Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
63.Apa Dia Cantik?


__ADS_3

Setelah mendapat laporan dari salah satu bodyguard nya, Lingga langsung memilih pulang meski pekerjaan nya menumpuk.


Baru saja Lingga membuka pintu, Jenie sudah mencegat Lingga karena kerjaan Jenie sekarang adalah sekretaris Lingga.


"Bapak mau kemana?" Tanya Jenie dengan suara lembut.


"Saya mau pulang." Jawab nya kemudian berlalu pergi namun dengan cepat Jenie menarik tangan Lingga, sontak saja Lingga terkejut "Lepas tangan saya dan jaga sopan santun mu." Ucap Lingga geram.


"Maaf pak." Ujar Jenie sambil menundukan kepala.


Tanpa mendengarkan ucapan Jenie, Lingga langsung melangkahkan kaki nya menuju lift.


"Sialan." Umpat Jenie "Ternyata susah juga dia tidak mudah tergoda." Lirih nya.


Seaampai nya di rumah Lingga langsung masuk kedalam kamar menghampiri istri nya"Sayang kamu gak kenapa-kenapa kan?" Tanya Lingga khawatir.


"Gak mas, tadi kak Melly belain aku."


"Syukur lah." Ucap Lingga bernafas lega.


"Lain kali hati-hati jangan sampai kamu bertemu dengan mereka lagi."


"Iya mas."Ujar Alin" Kok mas udah pulang?" Tanya Alin.


"Mas khawatir sama kamu, lagian mas bete di kantor gara-gara sekretaris baru itu."


"Loh kenapa?" Tanya Alin penasaran.


"Ganjen, untung aja incaran Andra kalau gak udah mas pecat." Jawab nya geram.

__ADS_1


"Apa dia cantik?" Tanya Alin mulai cemberut.


Lingga melihat wajah masam istri nya"Masih cantik kamu sayang lagian mas gak suka ama cewek genit ganjen gatel atau sejenis nya."


Alin tersenyum puas"Awas aja kamu tergoda mas akan aku cincang kamu." Ancam Alin.


"Wah...istri ku sekarang sudah berani mengancam ternyata." Goda Lingga sambil mentoel pipi istri nya.


Tiba-tiba, ponsel milik Lingga berdering.


"Siapa mas?" Tanya Alin.


"Kakak mu." Jawab nya singkat"Aku angkat dulu."


Telpon terputus" Kakak mu meminta ku untuk bertemu." Ujar Lingga.


"Ya udah pergi sana nanti kakak menunggu lama."


Sesampai nya di sebuah cafe langganan mereka, Zian langsung menceritakan segala yang terjadi karena ia takut jika Lingga masuk kedalam perangkap Jenie dan ke dua orang tua nya.


"Lantas apa rencana lo sekarang?" Tanya Lingga.


"Biarkan saja di bekerja di kantor lo, dengan begitu akan lebih mudah untuk kita membongkar kejahatan mereka."


"Pantesan aja di genit ama gue ternyata ada tujuan." Ujar Lingga saat mengingat semua yang terjadi.


"Awas aja lo tergoda dan menyakiti adik gue lagi."


"Eeitsss....gak akan cinta gue udah terpatri permanen." Canda Lingga "Tapi dia incaran Andra."

__ADS_1


"Beritahu semua nya, gue gak ingin Andra kecewa di kemudian hari." Pinta Zian"Telpon dia sekarang gue akan menjelaskan semua nya."


Lingga mengambil benda pipih di depan nya kemudian menelpon Andra. Lima belas menit kemudian Andra akhir nya tiba.


"Ada masalah apa?" Tanya Andra tanpa basa basi.


"Minum dulu." Ujar Lingga.


Akhirnya Zian dan Lingga menjelaskan siapa Jenie sebenar nya, Andra hanya diam pasrah " Hilang sudah jodoh gue." Ucap nya pelan dengan wajah di tekuk.


"Masih banyak yang lain." Ujar Zian.


"Cantik-cantik kok jahat." Ucap Andra.


"Maka nya kalau mau cari pasangan jangan pandang cantik nya aja." Goda Lingga.


"Sialan lo." Umpat Andra.


Zian dan Lingga menatap Andra bergantian"Ngapain kalian ber dua ngelihatin gue seperti itu jijik tahu."


"Apa lo sepemikiran sama gue Ling?" Tanya Zian.


"Menurut lo." Ujar Lingga.


"Hah....ini mah udah gue tebak pasti gue yang akan kalian tumbalkan."Ujar Andra jengah.


Zian dan Lingga tertawa"Tahu aja lo...sesekali bantuin gue kenapa." Pinta Zian.


"Apa daya gue ya udahlah." Jawab nya pasrah" Tapi, semua tidak gratis." Ucap nya tersenyum licik.

__ADS_1


"Lo minta apa aja gue ama Lingga akan ngasih semua."


Andra tertawa bahagia mendengar ucapan ke dua sahabat nya. Setelah segala nya selesai, ke tiga sahabat tersebut memilih pulang ke rumah masing-masing.


__ADS_2