
Hari ini Alin kembali melanjutkan pekerjaan nya, kemarin di bantu salah satu staff keuangan yang ia kirim langsung ke restoran untuk membantu Alin.
Benar saja, begitu banyak kecurangan dalam laporan tersebut dan membuat Alin mulai geram atas tindakan orang yang tidak bertanggung jawab.
"Apa kakak ku sepercaya ini kepada manajer nya?" tanya Alin yang mulai tidak mengerti.
"Saya kurang mengerti bu tapi sepengetahuan saya pak Zian sangatlah sibuk." jawab Bu Salma staff ahli yang sudah berpengalaman.
"Saya tidak habis pikir bu, selama ini restoran mengalami penurunan omset yang sangat drastis padahal saya lihat begitu banyak pelanggan yang datang."
"Begitulah, manusia semakin kita menaruh kepercayaan semakin mereka seenaknya menyeleweng."
Tak berapa lama Zian datang dan mendengarkan penjelasan dari bu Salma dan Alin, ia sangat geram karena orang yang di percaya nya selama ini berkhianat.
"Apa langkah kakak selanjut nya?" tanya Alin.
"Menyelidiki nya." jawab Zian singkat.
"Sudah jelas-jelas wanita itu, kenapa harus di selidiki? dari dulu suka nya main perintah pecat sana sini dan suka membentak karyawan." ucap Alin geram.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak pernah cerita...? tanya Zian kembali.
"Ya..Alin pikir itu sifat nya kasar gak tahu nya tangan nya juga panjang."
"Kakak akan mencari bukti untuk menjebloskan nya ke panjara."
"Kak...bagaimana kalau kak Melly jadi asisten Alin saja ka." Pinta Alin.
"Dia kan hanya karyawan apa bisa dia membantu kamu?"tanya Zian sedikit ragu.
"Kak Melly dulu sempat kuliah sampai semester lima hanya saja kuliah nya terhenti, karena kak Melly harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya semenjak ayah nya meninggal." Alin memberitahu kakaknya.
"Iya kak...kak Melly sangat baik dulu kak Melly suka bantu Alin."
"Kakak harus berterima kasih pada nya." ucap Zian " Masalah asisten terserah kamu aja kakak yakin kamu bisa melakukan segala hal tanpa kakak."
Alin hanya tersenyum mendengar ucapan kakak nya karena Alin berniat menjodohkan kakak nya dengan Melly.
Alin kemudian memanggil Melly kedalam ruangan nya.
__ADS_1
"Alin...ada yang bisa kakak bantu?" tanya Melly yang sudah berada di dalam ruangan Alin.
"Kak...Hmmmm gini kak Alin berniat menjadikan kak Melly Asisten Alin." pinta Alin.
Melly terkejut mendengar mendengar permintaan Alin.Sedangkan Zian hanya menatap sekilas wajah Melly entah kenapa pandangan laki-laki itu selalu ingin melihat wajah manis Melly.
"Aduh...Alin kamu ngaco ya...kakak kan hanya karyawan biasa." ujar Melly tidak percaya.
"Kak...Alin tahu kalau kakak itu pintar dalam segala hal Alin mengenal kakak sudah lama jadi Alin tahu cara kerja kak Melly."
Melly seketika melihat ke Zian namun yang di lihat hanya tersenyum.
"Kenapa?" tanya Zian.
"Anuu...pak permintaan Alin." ucap Melly gugup.
"Soal itu terserah Alin ini kan restoran milik dia saya hanya memantau saja." ujar Zian sambil menatap Melly "Hah...kenapa wajah nya manis sekali." batin Zian.
Mau tidak mau Melly menerima permintaan Alin meski ia tahu setelah ini pasti akan ada gosip yang tidak mengenakan telinga.
__ADS_1
Tapi sebenarnya Melly sangat bersyukur karna ia mendapatkan pekerjaan baru meski masih di berada di tempat yang sama karena bisa jadi ini adalah awal dari perubahan dalam hidup nya agar ia bisa membahagiakan ibu dan satu-satunya adik laki-laki yang ia miliki.