Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga
16.Penguntit Alin


__ADS_3

Hari ini Lingga kembali mengintai di apartemen milik Zian, Lingga duduk di sebuah taman kecil di depan loby apartemen pandangan mata nya terus menyapu ke arah pintu keluar apartemen.


Sudah satu jam Lingga mengintai rasa bosan tentu ia rasakan namun seketika hilang setelah mata nya tertuju pada sosok yang ia cari selama ini.


perempuan cantik yang memakai kemeja putih dan celana panjang di tambah blazer warna senada keluar dengan senyum mengembang.


Wajah Lingga nampak sumringah tapi ia harus menelan ludah nya karena saat ini Lingga hanya bisa memandang Alin dari kejauhan.


Lingga yang melihat Alin masuk ke sebuah mobil langsung bergegas kembali ke mobil nya dan mengikuti mobil yang Alin.


Perasaan bahagia dan bersalah semakin menyelimuti hati Lingga ingin rasa nya ia memeluk Alin dan meminta maaf atas segala yang pernah ia lakukan selama ini.


Tak butuh waktu lama mobil yang Alin tumpangi berhenti di salah datu gedung yang lumayan tinggi. Sedang Lingga saat melihat gedung tersebut sedikit terlonjak karna Lingga tahu gedung tersebut adalah salah satu cabang perusahaan Zian.Lingga merogoh saku nya mencari benda pipih dan menekan salah satu nomor dari ponsel nya.


"Hallo And...." Sapa Lingga.


"Ya...hallo...bagaimana?" tanya Andra dari sebrang telpon.

__ADS_1


"Gue udah nemuin Alin, Lo benar Zian menyembunyikan Alin di sini bahkan Alin bekerja di perusahaan nya sekarang."


"Sabar...lo harus ingat jangan gegabah biarkan Alin sendiri dulu gue yakin sebentar lagi Zian akan membawa nya kembali ke indonesia."


"Hmmm...gue tahu itu."


Telpon terputus Lingga memilih kembali ke hotel ada perasaan lega karena melihat keadaan Alin yang baik-baik saja.


"Sungguh kakak mu begitu hebat merawat mu." ucap Lingga sembari menghidupkan mesin mobilnya.


Di sebuah ruangan Alin nampak berkutat dengan pekerjaan nya membaca dan mengamati satu persatu berkas yang berada di atas meja nya.


Tok..tok...


"Masuk.." ucap Alin sedikit nyaring.


OB itu pun masuk memberikan sebuket bunga yang di kirim oleh Lingga.

__ADS_1


"Maaf bu...ada kiriman bunga." ucapOB sopan.


Alin beranjak berdiri dan menerima bunga tersebut.


"Dari siapa?" tanya Alin.


" Maaf bu tidak tahu..kurir yang mengantarkan bunga ini hanya bilang dari orang yang mencintai ibu."


"Iya..kamu boleh keluar."


Alin merasa sedikit bingung karena selama ini tidak pernah ia mendapatkan kiriman bunga.Alin mengambil secarik kertas yang berada di atas bunga dan kemudian membaca nya, hanya ada kata maaf yang tertulis menambah kebingungan di hati nya saat ini.


Di lain tempat Lingga memikirkan cara agar bisa bertemu Alin tapi tak satu pun cara yang ia dapatkan. Lingga hanya mondar mandir di dalam kamar nya dan sesekali ia menelpon Andra untuk meminta pendapat namun hanya jawaban yang sama ia dapatkan.


Sore hari Lingga kembali ke kantor Zian ia kembali menunggu hanya untuk melihat Alin menjelang magrib Alin baru keluar dari kantor tersebut menaiki mobil yang sama tadi pagi.


Lingga terus mengikuti mobil Alin, laki-laki ini sekarang menjadi penguntit Alin.

__ADS_1


__ADS_2