Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
35.Tabrak Lari


__ADS_3

Menjelang sore Alin dan Lingga memutuskan untuk pulang, di tengah perjalanan Alin ingin makan kue tiramisu dan nastar.


"Mas..aku ingin makan kue." ujar Alin


"Baiklah..aku tahu toko kue yang enak." ucap Lingga.


Lingga kemudian melajukan mobil nya ke toko kue langganan nya. Tanpa sadar mobil yang di kendarai Lingga dan Alin di ikuti oleh sebuah mobil berwarna hitam.


"Berhenti mas." pinta Alin.


"Kenapa?"


"Mas tunggu di sini aja biar aku yang menyebrang." ucap Alin yang bersiap mau keluar.


"Gak usah kita langsung aja."


"Udah mas tunggu di sini aja kasihan mas kalau harus putar balik nanti kejauhan." tolak Alin.


"Ya..sudah kalau gitu hati-hati."


Bergegas Alin keluar dari dalam mobil, iya melihat ke kiri dan kanan untuk memastikan jalanan aman saat menyebrang namun baru beberapa langkah Alin menyebrang, mobil berwarna hitam yang mengikuti mereka tadi menabrak Alin hingga tubuh Alin terpental begitu jauh.


Bruuuukkkk....


Sontak membuat Lingga terkejut dan langsung keluar untuk mengejar tubuh Alin yang terpental begitu jauh.Sedangkan mobil yang menabrak Alin langsung melarikan diri.


"Hahaha...mampus lo cewek sialan." ucap pengemudi yang menabrak Alin. Ia nampak senang melihat keberhasilan nya menabrak Alin.


"Alinnn....bangun bangun sayang." ujar Lingga sambil memeluk tubuh istri nya, air mata mengalir deras dari mata elang Lingga.


Orang-orang yang melihat kejadian tabrak lari tersebut langsung mengerumuni Alin. Dengan cepat Lingga membopong tubuh Alin memasukan nya ke dalam mobil dan langsung pergi ke rumah sakit.


Hati Lingga begitu sakit melihat Alin yang terbaring tak sadarkan diri di kursi belakang mobil.Tak butuh waktu Lingga sudah tiba di rumah sakit.

__ADS_1


"Dokter...dokter...tolong istri saya." teriak pria yang sedang kalut itu.


Seorang dokter dan perawat langsung mengambil Alih tubuh Alin yang dan di pindahkan ke brankar.Alin di bawa ke ruang UGD dengan gelisah Lingga menunggu dokter yang menangani Alin.


Dengan tubuh gemetar Lingga mengambil ponsel milik nya kemudian menelpon Zian.


Tiga puluh menit kemudian Zian datang bersama Melly.


"Adik gue kenapa?" tanya Zian yang langsung menarik kerah baju Lingga.


"Maafin gue...gue gak bisa jaga Alin." jawab Lingga yang terisak.


Emosi Zian pun tidak terkendalikan ia langsung memukul wajah Lingga.


"Berhenti..." Lerai Melly "Jangan seperti ini kasihan Alin lebih baik kalian sabar ini semua musibah." Melly menenangkan.


"Katakan apa yang terjadi?" yanya Zian yang sudah terduduk lemas.


Melly mengusap pundak Zian untuk menenangkan pria itu.


"Sabar...sebaiknya kita berdoa yang terbaik untuk Alin." ujar Melly berusaha menguatkan.


Tak lama keluarlah dokter yang menangani Alin.


"Dengan keluarga pasien." ujar dokter Rasya.


Lingga dan Zian langsung menghampiri dokter Rasya.


"Pasien mengalami cidera pada kaki nya atau mengalami patah tukang kaki dan mengalami geger otak ringan." Dokter memberitahu.


"Tolong lakukan yang terbaik untuk adik saya." pinta Zian gelisah.


"Kami akan lakukan yang terbaik."

__ADS_1


Lingga hanya bisa terduduk lemas mendengar ucapan dokter rasya air mata nya kembali menetes.Mayang dan Angga yang baru saja tiba langsung memeluk anak nya.


"Kenapa bisa seperti ini?" tanya Mayang tangis nya bahkan tak terbendung lagi. Lingga hanya diam tak berkata.


"Di mana Alin nak Zian?" tanya Angga.


"Masih di dalam om sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat."


Alin kini sudah berada di ruang rawat, dengan setia Lingga menjaga istri nya bahkan tak sedetik pun ia beranjak dari kursi yang berada di samping brankar. Lingga terus menggenggam tangan Alin sesekali air mata nya jatuh menetes.


"Aku ingin mencari orang yang udah nabrak Alin." ujar Zian beranjak dari duduk nya.


"Baiklah." ucap Lingga singkat.


"Tolong jaga adik gue Lingga, dia satu-satunya keluarga yang gue punya sekarang." pinta Zian bahkan air mata nya kembali keluar.


"Tenang aja gue akan melakukan apa pun untuk kesembuhan nya." jawab Lingga.


"Mell...sebaik nya kamu juga aku antar pulang pasti ibu mu sedang mengkhawatirkan kamu sekarang."


Zian dan Melly berlalu pergi namun sebelum pergi Zian menghampiri Alin yang belum sadarkan diri, di usapnya rambut Alin dengan dengan Lembut dan lagi-lagi air mata nya kembali jatuh.


"Mamah sama papah pulang sebentar ya ngambil keperluan kamu sama Alin." ucap Mayang.


"Pakaian Lingga ada di rumah Alin mah." lirih Lingga


"Baiklah...mamah sama papah pulang dulu kamu gak usah sedih yang penting berdoa supaya Alin cepat sembuh." Ucap Mayang menguatkan.


Kini tinggal lah Lingga sendiri yang menjaga Alin, tangis nya kembali pecah mengingat penderitaan Alin yang tiada henti nya.


"Aku sangat tidak berguna untuk mu...maafkan aku." Ucap Lingga yang menampar wajah nya sendiri.


Lingga menangis hingga tertidur, hati nya begitu sakit melihat keadaan Alin di tambah penyesalan yang selalu menghantui diri nya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2