Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
94.Siapa Dina


__ADS_3

"Di luar ada yang ngamuk." ucap Andra pada Lingga.


"Siapa?" tanya nya dengan mengerutkan ke dua alis nya.


Belum sempat Andra menjawab, wanita itu langsung masuk menerobos meski sudah di halang oleh security.


"Hei Lingga...katakan, di mana Alana?" tanya Dina mamah Alana.


"Aku tidak tahu." jawab singkat Lingga.


"Jangan bohong, katakan di mana Alana?" tanya nya dengan nada tinggi.


"Turunkan suara anda." pinta Lingga dengan sabar.


"Cepat katakan."


"Bukan kah Alana sedang berada di penjara." ucap Lingga membuat Dina terperangah.


"Jangan bohong, aku tidak percaya."


"Anak anda di nyatakan bersalah setelah berusaha ingin membunuh istri saya."


Dina terkekeh tidak percaya, "Aku tidak percaya jika kau telah menikah."


"Andra...." panggil Lingga.


"Ya saya bos."


"Kamu ambilkan berkas bukti bahwa anak nua adalah seorang pembunuh." perintah Lingga.

__ADS_1


"Baik." jawab nya singkat.


Andra kemudian membuka nakas yang tersimpan tumpukan berkas yang berkaitan tentang hukum.


"Silahkan anda baca." ujar Andra lalu memberikan berkas tersebut.


Dengan kasar Dina menerima berkas tersebut, wanita paruh baya itu membaca inci demi inci tiap lembar nya. Mata nya membelalak tidak percaya.


"Apa anda sudah percaya." tanya Lingga, namun Dina tidak menjawab, wanita itu langsung pergi meninggalkan ruangan Lingga.


"Pasti tante Dina yang bikin ribut di rumah gue tadi pagi." ujar Lingga.


"Jadi, dia udah pergi ke rumah lo?" tanya Andra.


"Iya, tapi hanya mamah yang menemui nya."


"Iya, gue udah lama gak ketemu tante Dina, dia sudah lama tinggal di luar negeri."


"Mungkin uang nya sudah habis, maka nya dia mencari Alana."


"Bisa jadi." ujar Lingga "Buat janji dengan Zian siang ini." perintah Lingga.


"Baiklah."


Pekerjaan Lingga menjadi tak focus karena kedatangan mamah Alana, pria itu bahkan mondar mandir gelisah memikirkan cara untuk melawan Dina.


Siang ini, Lingga, Zian dan Andra sudah berada di sebuah restoran mewah dengan ruang private yang di pesan khusus untuk mereka.


"Katakan." pinta Zian.

__ADS_1


"Ibu Dina mencari anak nya." ujar Lingga.


"Siapa ibu Dina?" tanya Zian bingung.


"Dia mamah nya Alana." jawab Lingga "Bahkan tante Dina berani membuat keributan di rumah dan kantor gue."


"Tidak bisa di biarkan." ucap Zian.


"Jadi, apa langkah kalian?" tanya Andra.


"Menyatukan ibu dan anak itu." ujar Zian.


"Bagaimana cara nya?" tanya Lingga.


"Tunggu sampai dia membuat ulah terlebih dahulu, agar kita ada alasan untuk mengirimnya bertemu dengan anak nya."


"Tante Dina sangat licik kita harus hati-hati." ucap Lingga.


"Mulai sekarang, jangan biarkan Alin pergi sendiri dengan bebas, gue yakin sekarang Alin akan jadi sasaran nya."


"Iya, gue paham."


Di tempat lain, Dina sedang menggerutu kesal karena ia tak mendapati anak nya di penjara. Wanita itu mengumpat Lingga habis-habisan.


"Mereka pasti tahu di mana Alana, kalau aku tidak bertemu dengan Alana bisa-bisa hidup ku jadi gembel." ucap nya kesal.


Dina kemudian pergi untuk mencari informasi tentang anak nya, wanita itu mencoba mendatangi agency permodelan yang pernah bekerja sama dengan anak nya.


Namun lagi-lagi semua orang yang ia temui menolak untuk memberi tahu tentang Alana. Semua orang takut membuka berita tentang Alana karena mereka tahu setelah mereka membuka berita harus berurusan dengan siapa.

__ADS_1


__ADS_2