Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
34.Pantai


__ADS_3

Di Dalam ruangan Andra sedang sibuk mengerjakan pekerjaan Lingga yang sudah berapa hari ini terbengkalai.


Sesekali Andra menggerutu kesal dengan ulah Lingga yang akhir-akhir ini tidak focus terhadap pekerjaan nya.Andra menoleh ke arah pintu saat seseorang membuka pintu dan melihat Lingga datang bersama Alin.


"Enak ya jadi bos datang dan pergi seenak nya." Singgung Andra kesal.


Alin yang mendengar ucapan Andra mulai merasa tidak enak.


"Sialan lo!" umpat Lingga "Gue ada urusan tadi." ujar nya.


"Urusan merayu istri lo gitu." ketus Andra.


"Bukan...Lo kenal Astri kan?" tanya Lingga.


Andra menghentikan aktifitas nya kemudian menatap ke arah Lingga.


"Kenapa? Bukan nya dia orang nya Zian?"


"Astri berkhianat. Dia menyalahgunakan kepercayaan Zian selama ini." ujar Lingga memberitahu.


"Masa sih?" tanya Andra tidak percaya.


"Iya...Astri memanipulasi laporan keuangan restoran sehingga membuat restoran rugi besar selama ini." jelas Lingga membuat Andra semakin tidak percaya.


"Gak nyangka gue." ujar Andra sambil menggelengkan kepala nya.


Lingga dan Andra melanjutkan pekerjaan sedangkan Alin memilih untuk beristirahat di kamar khusus milik Lingga.


"Angin apa yang membuat lo ngajak Alin ke kantor.?" tanya Andra setengah berbisik.

__ADS_1


"Dia kan istri gue jadi gue wajar ngajak dia lagian gue ngajak dia biar gak kepikiran sama Zian." jawab Lingga.


"Emang nya Zian kenapa?" tanya Andra kembali penasaran.


"Lo tahu kan kalau Zian di khianati orang terdekat nya gimana?"


"Oo....ngerti gue." ujar Andra.


Di lain tempat Zian sudah mengemudi hampir satu jam lama entah kemana tujuan nya Melly pun tak berani bertanya. Hanya ada keheningan di dalam mobil membuat Melly merasa tidak nyaman sedangkan Zian yang focus mengemudi sesekali ia melirik ke arah Melly.


Tak berapa lama mobil Zian berhenti di sebuah tempat yang membuat Melly takjub, tapi ketakjuban nya hilang saat sebuah pertanyaan terlintas di kepala nya.


"Mengapa dia membawa ku kemari." batin Melly.


Di sini lah mereka di pantai yang sangat indah air laut yang biru di hiasi pasir putih dan deburan ombak yang mendayu-dayu juga hembusan angin yang menambah keindahan pantai itu.


"Kenapa bapak mengajak saya kesini?" tanya Melly memberanikan diri.


"Entahlah aku tidak tahu." jawab nya "Kalau kita sedang berdua jangan panggil aku bapak karena aku bukan bapak mu." ujar Zian yang menatap wajah manis Melly.


"Jadi, panggil apa dong?" tanya Melly bingung.


"Terserah kamu yang penting jangan panggil bapak coba kamu lihat apa aku seperti bapak-bapak?" tanya Zian yang merangkul kedua bahu Melly, mereka saling berhadapan membuat jantung Melly berdetak tak beraturan wajah terlihat malu.


Cukup lama mereka saling bertatapan membuat Melly hampir pingsan karena melihat mata elang milik Zian. Seketika Zian langsung melepaskan tangan nya dan mengalihkan pandangnya ke arah pantai.


"Maafkan aku." ucap nya singkat.


"Tidak apa-apa." balas Melly singkat.

__ADS_1


"Apa kamu menyukai pantai?" tanya Zian menghilangkan ketegangan.


"Suka, apalagi di tambah senja berwana jingga aku sangat menyukai nya."


"Apa yang membuat mu menyukai senja?" tanya Zian kembali.


"Meskipun keindahan senja hanya sejenak tapi senja akan menjanjikan keindahan nya lagi di hari esok esok dan esok seterusnya." Melly berujar.


Zian hanya tersenyum mendengar jawaban dari Melly.


"Apa kamu punya kekasih?" tanya Zian kembali laki-laki tampan itu nampak penasaran dengan kehidupan pribadi karyawan nya itu.


Melly terdiam sejenak kemudian menoleh ke arah Zian.


"Tidak! aku tidak ada waktu untuk berpacaran atau mengenal laki-laki." ujar Melly kembali mengarahkan pandangan nya ke laut.


"Kenapa?"


"Semenjak ayah meninggal dan ibu juga sakit-sakitan aku harus menjadi tulang punggung untuk keluarga ku bahkan untuk menyekolahkan adik ku."jawabnya sedih mengingat sulit nya kehidupan.


Zian terdiam mata nya kembali menatap wajah Melly dari samping.


"Kata Alin kamu sempat kuliah?"


"Benar, tapi aku memutuskan untuk berhenti dan memilih untuk bekerja."


"Kamu wanita hebat." Puji Zian.


Melly hanya tersenyum " Hebat apa nya?" tanya nya malu-malu.

__ADS_1


"Kamu bisa memikul tanggung jawab keluarga mu yang begitu berat."


Melly tersenyum kembali, hari ini mereka menghabiskan waktu di pantai bertukar cerita dan bercanda berdua. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sangat serasi.


__ADS_2