Zian sengaja menggelar pesta mewah untuk sang adik di hotel Ananta milik keluarga nya. Alin sudah bisa berjalan namun ia tidak bisa berdiri terlalu lama.


Alin nampak cantik dengan gaun putih dan mahkota kecil yang menghiasi diri nya, polesan make up tipis nampak cocok di wajah Alin. Lingga dan Zian juga terlihat tampan dengan setelan jas berwarna senada dengan Alin, begitu juga dengan Melly sangat cantik berbalut gaun dengan warna sama.


Lingga dan Zian tak berkedip saat melihat orang yang mereka cintai berdandan sangat cantik.


Alin dan Melly yang mendapat tatapan dari kedua pria nya merasa malu dan merona " Mas kak berhenti menatap kami." Tegur Alin yang membuat Lingga dan Zian mengalihkan pandangan nya.


"Kamu sangat cantik sayang." Ujar Lingga menghampiri istri nya.


"Iya...kalian sangat cantik." Sambung Zian.


"Kak apaan sih ngerayain ulang tahun Alin segini mewah nya?" Tanya Alin yang agak kesal.


"Bahkan aku bisa membuat yang lebih mewah sayang tapi kakak mu ini menghalangi ku." Ujar Lingga.


"Sudahlah ayo semua tamu sudah menunggu."


Mereka akhirnya menggandeng tangan pasangan mereka masing-masing, semua tamu terlihat takjub dengan kehadiran Meraka yang sangat serasi.


Lingga sudah menyediakan tempat duduk untuk istri nya karena ia tidak ingin melihat istri nya kelelahan.


"Ya Allah mantu mamah cantik banget." Ujar Mayang "Barakallah fii umrik sayang semoga kamu sehat selalu murah rezeki apa pun yang kamu cita-cita kan segera terwujud dan cepat dapat momongan."


Alin tersipu malu mendengar ucapan terakhir dari mertua nya " Terimakasih mah."

__ADS_1


"Selamat ulang tahun sayang, papah doakan yang terbaik untuk rumah tangga kalian." Sambung Angga.


"Terimakasih pah."


"Wah...ini yang cantik siapa kok gak di kenalin." Ujar Mayang yang melihat Melly.


"Saya Melly tante om." Melly menjabat tangan kedua orang tua Lingga.


"Dia calon istri saya mah pah." Jelas Zian.


"Wah...selamat Zian akhirnya kamu laku juga." Ujar Angga menepuk pundak Zian.


"Memang nya kakak ipar ku ini barang pah." Gerutu Lingga.


Mereka semua tertawa bahagia malam ini, semua tamu kemudian memberi ucapan selamat kepada Alin. Tak tanggung-tanggung Lingga dan Zian mengundang semua karyawan dan kolega bisnis mereka masing-masing. Acara yang begitu meriah dengan kehadiran penyanyi dari luar negeri membuat pada tamu betah di tambah hidangan yang berkelas membuat nama Ananta Nugraha dan Anggara semakin bersinar.


Setelah pesta selesai Lingga mengajak istri nya ke kamar karena malam ini mereka semua menginap di hotel. Zian dan Melly yang berada di kamar Alin ikut membantu membuka satu persatu kado dari tamu.


Zian yang telah mempersiapkan sebuah kado dari jauh hari langsung memberikan nya kada sang adik "Lihat lah." Ujar Zian sambil membawa kado yang berukuran besar.


Alin terlihat bingung dengan benda yang di bawa kakak nya "Apa ini?"


" Buka saja."


Merasa penasaran Alin yang di bantu suami nya langsung merobek kertas kado yang menutupi benda besar itu.

__ADS_1


Figura ya sebuah figura berukuran besar yang terlihat jelas wajah Alin bersama keluarga nya. Alin meneteskan air mata melihat figura yang berada di depan.


"Bagaimana kakak melakukan ini semua?" Tanya Alin yang terharu.


"Maafkan kakak...kakak tahu ini tidak mahal tapi kakak berusaha agar kamu bisa bahagia, kakak menyuruh orang mengedit foto kamu biar kamu ada di foto keluarga kita begitu juga dengan kakak. Lihatlah sayang keluarga kita utuh sekarang." Ujar Zian memeluk adik nya.


"Gak kak buat Alin ini adalah kado yang paling mahal terimakasih." Ujar nya sambil membalas pelukan sang kakak.


Lingga dan Melly terharu melihat ikatan antara kakak dan adik itu.


"Sudah gak usah sedih." Ujar Lingga "Ini kado buat kamu dari suami tampan mu ini." Lingga memberikan sebuah kotak kecil yang terlihat mewah kepada Alin, kemudian Alin membuka kotak tersebut, mata nya kembali berbinar melihat apa yang ada di dalam kotak mewah itu.


"Ini cincin buat kita lihat lah ada inisial nama kita masing-masing dan ini juga kalung di dalam berlian ini juga ada inisial nama kita."


Alin langsung memeluk suami nya, malam ini ia sangat bahagia mendapat kado yang luar biasa dari orang yang ia sayang. Lingga memakaikan perhiasan ke jari manis istri nya dan juga keleher istri nya. Alin terlihat semakin cantik dan menawan.


"Ini dari kakak mungkin gak mahal tapi kakak harap kamu mau menerima nya." Ujar Melly sambil menyerahkan paper bag.


"Terimakasih kak Alin pasti terima apa pun itu."


Alin kemudian membuka hadiah dari Melly, ia sangat senang mendapatkan satu set peralatan make up ternama dari Melly.


"Ini sih gak mahal apa nya kak make up gini mah harga nya lumayan." Ujar Alin.


"Kamu tenang aja kan ada kakak mu yang ganti." Goda Melly sambil melirik Zian.

__ADS_1


Setelah selesai membuka semua kado, Zian dan Melly kembali ke kamar mereka masing. Lingga dan Alin langsung beristirahat karena tubuh mereka sangat lelah.


__ADS_2