
Kini lengkap lah sudah kebahagian mereka, di karunia anak yang tampan dan lucu membuat Lingga jadi malas untuk bekerja. Pria itu lebih senang menemani istri nya untuk mengurus baby Arsen.
Dengan membawa satu buah gagang sapu, Mayang mengetuk pintu kamar anak nya. "Lingga keluar kamu." panggil Mayang.
Dengan malas Lingga membuka pintu kamar nya, namun ia terkejut dengan apa yang di bawa oleh mamah nya.
"Mamah kok tumben bawa sapu, mau nyapu kamar Lingga ya." ujar Lingga.
Mayang memukul pelan kaki Lingga menggunakan sapu yang ia bawa, "Kerja, kerja sana kerja." ucap Mayang gregetan membuat Lingga yang di pukul mencoba berlari menghindari mamah nya.
Alin yang melihat kelakuan suami dan mertua nya hanya bisa tertawa.
"Mah ampun mah." ucap Lingga berkali-kali.
"Dasar kamu ya pemalas, mau makan apa anak dan istri mu hah." Mayang semakin emosi dengan nafas tua nya ia mengejar Lingga yang berlari menuruni anak tangga. Dengan menggendong baby Arsen, Alin menonton drama yang baru saja terjadi dari lantai atas.
"Hentikan...." bentak Angga "Ada apa ini? pagi-pagi udah bikin ribut."
Mayang ngos-ngosan, ia mencoba menarik nafas, "Anak kamu itu sampai kapan dia akan menganggur di rumah, sudah lebih dari satu minggu dia berleha-leha?" ucap Mayang kesal.
"Kan Lingga hanya ingin bermain bersama anak Lingga apa salah nya." ujar Lingga membela diri.
Angga mengambil alih sapu yang ada di tangan istri nya, "Dasar anak pemalas, kamu mau membuat perusahan ku bangkrut hah."
kini Angga yang menggantikan istri nya untuk memarahi Angga.
__ADS_1
Alin yang melihat kejadian itu semakin tertawa terbahak-bahak, begitu juga dengan beberapa pembantu yang menyaksikan kelakuan majikan mereka.
Andra yang baru saja tiba, tak kalah terkejut nua melihat Lingga yang di kejar-kejar oleh papah nya.
" Kenapa dengan Lingga tante?" tanya Andra seraya menghampiri Mayang yang duduk lemas.
"Anak pemalas itu tidak ingin bekerja." ucap Mayang geram.
Andra kemudian sedikit berteriak, "Hajar saja om, anak pemalas itu harus di beri pelajaran, enak aja kerjaan numpuk Andra yang kerjain sendiri." ucap Andra mengompori.
"Sialan lo, gue potong gaji lo."
Angga berhenti mengejar, tubuh tua nya sudah kehabisan tenaga kemudian Angga tergeletak di samping istri nya begitu juga dengan Lingga yang sudah tergeletak di lantai.
"Iya....iya...." jawab Lingga sedikit kesal "Dasar orang tua, gak pernah muda." gerutu Lingga saat melewati ke dua orang tua nya. "Bicara apa kamu." bentak Angga.
"Eh...gak bicara apa-apa."
Mayang dan Angga memberikan tatapan tajam pada anak nya, sedangkan Andra sudah tertawa geli melihat kejadian pagi ini.
Alin meletakan baby Arsen di box bayi, kemudian ia menghampiri suami nya yang masih setia dengan mulut komat kamit nya.
"Kamu sih mas, udah di bilangin kerja masih aja ngeyel."
Lingga memeluk istri nya, "Aku hanya ingin dekat dengan kalian berdua."
__ADS_1
"Terus kalau dekat itu kenyang gitu mas? aku butuh uang lo mas karena beli popok bayi pakai uang." ucap Alin sambil terkekeh.
Lingga mendumel kepada istri, namun hanya di tanggapi tawa dengan istri nya. Tak berapa lama Lingga sudah rapi dengan setelan jas, pria tampan itu terlihat semakin berkharisma setelah memiliki anak.
"Hei...tampan sekali suami ku ini." ucap Alin memuji suami nya.
"Suami mu memang tampan maka nya banyak wanita yang tergila-gila."
Alin memajukan bibir nya, "Cih..di sanjung sedikit naik nya sampai langit."
Lingga tertawa, entah kenapa perasaan bahagia yang sekarang ia miliki membuat nya semakin takut. Lingga memeluk istri nya dari belakang, memperhatikan baby Arsen yang baru saja terlelap.
"Jika dulu aku tak jahat pada mu, mungkin perasaan bahagia ini sudah lama aku rasakan." ucap nya kemudian membenamkan kepala nya di leher istri nya.
"Kamu sangat jahat pada ku mas, tapi apalah daya semua sudah jalan cerita kita."
"Aku ingin menggadaikan kamu dengan orang yang lebih kaya dari ku dan aku akan menikmati uang nya." canda Lingga membuat Alin dengan sigap menonjok perut suami nya.
Lingga meringis kesakitan, "Sayang sakit, aku hanya bercanda."
"Mulut mu itu mas terkadang harus di pesantren kan." ucap Alin dengan emosi.
"Bercanda sayang."
Alin hanya diam, ia mulai malas berbicara dengan suami nya. Setelah membujuk istri nya yang merajuk, baru lah Lingga pergi ke kantor untuk bekerja.
__ADS_1