
Sore ini Lingga bergegas pulang ia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan istri nya padahal masih ada beberapa pekerjaan yang belum ia selesai kan.
"Gue pulang duluan." ucap Lingga kepada Andra.
"Tumben banget lo pulang jam segini,ada apa?" tanya Andra keheranan.
"Ya..mau jemput bini gue." ujar Lingga.
"Sekarang aja ngaku punya bini lah dulu kemana aja lo?" Celetuk Andra.
"Sialan lo...udah ah lo beresin aja yang belum kelar gue pergi dulu." perintah Lingga berlalu pergi.
Andra hanya bisa menggelengkan kepala nya, sedangkan Lingga dengan semangat mengemudikan mobil nya menuju restoran Alin, setelah tiba ia langsung memarkir mobil dan masuk kedalam restoran.
"Pak Lingga cari Alin ya?" Sapa Melly.
"Panggil Lingga aja kita seumuran dan di mana istri saya?"
"Di dalam ruangan." jawab Melly.
Baru saja Lingga akan masuk tapi Alin terlebih dahulu keluar.
"Mas..." sapa Alin "Ada apa?" tanya nya yang melihat kedatangan Lingga.
"Jemput istri masa gak boleh." goda Lingga dan yang di goda tersipu malu.
"Apaan sih mas malu tahu ada kak Melly." ujar Alin malu.
"Udah anggap aja kakak gak lihat dan sekarang kamu pulang aja biar kakak yang lanjutin pekerjaan kamu." ujar Melly.
Akhirnya mereka pulang tentu saja dengan perasaan yang entah bagaimana rasanya.
Lingga dan Alin baru saja sampai di rumah mereka di sambut oleh bu Sita.
"Bu Sita kenalin ini mas Lingga suami Alin." Ucap Alin memperkenalkan Lingga.
"Loh...nona Alin sudah menikah? Sejak kapan?" tanya Sita tidak percaya.
"Kami menikah sudah hampir tiga tahun bu."
__ADS_1
"Saya Lingga bu." Lingga memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan nya.
"Ya sudah kalau gitu Alin ke kamar dulu tolong siapkan makan malam ya bu." Pinta Alin.
Alin dan Lingga kemudian pergi ke kamar nya menyisakan Sita yang masih tidak percaya dengan pengakuan majikan nya itu.
"Mandi dulu mas." ujar Alin.
"Aku kan gak punya pakaian ganti." Jawab Lingga bingung.
"Hmmmmm.....kalau gitu pinjam pakaian kakak ku saja tubuh kalian kan hampir sama."
"Terserah kamu aja aku ngikut." ucap Lingga tersenyum.
Alin kemudian pergi ke kamar kakak nya untuk mencari pakaian kakak yang masih baru untuk Lingga.
Setelah menemukan yang cocok Alin kembali ke kamar nya dan ia tidak menemukan Lingga hanya bunyi gemrcik air yang terdengar di telinga nya menandakan Lingga sedang mandi.Tak berapa lama Lingga keluar dengan menggunakan handuk yang terlilit di pinggang nya saja.
"Aaaaa....." teriak Alin sambil menutup mata.
"Ada apa?" tanya Lingga panik.
"Cepat pakai lah mas...mata ku ini masih suci." ucap Alin yang masih menutup mata nya dan sontak membuat Lingga tertawa.
"Haha...kamu ini lucu kita ini suami istri lagian nanti nya kamu tidak akan suci lagi." goda Lingga.
"Maksud mu apa mas?" tanya Alin bingung.
"Ya..nama nya suami istri pasti adalah kewajiban yang harus di jalan kan." Lingga tersenyum licik.
Otak Alin mulai berpikir membayangkan tentang ucapan Lingga sesekali Alin menggelengkan kepala nya bergidik ngeri sedangkan Lingga hanya tertawa melihat kelakuan istri nya.
Setelah Alin membersihkan diri mereka akhirnya langsung menuju ruang makan untuk makan malam.
"Apa Zian belum pulang?" tanya Lingga.
"Kakak mungkin masih di kamar nya."
Tak lama Zian keluar dari kamar dan menuju meja makan mata nya menangkap mahluk yang tidak begitu asing buat nya.
__ADS_1
"Ngapain lo di sini dan ini apa coba pakaian gue kenapa bisa sama lo?" tanya Zian bingung.
"Kenapa? apa salah nya kalau gue bersama istri gue dan masalah pakaian tanya aja sendiri." Ujar Lingga.
"Mas Lingga akan menginap di sini tapi gak bawa pakaian ganti jadi Alin kasih pakaian kakak yang masih baru." Jelas Alin.
"Jadi kalian...." Selidik Zian.
"Kenapa?" Tanya Lingga yang langsung merangkul pundak istri nya.
"Gak apa-apa...dasar CEO kere pakaian aja ngambil punya gue." cibir Zian.
"Gue ganti tenang aja duit gue banyak." Lingga berkata dengan sombong.
"Seharga mobil keluaran baru." canda Zian.
"Sialan lo meras gue." umpat Lingga.
Mereka bertiga kemudian tertawa dan akhir nya mereka mulai makan malam di selingi canda dan tawa.
Setelah selesai makan malam mereka kembali ke kamar untuk beristirahat.
Alin saat ini merasa canggung dengan kehadiran laki-laki yang berada di dalam kamar nya. Ia hanya duduk di sofa melihat ke arah Lingga yang santai duduk berselonjor di atas tempat tidur.
"Sampai kapan kamu akan duduk di situ?" tanya Lingga.
"Hehe...gak tahu?" jawab Alin cengengesan.
"Kemari lah.." Pinta Lingga.
Alin hanya menurut namun jantung nya berdetak dengan irama yang tidak beraturan.
"Istirahat lah sudah malam sebaik nya kita tidur."
Alin menatap Lingga dan yang di tatap hanya mengerutkan alis nya.
"Aku tidak akan berbuat yang macam-macam tenang saja."
Alin hanya mengangguk kemudian merebahkan tubuh nya di samping Lingga.
__ADS_1
Ketegangan di tubuh Alin berangsur hilang saat Lingga mengusap pelan rambut nya tubuh yang lelah membuat Alin cepat tertidur. Perasaan Alin tentu saja bahagia karena sejak menikah ini adalah kali pertama mereka tidur bersama begitu juga dengan Lingga melihat Alin sudah tidur dengan pulas ia langsung memeluk tubuh istrinya yang membelakangi dirinya.Malam ini mereka hanya tidur bersama tidak melakukan apa pun yang di luar logika😂