Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
55.Malam Pertama


__ADS_3

Kini Lingga dan Alin sudah berada di salah satu kota tujuan mereka untuk honeymoon, kota yang sangat indah dan menakjubkan dengan pemandangan hamparan laut luas yang di hiasi pulau-pulau kecil, di tambah keramahan para penduduk nya.


Lingga sudah memesan kamar hotel dengan fasilitas yang sangat lengkap dan mewah.


Kamar yang langsung menghadap ke arah pantai menambah kesan indah di mata Alin.


"Bagaimana apa kamu suka kamar nya?" Tanya Lingga pada istri nya " Kalau gak suka kita bisa memilih kamar lain nya."


"Gak mas, aku sangat suka bahkan menurut ku ini sangat berlebihan."


"Apa pun untuk mu sayang." Ujar Lingga sambil mengedipkan sebelah mata nya.


"Perasaan kamu sering mengedipkan mata sebelah mas apa mata mu bermasalah?" Canda Alin membuat Lingga memanyunkan bibir nya.


"Aku kan menggoda mu bukan mata ku bermasalah." Ucap nya ketus "Sudahlah sebaiknya kamu mandi setelah itu kita pergi makan malam." Sambung nya.


Alin dan Lingga bergantian untuk mandi, setelah aktifitas mereka selesai, Lingga langsung mengajak sang istri untuk pergi ke salah satu restoran yang sudah di booking terlebih dahulu oleh Lingga.


"Apa kamu suka tempat nya?" Tanya Lingga.


"Kamu membooking nya mas?" Tanya Alin balik.


"Apa kamu tidak suka?"


"Aku suka, hanya saja aku lebih nyaman jika ramai pengunjung, lagian ini pemborosan lebih baik uang nya kita sumbangkan atau apa lah."

__ADS_1


" Maafkan aku sayang, mas hanya ingin yang terbaik untuk mu besok-besok gak lagi deh." Ujar nya sambil meraih tangan istri nya.


"Aku mengerti mas, hanya saja dulu aku pernah merasakan hidup susah dan kekurangan uang bahkan aku harus banting tulang untuk bisa makan sehari-hari."


"Iya sayang mas paham, mulai sekarang kamu gak akan kekurangan satu apa pun harta, keluarga, cinta dan segala nya."


"Lebay." Goda Alin sambil mencolek hidung suami nya.


"Kamu nih ya...."


Tak berapa lama makanan yang sudah di pesan sebelum nya sudah terhidang di atas meja. Lingga dan Alin menikmati makan malam dengan perasaan bahagia.


Setelah selesai makan malam, mereka langsung kembali ke hotel. Sesampai nya di hotel Alin langsung membersihkan diri dan memakai pakaian tidur begitu juga dengan Lingga.


Lingga menghampiri istri nya yang sedang duduk menonton tv, pria itu langsung merebahkan diri di atas sofa dengan berbantalkan paha istri nya. Alin yang melihat kelakuan suami nya membuat jantung nya berdebar tak menentu.


Alin menjadi kaku " Jangan seperti ini mas." Ucap Alin gugup.


Lingga langsung mengubah posisi nya menjadi duduk " Kenapa?" Tanya nya seraya mengerutkan kedua alis nya.


"Aku malu." Cicit Alin pelan.


Lingga menarik Alin ke dalam pelukan nya " jangan malu sayang, kita ini suami istri sudah sewajar nya kita saling melayani." Ujar Lingga tersenyum licik.


"Sejak kapan kamu dapat kata-kata itu mas? aku merinding mendengar nya."

__ADS_1


Lingga menatap wajah istri nya, memainkan anak rambut Alin "Apa aku boleh meminta hak ku?" Tanya nya tiba-tiba.


Tubuh Alin menegang diam tanpa kata, pipi nya memerah.


"Apa tidak boleh?" Tanya pria yang sedang cemberut itu.


"Maafkan aku mas." Ucap nya tertunduk.


Lingga mendongakan wajah istri nya kemudian langsung mencium bibir sang istri, Alin yang mendapat serangan mendadak dari suami nya semakin menegang tanpa membalas ciuman sang suami.


Lingga menggigit kecil bibir istri nya, membuat Alin membuka mulut nya dengan cepat Lingga langsung melanjutkan aksi ciuman nya.


Mereka kemudian melepaskan ciuman nya, memberi jeda nafas kepada paru-paru masing-masing.


"Boleh?" Tanya Lingga sekali lagi dan mendapatkan anggukan dari Alin.


Lingga kemudian menggendong tubuh istri nya, memindahkan nya ke atas tempat tidur kemudian melanjutkan cium mereka yang sempat terhenti. Ciuman panas yang berpindah ke leher membuat nafsu Lingga semakin menggebu, dengan pelan namun pasti tangan Lingga melepaskan satu persatu kancing piyama milik istri nya. Nampak jelas gundukan indah yang membuat Lingga tak mengedipkan mata, pria itu meminta izin sekali lagi pada istri nya.


"Mungkin ini agak sakit sayang tapi aku akan berusaha lembut." Ucap nya sambil mencium bibir istri nya.


Jantung Alin terdengar jelas oleh suami nya, dengan perasaan bahagia, malam ini adalah malam pertama mereka menyatukan cinta mereka di saksikan hamparan laut indah di temani bunyi debur ombak.


Desahannya demi desahan menambah syahdu nya malam ini, Lingga menatap puas saat melihat istri nya sudah tertidur pulas karena kelelahan.


"Terimakasih sayang aku bahagia sangat bahagia semoga di sini cepat tumbuh benih cinta kita anak kita buah hati kita." Ucap nya berbisik sambil mengelus perut istri nya.

__ADS_1


Lingga membenarkan selimut istri nya, kembali masuk kedalam selimut dengan memeluk tubuh istri nya yang kelelahan. Mereka akhir nya tidur dengan saling peluk memberikan kehangatan di dingin nya malam.


__ADS_2