Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
78.Aneh-aneh


__ADS_3

π‘Ίπ’†π’Žπ’π’ˆπ’‚ π’ƒπ’‚π’‰π’‚π’ˆπ’Šπ’‚ 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 π’•π’†π’“π’„π’Šπ’‘π’•π’‚ π’Žπ’†π’”π’Œπ’Š π’Œπ’†π’„π’†π’˜π’‚ 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒍𝒖 π’ƒπ’†π’“π’”π’‚π’Žπ’‚ π’π’šπ’‚.


π‘΅π’Š 𝑹


Zian Bergegas menuju rumah adik nya, pria iti sedikit gusar memikirkan Alin, ia tidak mau kalau adik nya menangung beban pikiran atas apa yang terjadi sekarang apa lagi saat ini adik nya sedang mengandung.


"Kakak....." sapa Alin kemudian menghampiri kakak dan ke dua mertua nya.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Zian khawatir.


"Istri gue baik-baik aja sehat gak sakit juga gak gila." jawab Lingga.


"Sialan lo." umpat Zian "Gue jauh-jauh kesini khawatir dengan keadaan Alin dengan berita ini."


"Alin baik-baik aja." sambung Mayang "Malah dia sangat bersyukur karena yang jahat akhir nya berakhir."


Zian bernafas lega, "Syukur lah kalau begitu." ucap nya "Mereka akan menerima hukuman sangat lama atas perbuatan mereka."


"Mereka harus mendapatkan hukuman yang setimpal." sambung Angga.


Setelah memastikan keadaan adik, Zian langsung berpamitan pulang, karena ia tahu kalau istri nya juga sedang khawatir.


Sesampai nya di rumah, Zian langsung menghampiri istri dan mertua nya.


"Mas...." ujar Melly "Kamu gak kenapa-kenapa kan?" tanya nya khawatir.

__ADS_1


"Tidak, semua baik-baik aja."


"Ibu sangat tegang saat menonton berita itu." ujar Marwah ibu Melly.


"Gak usah di pikirkan bu semua udah selesai."


Kemudian Melly mengajak suami nya pergi ke kamar untuk beristirahat. "Sekarang kita bisa pergi bulan madu." ujar Zian sehingga membuat istri nya malu.


"Apa sih mas." ujar Melly menahan malu.


"Kamu mau kemana sayang?" tanya Zian sambil menarik tangan istri nya dan jatuh kepangkuan nya.


"Kemana aja asal bersama mu." jawab Melly malu-malu.


Satu minggu berlalu, hari ini Zian dan Melly pergi ke bandara untuk melaksanakan bulan madu mereka. Alin dan Lingga ikut mengantar Zian dan Melly ke bandara.


"Kakak akan bekerja keras." ujar Zian sambil mengangkat tangan tanda semangatπŸ’ͺ


"Jangan lupa obat kuat." bisik Lingga sehingga membuat ke dua pria itu tertawa.


Alin dan Melly hanya menggelengkan kepala mereka saat melihat suami mereka tertawa tidak jelas.


"Jaga adik gue jaga calon ponakan gue." pinta Zian sebelum memasuki ke salah satu ruangan di bandara.


"Gue suami nya pasti lah gue akan menjaga mereka aneh lo."

__ADS_1


Setelah obrolan singkat itu, Alin dan Lingga menunggu Zian dan Melly menghilang dari balik pintu, baru lah mereka memutuskan untuk pulang.


"Sayang setelah ini aku kembali ke kantor loh." ujar Lingga sambil mengemudi.


"Ya iya lah kembali ke kantor masa ke rumah selingkuhan kamu awas aja coba." ancam Alin.


"Mana berani aku begitu sayang, suami mu ini kalau sudah cinta sama satu orang akan selalu cinta sampai mati."


Alin mencibir meledek suami nya, "Hiliiih cowok mah gombal nya sampai ke ginjal."


Lingga tertawa mendengar ucapan istri nya, setelah itu perjalanan mereka hening sampai tiba nya di rumah.


"Mas, besok jadwal cek up." ujar Alin mengingatkan suami nya sebelum kembali ke kantor.


"Iya sayang mas ingat kok."


"Pulang nya beli kan buah mangga yang langsung dari pohon nya." pinta Alin.


Lingga mengerutkan alis nya, " astaga kemana aku mencari nya sayang ini kan bukan musim buah mangga."


"Aku tidak mau tahu pokok nya harus dapat titik."


Lingga membuang nafas kasar, "Iya sayang akan aku usahakan."


"Harus itu, kamu kan punya banyak anak buah suruh aja mereka yang cari."

__ADS_1


Lingga hanya mengangguk menuruti perintah istri nya, kemudian pergi melajukan mobil nya. " Pinta nya yang aneh-aneh lagi huhuhu." ujar Lingga sambil mengemudi🀣


__ADS_2