Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
43.Menggendong


__ADS_3

Seminggu berlalu, kembali seperti biasa Lingga hanya memantau Keadaan istri nya secara sembunyi-sembunyi. Pria itu benar-benar merasakan bagaimana sakit nya di acuhkan dan di benci sekarang.


Pagi ini rumah sangat sepi karena Lingga dan Zian sudah berangkat ke kantor, sedangkan Melly izin untuk menghadiri acara kelulusan adiknya.


Jam menunjukan pukul delapan pagi Alin baru saja membuka mata nya, ia merasa ingin buang air kecil, dengan hati-hati Alin menarik kursi roda yang berada tak jauh dari tempat tidur nya. Alin sudah bisa pergi ke kamar mandi tanpa bantuan dari orang lain. Sesampai nya di kamar mandi Alin mulai memindahkan tubuh nya ke atas closed duduk namun naas kaki Akin sangkut pada injakan kursi roda dan membuat Alin jatuh sehingga membuat kepala nya terbentur pinggiran closed. Benturan yang lumayan keras membuat Alin tidak sadarkan diri.


Bu Sita yang merasa Alin belum turun untuk sarapan mulai merasa khawatir. Dengan cemas Bu Sita menuju kamar Alin untuk memastikan keadaan majikan nya itu. Bu Sita memanggil nama Alin namun tidak ada sahutan dari dalam kamar, dengan perasan yang semakin cemas bu Sita memberani kan diri untuk masuk namun ia tidak menemukan Alin. Bu Sita langsung mengecek kamar mandi untuk memastikan keberadaan Alin. Bu Sita begitu terkejut saat melihat majikan nya itu tidak sadarkan diri dengan sedikit memar di kening Alin. Wanita paruh baya itu kemudian mencoba membangun kan Alin tapi tidak ada respon. Bergegas ia berlari memanggil pak Danu.


"Kenapa bisa seperti ini?" Tanya pria paruh baya itu.


"Aku juga tidak tahu pak ayo sekarang kita bawa kerumah sakit." Ujar Bu Sita panik.


Pak Danu langsung membopong tubuh Alin dan memasukan nya ke dalam mobil.


Pasangan suami istri itu cukup panik dengan keadaan Alin.


"Ya Allah...baru saja keluar dari rumah sakit sekarang masuk lagi." Ujar bu Sita sambil meneteskan air mata.


"Sudah, sebaiknya kamu hubungi tuan muda Zian." Ujar Pak Danu.


Di kantor Zian, pria itu sedang melakukan meeting bulanan dengan semua staf perusahaan nya. Zian yang mendengar ponsel nya terus bebunyi langsung mengangkat nya. Kabar yang baru saja ia dapat membuat Zian langsung menghentikan pekerjaan nya dan langsung menuju ke rumah sakit.


Sesampai nya di rumah sakit Zian dan Juga Lingga yang sudah di hubungi sebelum nya dengan panik langsung berlari menghampiri Sita dan Danu yang sudah berada di depan ruangan IGD.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada Alin?" Tanya Zian dan Lingga bersamaan.


"Nona Alin kemungkinan jatuh di kamar mandi tuan." Ujar Bu Sita sambil menangis.


"Kenapa bisa kok bu Sita gak tahu?" Tanya Lingga panaik.


"Saya awal nya juga cemas karena nona Alin belum turun kebawah untuk sarapan, karena khawatir saya memutuskan untuk menyusul nona tapi sesampainya di kamar saya sudah menemukan nona Alin tidak sadar kan diri." Terang Sita.


"Sudahlah bu ini bukan salah ibu semua ini musibah." Ujar Zian.


Tak berapa lama dokter yang menangani Alin keluar.


"Gimana keadaan Alin?" Tanya Zian dan Lingga khawatir.


"Alin baik-baik saja tidak ada yang perlu di khawatir kan." Ujar Jimmy.


"Alin sudah siuman sebaikanya kalian lihat dia dulu."


Tanpa mendengar ucapan Jimmy, Lingga langsung berlari masuk ke dalam ruangan juga di susul oleh Zian dan Jimmy.


"Apa yang sakit?" Tanya Lingga yang langsung menghampiri Alin.


"Tidak ada." Jawab nya ketus sambil mengubah posisi nya menjadi duduk.

__ADS_1


"Syukurlah." Ucap Lingga dan Zian bersamaan.


"Alin sudah boleh pulang kok." Ujar Jimmy.


"Ya udah sekarang kita pulang ya kamu juga belum makan dari pagi." Ujar Zian.


Zian yang ingin menggendong Alin tiba-tiba di tolak oleh Alin.


"Biar dia yang menggendong ku." Ucap Alin menunjuk Lingga.


sontak saja membuat ke tiga pria itu saling tatap mendengar ucapan Alin.


"Maksud kamu apa?" Tanya Zian tidak mengerti.


"Biar kan dia yang menggendong ku." Ucap Alin kembali " Bukan kah dia suami ku sudah seharusnya dia menjalankan kewajiban nya."


Lingga kemudian langsung menghampiri istri nya, ada perasaan bahagia di hati Lingga saat mendengar ucapan istri nya.


"Maaf." Ujar Lingga yang langsung menggendong Alin dan berjalan keluar.


Zian dan Jimmy langsung mengikuti langkah Lingga dari belakang.


"Jim...lo yakin adik gue gak kenapa-kenapa kan?" Bisik Lingga pada Jimmy.

__ADS_1


"Lo lihat aja sendiri nanti." Jawab Jimmy tersenyum licik.


Zian hanya menggelengkan kepala menanggapi ucapan Jimmy seakan mengerti dengan ucapan sahabat nya itu.


__ADS_2