Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
45.Kalau Tidak Boleh?


__ADS_3

Menjelang sore Lingga mengajak Alin untuk pulang, Lingga merasa bahagia bisa bersama-sama dengan istri nya hari ini. Di dalam mobil, perjalanan menuju rumah Alin tertidur akibat kelelahan. Sesampai nya di rumah Lingga langsung menggendong istri nya yang masih terlelap.


"Dari mana?" Tanya Zian tiba-tiba "Trus adik gue lo apain sampai pingsan gitu?"


"Nanti aja gue jawab nya." Ujar Lingga berlalu menuju kamar istrinya.


"Dasar." Umpat Zian.


Lingga merebahkan tubuh istri nya dengan hati-hati, pria itu menatap lekat wajah cantik istrinya dan kemudian mengecup kening istrinya.


Di ruang keluarga Zian sudah menunggu Lingga untuk mendapatkan penjelasan tentang hari ini.


Lingga menjatuhkan bobot tubuh nya di sofa berhadapan dengan kakak ipar nya "Gue habis ngajak Alin jalan-jalan, dia merasa bosan berada di rumah."


"Salah gue juga saking sibuk nya gak pernah ngajak dia keluar rumah." Ucap Zian menyesal.


"Sudahlah, Alin itu sangat pengertian." Ujar Lingga "Gue mandi dulu gerah."


Lingga masuk ke kamar nya begitu juga dengan Zian yang memilih melanjutkan pekerjaan nya. Setelah selesai membersihkan diri Lingga kembali ke kamar istri nya untuk melihat keadaan Alin.


"Kenapa bangun? apa ada yang sakit?" Tanya pria itu saat melihat istrinya sedang meraih kursi roda.


"Tubuh ku serasa lengket mas aku mau mandi."


"Boleh aku menyiapkan air hangat untuk mu." Ijin Lingga, ia sangat hati-hati saat bicara pada istri nya saat ini.


"Kalau tidak boleh." Goda Alin membuat Lingga terdiam "Aku bercanda." Ucap nya kembali.

__ADS_1


Lingga tersenyum dan langsung masuk ke kamar mandi, ia menyiapkan air hangat di dalam bathtub. Setelah semua selesai Lingga kembali menghampiri sang istri dan langsung menggendong Alin menuju kamar mandi.


"Mandi lah nanti aku mau kebawah sebentar." Ujar Lingga yang sudah mendudukan Alin.


Lingga kemudian keluar dari kamar istri nya dan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk istri nya.


"Tuan Lingga ada yang bisa saya bantu?" Tanya Bu Sita yang melihat Lingga berada di dapur.


"Saya mau menyiapkan makan malam buat istri saya bu."


Sita merasa heran dengan sikap para majikan nya hari ini "Biar ibu saja yang menyiapkan."


"Terimakasih bu."


Lingga membawa piring yang berisi makanan dan segelas susu menuju kamar istri nya. Lingga menaruh bawaan nya di atas nakas, kemudian kembali ke kamar mandi.


"Iya." Jawab nya singkat.


Lingga kembali menggendong tubuh sang istri dan mendudukan nya di pinggir tempat tidur.


"Mau ganti baju dulu atau makan dulu?"


"Ganti aja dulu."


"Baiklah aku akan menyiapkan pakaian mu sebentar." Lingga menyiapkan pakaian istri " Pakailah aku akan menunggu di luar." Ucap Lingga berlalu ke luar kamar.


Alin hanya menatap punggung suami nya yang sudah menutup pintu, wanita itu terdiam sejenak dan berpikir.

__ADS_1


"Aku tahu kamu laki-laki baik mas..maafkan aku,kali ini aku ingin melihat seberapa besar kamu berjuang untuk ku." Batin Alin.


Lima menit kemudian Lingga masuk kembali, pria itu dengan setia menunggu perintah istri nya yang dulu begitu ia benci.


"Aku boleh menyuapi mu makan?" Tanya Lingga menatap wajah istrinya.


"Aku bisa makan sendiri." Ujar Alin yang meraih sendok.


"Ku mohon, biar kan aku mengurus mu." Pinta pria yang berwajah tampan.


Alin merasa bersalah melihat suami nya, ia langsung memberikan sendok yang sudah ia pegang.


Dengan penuh senyum Lingga langsung menyendok makanan untuk istri nya. Dari balik pintu kamar Zian yang melihat adik nya mulai menerima Lingga kembali merasa sangat bahagia.


"Minum susu nya." Ujar Lingga menyodorkan segelas susu hangat.


"Terimakasih mas." Ujar Alin menerima segelas susu " Tidur lah di sini mas temani aku." Pinta nya.


Lingga hanya menatap wajah istri nya, Jantung nya berpacu sangat cepat saat mendengar permintaan sang istri.


"Apa kamu mau pulang? atau kamu tidak mau?" Tanya Alin kembali.


"Tidak...tidak mas akan menemani mu bukankah seharus nya suami istri itu tidur dan tinggal bersama." Ucap Lingga.


Alin hanya tersenyum malu entah kenapa jantung nya pun ikut berdetak dengan kencang.


"Istirahat lah kamu pasti lelah." Pinta pria itu.

__ADS_1


Malam ini mereka kembali tidur bersama layak nya pasangan suami istri, Alin dan Lingga sebenarnya merasa canggung karena pernikahan yang sudah berusia hampir tiga tahun namun rumah tangga mereka tidak seperti yang di harapkan.


__ADS_2