Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
61.Rencana


__ADS_3

"Apa yang akan kita lakukan pah?" Tanya Ratih gundah"Lambat tahun Zian anak ingusan itu pasti mengetahui siapa yang sudah menculik Kia."


"Mamah jangan membuat pikiran papah kacau." Ujar Hendra emosi.


"Pokok nya mamah gak mau tahu, mamah gak mau tinggal di rumah jelek ini lagi." Ucap Ratih tidak terima.


"Jenie juga gak mau pah, apa kata teman-teman Jenie nanti nya." Sambung Jenie anak Ratih dan Hendra.


"Kalian ini hanya bisa menekan papah tapi tidak mau berpikir."


Lama terdiam, tiba-tiba Jenie mengeluarkan sebuah ide "Jenie punya ide.'' Ucap nya.


"Apa katakan?" Tanya Hendra dan Ratih bersamaan.


"Bukankah suami Kia ganteng dan juga kaya."Ujar Jenie.


"Lalu, apa hubungan nya." Tanya Hendra penasaran.


"Jenie akan merebut nya dari Kia pah mah secara Jenie tak kalah cantik dari Kia kan, dengan begitu Kia akan hancur dengan sendiri nya." Jelas Jenie.


"Hmm...mamah rasa ide kamu tidak terlalu buruk sayang." Ujar Ratih dengan senyum licik nya.


"Apa kalian yakin?" Tanya Hendra.

__ADS_1


"Yakin pah, Jenie akan melamar pekerjaan di perusahaan suami Kia, lagian mereka kan gak tahu kalau Jenie anak kalian."


Mereka tertawa bahagia setelah menemukan ide untuk menghancurkan Alin dan Zian.


Di rumah keluarga Anggara, Alin beserta suami dan mertua nya sedang Menikmati teh sore di taman samping rumah.


"Mulai sekarang kamu harus hati-hati sayang." Ujar Mayang " Mamah rasa om dan tante kamu punya maksud terselubung."


"Iya mah, tapi apa alasan kakak gak pernah cerita ke Alin kalau kami masih punya saudara."


"Entahlah semua hanya kakak mu yang tahu." Sambung Angga.


"Kamu juga Lingga, hati-hati siapa tahu ada yang akan merusak rumah tangga kalian." Ucap Mayang memberi nasehat.


"Buktikan mas." Tukas Alin.


"Mas cuma cinta sama kamu sayang." Goda Lingga sambil memyuapi istri nya dengan sepotong kue.


Berpindah ke kediaman Nugraha, semenjak kedatangan Hendra dan Ratih, Zian semakin banyak diam bahkan menjadi dingin dengan setiap orang terkecuali istri dan mertua nya.


"Mas...katakan lah." Ujar Melly.


"Apa yang harus aku katakan?" Ucap Zian sambil menarik istri nya ke dalam pelukan.

__ADS_1


"Kenapa sikap mu berubah setelah kedatangan mereka." Tanya Melly.


Zian melepaskan pelukan istri nya kemudian membuang nafas kasar dan setelah itu Zian mulai menceritakan masa lalu keluarga nya.


"Sabar, pasti semua ada hikmah nya." Ucap Melly sambil menggenggam kedua tangan suami nya.


"Aku hanya takut kehilangan Kia untuk yang ke dua kali nya."


"Kita jaga Alin sama-sama mas."


"Terima kasih." Ujar Zian dan kembali memeluk istri nya.


Seringai jingga menghiasi fajar menambah indah langit pagi, Jenie sedang mempersiapkan surat lamaran yang sudah ia buat sebelum nya.


"Apa kamu yakin Jen?" Tanya Ratih.


"Doakan Jenie mah."


Kemudian Jenie berlalu pergi untuk menjalankan semua rencana busuk nya. Jenie melangkahkan kaki nya di perusahaan. milik Lingga, wajah cantik putih bersih dan tinggi semampai dengan rambut panjang membuat semua orang yang melihat nya menjadi terpesona.


"Wah...besar juga gedung nya pasti dia orang kaya sebelas dua belas dengan Zian." Batin Jenie.


Namun tiba-tiba Jenie terjatuh dan berkas yang di bawa nya juga ikut berhamburan karena di tabrak dengan seseorang yang sedang berjalan terburu-buru.

__ADS_1


__ADS_2