
Usia kandungan Melly semakin membesar, membuat Zian semakin menjadi suami yang siaga satu. Melly yang mudah lelah membuat Zian tak lagi mengijinkan istri nya untuk bekerja.
Begitu juga dengan Marwah ibu nya Melly dengan penuh kasih sayang ia merawat anak nya yang kini sedang hamil anak kembar.
"Mas aku ingin makan ayam bakar." pinta Melly pada suami nya.
"Bukankah kamu baru saja makan malam sayang."
"Aku lapar lagi mas." ucap nya dengan memayunkan bibir ranum milik nya.
Zian menghampiri istri nya yang sedang duduk berselonjor di atas tempat tidur, Pria itu mengusap perut besar istri nya. "Mereka pasti lapar." ucap nya "Baiklah, calon papah ini akan membelikan anak-anak nya ayam bakar." ujar Zian kemudian pergi untuk mencari ayam bakar.
Tak berapa lama Zian pergi, Marwah dan Raka masuk ke dalam kamar Melly.
"Apa kamu menyuruh suami mu lagi Mell?" tanya Marwah.
"Melly ingin makan ayam bakar bu."
"Kamu kan bisa menyuruh Raka adik mu, suami mu kan pasti lelah bekerja seharian."
Melly terdiam, wanita itu merasa bersalah pada suami nya. "Maafkan Melly bu."
"Minta maaf pada suami mu Mell."
"Kakak kalau pengen makan apa kalau malam minta sama Raka aja, kasihan Kak Zian dia sudah capek bekerja seharian."
"Iya, iya bawel."
"Boleh pegang gak?" tanya Raka saat melihat perut besar kakak nya.
"Gak boleh, nanti anak ku wajah nya seperti kamu."
__ADS_1
"Kalian ini masih saja seperti anak kecil."
Tak berapa lama Zian akhir nya pulang, ia sudah membawa pesanan istri nya yang sudah ia siapkan di atas piring.
"Makan lah."
"Maafkan aku mas." ucap Melly sedih.
"Untuk?" tanya Zian bingung.
"Aku tahu kamu pasti lelah tapi aku selalu menyuruh mu untuk membeli makanan."
Zian mengusap perut istri nya, "Jangan merasa bersalah seperti itu, aku tahu kalau kamu jauh lebih lelah mengandung anak ku."
"Tapi tetap saja kamu lah yang paling lelah mas."
"Sudahlah, jangan pikirkan aku, kesehatan kamu dan anak-anak kita jauh lebih penting dari segala nya."
"Terimakasih mas."
"Boleh kah?"
kemudian Zian menyuapi istri nya, perasaan bahagia menyeruak di hati pria itu karena ia tidak pernah menyangka akan menjadi seorang ayah.
"Lihat, dia gerak-gerak," ucap Zian saat melihat benjolan kecil dari perut istri nya. "Apa itu sakit?"
Melly tersenyum, "Tidak mas."
Makan pun selesai, Zian membawa turun piring kotor.
"Biar ibu saja." ujar Marwah saat meliha Zian membawa piring kotor.
__ADS_1
"Tidak apa-apa bu, biar Zian saja."
"Pergilah istirahat Zian kamu pasti lelah."
Mau tidak mau Zian menurut omongan mertua nya, sejak kehadiran ibu Melly, Zian merasa punya orang tua kembali.
"Belum tidur?" tanya Zian saat melihat istri nya gelisah.
"Aku tidak bisa tidur mas."
Zian menghampiri istri nya, ia mengusap lembut perut istri nya membuat Melly mulai nyaman dengan usapan suami nya. Melly langsung tidur, begitu juga dengan Zian.
Hari ini Zian memutuskan untuk pindah ke kamar bawah agar Melly lebih leluasa jika ia hendak kemana-kemana.
Dengan cepat pada pembantu membersikan kamar yang akan di tempati Melly dan Zian.
"Kalau begini, ibu jadi tidak khawatir lagi."
"Sama bu, Zian merasa lega sekarang."
"Kak, kalau kak Melly mau makan apa pun tengah malam bangun kan aja Raka. Bair Raka yang mencari karena kasian kak Zian pasti capek."
"Terimakasih Raka, kamu anak yang baik."
"Kak juga baik, tampan lagi."
Akhir nya selesai, Zian langsung mengajak istri nya untuk istirahat. Sejak kehamilan Melly, Zian lebih sering berada di rumah dan semua pekerjaan nya ia limpahkan pada Akmal.
Terimakasih sudah mampir ke karya Istri Gadain😘
Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan dan terdapat typo dalam penulisan.
__ADS_1
Jangan lupa Like Rate Coment and Vote karya otor🥰
karena Vote kalian adalah semangat otor😘