
Siang ini, entah apa yang ada dalam pikiran Lingga, dengan santai nya ia duduk dan menikmati makan siang nya di restoran Alin.
Mata nya menyapu hampir seisi ruangan mencari keberadaan istri yang begitu ia rindu kan selama ini.
Dari sudut ruangan nampak seorang wanita cantik, siapa lagi kalau bukan Alin baru saja keluar bersama Melly.
Tatapan mata nya langsung tertuju pada sosok laki-laki tampan yang sedang menikmati makan siang nya.
"Mas Lingga." ucap Alin pelan tubuh nya kaku menatap suami nya yang sudah dua tahun ia tinggalkan.
"Alin..kamu kenapa?" tanya Melly bingung.
Namun Alin tak bergeming kali ini pandangan mata mereka saling bertatapan, Lingga tersenyum melihat Alin ingin rasa nya ia berlari dan berlutut di bawah kaki istri nya untuk minta maaf, namun nyali nya menciut setelah melihat wajah dingin Alin.
Bergegas Alin mengajak Melly keluar dari restoran nya melangkahkan kaki begitu cepat membuat Melly menjadi bingung dengan sikap Alin.
Alin mengajak Melly pergi ke salah satu taman yang dekat dengan restoran miliknya, tidak lupa Lingga juga mengikuti kemana mereka pergi tanpa sepengetahuan Alin.
"Kenapa? Ada apa sama kamu tiba-tiba sedih dan mengajak kakak ke sini?" tanya Melly yang masih bingung.
"Dia...laki-laki yang melihat ku tadi..." jawab Alin terputus air mata nya mengalir.
"Kenapa? Siapa dia?" tanya Melly cemas.
"Dia suami ku kak." ucap Alin dalam isaknya.
"Apa?....Melly terkejut "Sejak kapan kamu menikah Alin...? kok kakak gak pernah Tahu!"
__ADS_1
"Tiga tahun yang lalu ka dan dalam dua tahun belakangan aku meninggalkan nya." jawab Alin sela tangisnya.
Alin kemudian menceritakan tentang apa yang di alami nya kepada Melly, sesekali Melly mengelus pundak Alin menenangkan.
Sedangkan Lingga yang bersembunyi di balik pohon tak terasa air mata nya menetes mengingat begitu kejam perlakuan nya kepada istri nya dulu.
"Sudahlah ...jangan sedih." Melly menguatkan "Seharusnya kamu tidak boleh lari dari masalah ini, sebaik nya kamu selesaikan baik-baik bersama suami mu." nasihat Melly.
"Aku belum siap kak." ujar Alin.
"Apa kamu mencintai nya?" tanya Melly.
Sejenak Alin terdiam mendengar pertanyaan dari Melly dan Lingga yang masih mendengarkan percakapan dua perempuan itu kini menegang karena saat ini Lingga akan mendengar langsung jawaban Alin.
"Kakak tanya sekali lagi apa kamu mencintai suami mu?" tanya Melly kembali.
Jawaban Alin membuat Lingga bahagia usaha yang ia lakukan selama ini tidak akan sia-sia menurut nya.
"Kamu benar..bagi kita perempuan menikah hanya sekali seumur hidup tapi kita gak bisa nentukan takdir apa yang akan terjadi setelah itu."
"Jadi Alin harus bagaimana kak?" tanya Alin sambil menghapus air mata nya.
"Saran kakak, sebaik nya cepat selesaikan masalah rumah tangga kamu karena kalau di biarkan lama-lama kalian sendiri yang tersiksa bahkan berdosa karena mempermainkan pernikahan yang sakral." tutur Melly.
"Tapikan mas Lingga yang salah harus nya dia datang dan minta maaf duluan." ucap Alin.
"Apa kamu masih berharap pada suami mu?" tanya Melly.
__ADS_1
"Sebenarnya mas Lingga laki-laki yang baik ka maka nya Alin suka sama mas Lingga." ujar Alin memberitahu.
"Tahu dari mana kamu kalau dia orang baik? bukan nya kamu gak terlalu akrab sama dia." tanya Melly penasaran.
"Pernah beberapa kali aku mengikuti mas Lingga setiap akhir pekan dia membeli berbagai macam kebutuhan seperti makanan atau pakaian aku pikir buat apa, gak tahu nya mas Lingga membagikan semua itu kepada anak jalanan dan anak di panti asuhan." Jelas Alin.
Senyum Lingga mengembang ia tidak menyangka kalau Alin pernah membuntuti nya sejauh itu.
"Pernah juga Alin melihat mas Lingga memberikan sedikit uang kepada orang-orang yang sedang membersihkan jalan raya." tutur Alin kembali.
"Hmmm....tapi kenapa dia sekejam itu pada mu?"
"Mungkin hanya kesalah pahaman yang terjadi di antara aku mas Lingga dan orang tua nya. Saat itu mas Lingga memiliki kekasih yang sangat ia cintai tapi hubungan mereka tidak pernah di restui orang tua mas Lingga."
"Ya udah...sekarang jangan ambil pusing intinya selesaikan dengan kepala dingin kalian bukan anak kecil lagi."
"Tapi bagaimana dengan kak Zian? dia sangat membenci mas Lingga?"
"Masalah kakak mu seharusnya kamu bisa membicarakan nya dengan baik-baik kakak yakin kalau kakak mu akan memahami posisi mu sekarang."
Akhirnya Lingga memutuskan untuk pergi sebelum ketahuan hatinya sedikit lega mendengar pembicaraan dua wanita itu.
Sedangkan Alin setelah ia mengantar Melly kembali ke restoran, ia memutuskan untuk pulang kerumah karena hari ini pikiran nya sangat kalut setelah melihat Lingga.
"Apa maksud dari semua ini mas?" tanya Alin pada bunga-bunga yang sudah menumpuk dalam kamar nya.
"Sungguh mas kamu adalah laki-laki pertama yang aku cintai tapi kenapa cinta ini begitu kejam." ucap Alin pada diri sendiri air mata nya kembali tumpah mengingat ayah nya yang seharusnya melindungi tapi malah membuat ia terpuruk.
__ADS_1