Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
65.Makan Siang


__ADS_3

Jenie akhir nya memilih pergi ke toilet, ia meluapkan semua emosi nya di depan cermin yang terpampang nyata di depan nya.


"Sial....awas lo Kia gue akan rebut Lingga dari lo dan membuat lo nangis darah." Gerutu Jenie.


Jenie kemudian merapikan diri setelah itu kembali ke meja kerja, namun baru saja ia duduk Lingga menyapa nya.


"Jenie." Panggil Lingga.


"Iya pak." Jawab nya dengan suara menggoda.


"Kamu ikut makan siang bersama kami." Ajak Lingga.


Jenie melirik ke arah Alin"Tapi pak ada istri bapak gak enak takut saya mengganggu."


"Ah...tidak mengganggu malahan aku sangat senang jika kamu ikut iya kan Andra?" Sambung Alin.


Andra hanya tersenyum mengiyakan, mau tidak mau Jenie mengikuti permintaan Lingga dan Alin.


Di satu mobil yang sama, Jenie nampak geram melihat kemesraan Lingga dan Alin, mereka saling bercanda dan sesekali mencium pipi.


"Kamu kenapa?" Tanya Andra yang sambil mengemudi.


Jenie gugup "Ah....tidak kenapa-kenapa."


"Kamu kepanasan?" Tanya Andra kembali.

__ADS_1


"Tidak." Jawab nya singkat.


Sesampai nya di restoran Ananta, ya Alin sengaja mengajak mereka untuk makan di resto milik keluarga nya.


"Bukankah ini resto milik keluarga Nugraha?" Tanya Jenie dalam hati "Besar juga."


Mereka kemudian masuk, Alin tidak memilih tempat privasi namun wanita itu memilih tempat duduk yang ramai pengunjung.


"Hi...adik ipar." Sapa Melly.


"Oh...hallo kakak ipar." Balas Alin.


Melly melihat ke arah Jenie "Siapa? pacar Andra?" Tanya Melly.


"Oh bukan ini Jenie di asisten suami ku kak." Jawab Alin sengaja.


"Astaga, apa maksud dari semua ini." Batin Jenie "Aku semakin tersudut di sini."


Masih sama, Alin dan Lingga masih mengumbar kemesraan mereka di depan Jenie.


"Permisi saya ke toilet sebentar." Ujar Jenie kemudian berlalu pergi.


Alin, Lingga dan Andra juga Melly tertawa melihat tingkah Jenie.


"Lo liat Lingg, dia seperi ular kepanasan." Ujar Andra.

__ADS_1


"Eh bukan, tapi cacing kepanasan." Sambung Melly.


"Biarkan saja, mari kita bermain sesuai peran masing-masing." Ujar Lingga.


Di toilet, Jenie kembali meluap kan emosi yang sudah ia pendam sedari tadi "Mereka itu seperti nya sengaja membuat ku berada di posisi ini."


Puas mengerutu Jenie kembali bergabung bersama mereka. Jenie memakan makanan nya tanpa banyak bicara, karena ia sudah mulai jengah melihat Alin dan Lingga yang selalu bersikap mesra.


"Sayang mas suapin kamu ya." Ujar Lingga.


"Aku malu mas gak usah." Jawab Alin dengan suara manja nya.


Jenie memutar bola mata nya jengah" Rasa nya ingin ku lempar muka Kia dengan sayuran ini." Batin Jenie "Cantikan juga gue."


Setelah selesai makan siang, Lingga mengajak istri nya pulang ke rumah "Sayang kita langsung pulang ya." kata Lingga.


"Tapi Jenie dan Andra gimana?"


"Mas sudah menyuruh orang sebelum untuk mengantarkan mobil jadi kita pulang berdua.''


Alin menurut saja, tetapi Jenie mencoba menahan Lingga agar ia mau kembali ke kantor.


"Tapi, bukan nya bapak ada meeting sore ini." Ujar Jenie.


"Kamu kan sekretaris saya harus nya bisa menghandle semua nya apa guna nya saya memberi mu gaji."

__ADS_1


Seketika wajah Jenie memerah menahan amarah saat mendengar kan ucapan Lingga. Akhir nya Lingga mengajak istri nya pulang, sedangkan Jenie kembali ke kantor bersama Andra. Andra, pria itu seakan ingin menumpahkan semua tawa nya saat melihat wajah Jenie yang berubah masam.


__ADS_2