Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
86.Cinta Jimmy


__ADS_3

"Berhenti menyimpan dendam Astri." ucap Jimmy.


"Tapi dia telah membuat ku seperti ini."


"Harusnya kamu sadar diri akan kesalahan mu."


Astri termenung, ia mengingat lagi kebaikan Zian saat susah dulu." Kamu tahu aku mencintainya bukan."


"Tapi kenapa rasa cinta mu membuat mu mengkhianati kepercayaan nya?"


"Aku khilaf, dari dulu hingga sekarang kamu lah yang selalu mengerti perasaan ku."


"Karena aku menyukai mu." batin Jimmy.


"Terimakasih telah menjamin kebebasan ku Jim." ucap tulus Astri.


"Saat aku melihat ibu mu masuk rumah sakit, aku melihat adik mu menangis karena kesulitan biaya."


"Kamu mengenal ibu ku?"


"Aku pernah melihatnya saat kita wisuda dulu."


Tiba-tiba Astri memeluk Jimmy, wanita itu tak hentinya mengucapkan kata terimakasih. Jantung Jimmy seakan ingin lompat keluar, pria itu masih kaget dengan apa yang di lakukan oleh Astri.


Dilain tempat, Zian sedikit terkejut saat mendengar informasi yang di berikan oleh Akmal.


"Apa yang akan kita lakukan tuan?"


"Biarkan saja, aku yakin pasti Jimmy punya alasan tersendiri."


"Tapi, apa tidak berbahaya melepaskan nya begitu saja?"


"Kamu tenang saja, jika Astri macam-macam kita bisa meminta pertanggung jawaban Jimmy."


Akmal undur diri, Zian tersenyum jika mengingat hal tentang Jimmy.


"Lo masih menyukainya Jim." ucap Zian tanpa jawab.


Zian kemudian membereskan berkas-berkas yang berserakan di atas meja, pria itu memilih pulang karena ia sangat merindukan istri nya.


"Selesaikan semua." perintah Zian pada Akmal memalui sambungan telpon.

__ADS_1


Sesampai nya di rumah, Zian langsung menghampiri Melly yang sedang asik di pijat oleh ibu nya.


"Kamu sakit?" tanya Zian khawatir.


"Ibu lihat kaki Melly hanya sedikit bengkak jadi ibu memijat nya."


"Gak usah khawatir mas." sambung Melly.


Zian kemudian mengambil alih kaki istri nya dari mertua nya.


"Biar ibu saja, kamu pasti lelah." ucap Marwah.


"Tidak bu, ini sudah menjadi kewajiban ku untuk merawat istri ku." balas Zian.


"Jangan memanjakan Kak Melly kak." sambung Raka yang baru saja pulang kuliah.


"Apaan sih." bentak Melly.


"Biasa nya juga kakak ku ini jadi kuat dan tangguh tak manja seperti ini."


"Kakak mu sangat tangguh Raka, lihat lah dia kuat mengandung anak ku dua lagi." bela Zian.


Malam ini, Lingga Zian Andra dan Jimmy janjian untuk ketemu di tempat biasa, mereka datang dengan waktu yang bersamaan.


Mereka sengaja memesan tempat privasi agar mereka lebih leluasa mengobrol.


"Apa lo masih menyukai Astri?" tanya Zian to the poin.


Lingga dan Andra langsung menatap ke arah Zian, namun tidak untuk Jimmy.


"Jelaskan." pinta Zian.


"Gue gak sengaja melihat ibu nya masuk rumah sakit, di depan ruangan UGD gue melihat adik nya menangis kemudian gue menghampiri nya."


"Lalu...."


"Dan lo tahu jika Astri adalah tulang punggung untuk keluarga nya, karena gue mengenal Astri jadi adik nya memohon sama gue untuk membantu dia."


Lingga dan Andra diam, mereka masih tak mengerti dengan ucapan Jimmy.


"Jadi benar lo udah menjamin kebebasan nya?" tanya Zian sekali lagi.

__ADS_1


"Lo gak terima?" tanya balik Jimmy.


"Dia sebenarnya wanita baik, hanya saja dia mudah terpengaruh oleh keadaan."


"Jadi Jimmy menjamin kebebasan Astri?" tanya Lingga tak percaya "Jangan mencintai dalam diam, itu menyakitkan." sambung nya kembali kemudian mendapatkan tatapan tajam dari Jimmy.


"Jauhkan mata kotor mu, itu menjijikan." ledek Lingga.


"Breng*ek lo." umpat Jimmy.


"Dia mencintai lo Zian." ucap Jimmy tiba-tiba membuat Zian menyemburkan minuman nya. Begitu juga dengan Lingga dan Andra yang semakin tak percaya dengan ucapan Jimmy.


"Jangan bercanda." ucap sinis Zian.


"Aku serius, apa pernah lo lihat dia dekat dengan cowok sejak kuliah hingga dia kerja bersama lo?"


Zian menggelengkan kepala, "Dan yang gue tahu lo sangat menyukai dia, gue hanya menganggap Astri sebagai sahabat perempuan yang gue punya satu-satunya."


"Perhatian lo ke dia membuat dia salah mengartikan."


"Dari mana lo tahu?" tanya Lingga pada Jimmy.


"Bisa jadi selama ini Jimmy adalah teman curhat Astri." sambung Andra.


Jimmy diam, ia tak menyangkal semua yang di ucapkan oleh sahabat nya. Pria itu tetap tenang meski sedang di rundung berbagai pertanyaan oleh sahabat nya.


"Kejar Cinta lo, jangan sia-sia kan hati lo sendiri karena ia telah lama menunggu." ucap Zian.


"Jangan jadi laki-laki pecundang yang mencintai dalam diam, di terima atau di tolak yang jelas hati lo butuh jawaban." sambung Lingga.


"Gue yang jomblo mah bisa apa." ujar Andra.


Mereka masih bertukar cerita juga pengalaman, ke empat pria itu saling memberi dukungan pada sahabat nya yang sedang jatuh cinta tersebut.


Terimakasih sudah mampir ke karya Istri Gadain😘


Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan dan terdapat typo dalam penulisan.


Jangan lupa Like Rate Coment and Vote karya otor🥰


karena Vote kalian adalah semangat otor😘

__ADS_1


__ADS_2