Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
88.Ada Tamu


__ADS_3

Kediaman keluarga Nugraha sangat ramai hari ini, semua orang sibuk mempersiapkan dekorasi untuk menyambut kedatangan baby Adlan dan Adlina.


Alin bahkan turun sendiri untuk menyambut kepulangan keponakan baru nya. Lingga juga sibuk, pria itu sibuk mengasuh baby Arsen yang sudah mulai bisa berdiri.


Merasa lelah, Alin memilih menghampiri anak dan suami nya.


"Wah segar nya." ucap Alin saat meneguk habis minumanan nya.


"Kamu tambah cantik dengan keringat mu sayang." bisik Lingga.


"Mulai kotor otak mu mas." balas Alin.


Selesai, semua orang berdiri tepat di depan pintu, mereka tak sabar menyambut kepulangan keluarga baru Nugraha.


Marwah dan Mayang menggendong bayi kembar tersebut, sedangkan Zian huh, pria itu memilih menggendong istri nya agar tak kelelahan.


"Kakak ku ini, kalau romantis kelewatan batas." ujar Alin.


"Apa suami tak seromantis ini?" tanya Zian sambil mendudukan istri nya di sofa.


"Sayang, apa suami mu ini kurang romantis?" tanya Lingga, hanya mendapatkan tatapan sinis dari istri nya.


"Sudahlah Lingga, sama istri itu ngalah." ucap Mayang.


"Jangan Lingga nanti kita kalah." sambung Angga.

__ADS_1


Semua orang hanya tertawa, kebahagian kedua keluarga besar itu lengkap sudah, namun tak berlaku untuk Jimmy dan Andra.


"Emmm...semua," ucap Jimmy membuat semua orang langsung menoleh ke arah diri nya.


"Ada apa?" tanya Zian.


"Emmm....gini Zian, ada tamu yang mau menjenguk istri dan anak lo gimana?" tanya Jimmy gugup.


"Ada di mana dia?" tanya Zian yang mengerti ucapan Jimmy.


"Ada di luar sejak tadi."


"Kenapa gak lo ajak masuk be*o." ucap Lingga greget.


Secepat kilat Jimmy berlari keluar, ia masuk dengan menggenggam tangan wanita yang sedang tertunduk malu itu. Alin dan Melly sangat terkejut dengan tamu yang di ajak Jimmy.


"Astri..." ujar Melly.


"Iya, ini aku Mell." ucap nya lirih "Maafin aku Mell." sambung nya kembali.


Tanpa mendapat persetujuan Jimmy dan Astri, Zian dan Lingga menjelaskan apa yang terjadi saat ini, terutama hubungan antara Jimmy dan Astri. Astri memeluk Melly dan Alin bergantian, tak butuh waktu lama mereka sudah akrab seperti seorang sahabat.


"Ya kan, apa cuma gue yang jomblo di sini?" keluh Andra.


"Sabar kak, Raka juga jomblo kok." jawab Raka adik Melly.

__ADS_1


Andra merangkul pundak Raka, "Padahal kita tampan kenapa tak ada wanita yang mau sangkut."


Hahahaha....semua orang tertawa dengan ulah Andra. Zian kembali menggendong istri nya untuk pindah ke kamar, pria itu seakan tak ada lelah nya mengurus sang istri yang baru saja melahirkan.


Rumah kembali sepi, hanya Zian dan Marwah yang bergantian mengurus bayi kembar nya.


"Aku ingin Melly merawat sendiri anak-anak ku bu." ujar Zian "Aku tak percaya dengan babysister."


"Iya, ibu juga setuju, lagian kan ada ibu yang masih bisa merawat ke dua cucu ibu ini."


"Aku lebih tidak percaya dengan babysister mas, aku akan merawat dan membesarkan sendiri ke dua anak kita." sambung Melly.


Zian mengusap lembut pucuk kepala istri nya yang sedang menyusui baby Adlina, pria itu sangat bahagia luar biasa.


"Aku bahagia, sekarang aku punya keluarga sendiri, meski Alin tak tinggal di sini tapi dia juga keluarga ku satu-satunya nya yang ku punya selain kalian."


Zian menunggui anak nya yang masih menyusui, pria itu bahkan belum beristirahat barang sejenak pun.


"Istirahat lah Zian, kamu pasti lelah." perintah Marwah.


"Aku tidak lelah bu."


"Ibu bisa melihat jika kamu sangat lelah Zian, kamu tidurlah sebentar, biar ibu yang menemani Melly dan Kedua anak mu."


"Iya mas, dari kemaren kamu belum ada tidur lo." sambung Melly.

__ADS_1


Mau tak mau, Zian menurut omongan istri dan mertua nya. Zian merebahkan diri di samping istri nya, karena saking lelah dan mengantuk, Zian langsung terlelap tidur.


__ADS_2