Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
64.Biawak Betina


__ADS_3

Di rumah yang tidak terlalu besar namun cukup untuk tiga orang, keluarga bunglon itu sedang menikmati sarapan pagi sambil membicarakan kan rencana mereka selanjut nya.


"Lingga ganteng banget mah, tapi sayang dingin banget." Ujar Jenie membuka suara.


"Kamu harus bisa meluluhkan hati nya sayang." Ucap Ratih.


"Terserah kalian yang penting rencana kita harus berhasil." Sambung Hendra.


Di meja sarapan keluarga Anggara, pasangan suami istri muda dan tua menikmati makanan mereka dengan canda seperti biasa nya.


Setelah selesai, Lingga tak langsung berangkat ke kantor ia bingung memikirkan istri nya dengan keberadaan Jenie.


"Apa aku harus memberitahu Alin." Batin Lingga.


Alin melihat suami nya yang berdiri di balkon kamar langsung menghampiri nya " Mas, kok disini gak berangkat?" Tanya Alin bingung.


"Eh....sayang." Ujar Lingga "Mas mau ngomong sesuatu sama kamu." Ucap nya bingung.


"Ngomong aja." Pinta Alin.

__ADS_1


Lingga akhir nya menceritakan semua tentang Jenie dan jelas saja membuat Alin terkejut.


"Terus aku harus apa mas?" Tanya Alin yang mulai cemberut "Apa yang ingin mereka rencana kan."


"Sudahlah sayang, sebaik nya sekarang kamu ganti baju rias yang cantik mas akan mengajak mu ke kantor."


"Ngapain?"


"Mas akan tunjukan kepada sepupu mu itu kalau mas hanya milik mu dan tak bisa di rebut wanita mana pun."


Alin merona malu mendengar ucapan suami nya, sambil memegang ke dua pipi nya, Alin menuju ruang ganti.


"Cantik." Ujar Lingga sambil memeluk istri nya dari belakang.


"Gak usah gombal mas, ayo...aku gak sabar melihat sepupu ku itu." Ajak Alin.


Lingga mengdandeng tangan istri nya menuju mobil yang sudah terparkir tepat di depan pintu. Tiga puluh lima menit kemudian Lingga sudah tiba tepat di depan loby kantor. Lingga membukakan pintu untuk istri nya kemudian menggandeng tangan istri nya dengan sangat mesra.


Beberapa karyawan yang melihat kedatangan Lingga memberi hormat juga menyapa Alin, mereka terlihat terpesona dengan kehadiran Alin karena Lingga sangat jarang mengajak istri nya ke kantor.

__ADS_1


Lingga dan Alin sudah sampai di lantai sekian tempat di mana ruangan Lingga berada, Lingga, langkah nya terhenti tepat di depan Jenie.


"Jenie." Panggil Lingga.


Jenie langsung mengangkat kepala nya dan terkejut saat melihat Lingga membawa seorang wanita.


"Kenalkan ini istri saya cantik kan." Ujar Lingga memperkenalkan.


Alin sedikit gugup namun ia berhasil menguasai diri nya "Nama saya Alinda Sunny Nugraha atau Kia Ananta Nugraha." Ujar Alin sambil mengulurkan tangan, bahkan Alin sengaja menyebutkan semua nama nya.


Jenie membalas uluran tangan Alin setelah itu Lingga langsung mengajak istri nya masuk. Jenie, wanita itu mengepalkan tangan nya, emosi nya memanas saat mendengar nama Kia Ananta Nugraha.


"Sialan." Umpat Jenie "Dia juga sangat cantik." Batin Jenie.


Andra yang melihat kedatangan Lingga dan Alin juga tak kalah kaget nya, karena selama ini Alin menolak jika di ajak ke kantor suami nya.


"Wah...tumben bu sultan ke kantor." Ujar Andra.


"Sengaja, ingin melihat biawak betina di depan aku sangat penasaran." Canda Alin.

__ADS_1


Lingga dan Andra tertawa mendengar candaan Alin, di balik pintu Jenie mencoba menguping pembicaraan mereka, namun sayang ia tak dapat mendengarkan apa pun karena ruangan Lingga kedap suara.


__ADS_2