Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
54.Haruskah?


__ADS_3

Kilauan mentari memancarkan sinar nya memberi kehangatan pada setiap insan yang baru saja membuka mata. Alin bergegas bangun dan langsung membersihkan diri, kemudian langsung pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


Lingga yang baru saja membuka mata langsung mencari istri nya ke sana ke sini.


"Kamu kenapa kok pagi-pagi udah seperti cacing kelaparan?" Tanya Mayang yang bingung melihat anak nya mondar mandir.


"Mamah lihat Alin?" Tanya balik Lingga.


"Gak lihat, tapi coba kamu cari di dapur."


Dengan langkah seribu Lingga langsung mencari istri nya ke dapur, Lingga menghembuskan nafas kasar kemudian melipat kedua tangan nya di dada saat melihat Alin sedang sibuk dengan kompor dan wajan nya.


Alin yang menyadari kehadiran suami nya tidak menghiraukan keberadaan Lingga " Kenapa dengan wajah mu mas?" Tanya Alin yang melihat wajah kesal suami nya.


"Kamu tahu betapa bingung nya aku saat kamu gak ada di kamar aku mencari mu kemana-mana tapi malah kamu asik di dapur." Jawab pria yang sedang bersandar di dinding dapur.


"Kenapa? Kan aku mau masak?" Tanya Alin kembali dengan menakutkan kedua Alis nya.


"Aku pikir kamu kabur lagi." Jawab Lingga singkat.


Alin terkekeh mendengar ucapan suami nya " Kamu pikir aku tawanan mas?"


Lingga hanya mendengus kesal mendengar kekehan istri nya, sedangkan beberapa pembantu yang membatu Alin membuat sarapan hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala melihat kelakuan sepasang suami istri itu.


"Ayo ke kamar." Ajak Lingga.


"Tapi aku belum selesai mas." Ujar Alin.


"Biarkan mereka yang melanjutkan nya, lagian kamu gak boleh terlalu capek."

__ADS_1


Alin hanya menurut omongan suami nya kemudian langsung mengikuti langkah sang suami.


"Kamu gak kerja mas?" Tanya Alin yang melihat suami nya kembali merebahkan diri ke tempat tidur.


"Tidak." Jawab nya singkat " siang ini kita akan pergi."


"Kemana?" Tanya Alin penasaran.


"Bulan madu." Ujar nya sambil memainkan sebelah mata.


Alin tersipu malu mendengar ucapan suami nya " Haruskah?"


Lingga menarik tangan istri nya dan langsung jatuh kepelukan sang suami, membuat jantuk kedua nya nyaris lari maraton.


"Aku ingin punya anak seperti pasangan lain nya." Ujar Lingga sambil memainkan anak rambut istri nya.


Alin hanya diam tanpa kata bahkan tenggorokan nya cekat tak bisa menjawab ucapan suami nya.


"Bukan begitu mas, aku mau, bukan kah setiap pasangan mendambakan kehadiran seorang anak."


Lingga tersenyum mendengar ucapan istri nya dan kembali memeluk tubuh istri nya " Aku senang mendengar nya setelah kita tiba di tempat honeymoon aku akan memakan mu habis-habisan." Ujar Lingga sehingga membuat Alin bergidik ngeri.


"Aku bukan daging dan kamu bukan harimau." Ucap nya kesal sambil memukul dada bidang suami nya.


Lingga terkekeh bahkan tawa nya terdengar sangat nyaring membuat Alin semakin kesal "Berhenti tertawa mas atau aku..........."


"Atau aku akan mencium mu." Ujar Lingga memotong ucapan istri nya.


Alin melempar bantal ke arah Lingga meski pun kesal, wanita itu sangat bahagia dengan keadaan rumah tangga nya yang sekarang.

__ADS_1


"Mandi lah mas, mamah dan papah pasti sudah menunggu kita untuk sarapan."


Lingga kemudian langsung pergi mandi l, setelah selesai pasangan suami istri tersebut langsung menuju meja makan.


" Pagi mah pah." Sapa Lingga dengan senyum yang selalu mengembang.


"Pagi sayang." jawab serempak kedua nya.


" Kamu gak kerja?" Tanya Angga yang melihat Lingga memakai pakaian santai.


"Bukan nya papah dan mamah mau cucu?" Tanya Lingga jahil.


"Mas..." Ujar Alin malu sambil mencubit perut suami nya.


"Apa hubungan nya?" Tanya Angga kembali.


"Siang ini kami akan pergi honeymoon gak jauh-jauh ke kota B aja."


"Benarkah?" Tanya Mayang senang " Buatkan mamah dan papah cucu-cucu lucu yang banyak."


"Tenang aja kami akan bekerja keras."


Alin hanya diam tersipu malu, ia kembali mencubit perut suami nya.


"Kenapa gak keluar negeri aja?" Tanya Mayang.


"Aku gak mau Alin kecapekan mah yang dekat aja."


"Terserah kalian saja yang penting bawa pulang cucu."

__ADS_1


Lagi-lagi Alin hanya tertunduk sambil menyuap makanan nya, wanita cantik itu membayangkan apa yang akan terjadi nanti nya.


Setelah bercengkrama di atas meja makan mereka semua kembali melanjutkan sarapan dengan diam dan sesekali bercanda.


__ADS_2