Istri Jelek Dari Pria Buta

Istri Jelek Dari Pria Buta
Prolog


__ADS_3

Di sebuah kamar bernuansa putih, cahaya bulan menembus jendela dari luar. Kamar yang seharusnya gelap gulita, tiba-tiba menjadi sedikit terang saat sebuah cahaya kekuningan menyala, di tambah dengan cahaya bulan dari luar membuat kamar yang berantakan itu sedikit terlihat.


Pajangan berbagai baju model dan figur-figur wanita ramping dan anggun terpampang hampir setiap dinding.


Di atas ranjang berukuran sedang, seorang wanita yang memiliki fitur begitu cantik tengah duduk dengan ekspresi serius. Matanya indahnya menatap fokus kepada sebuah buku yang di terangi cahaya kekuningan itu.


"Ugh, menjijikkan. Kenapa dia harus memiliki nama yang sama denganku!" Wanita itu merutuk dengan ekspresi kesal.


Setelah beberapa puluh menit kemudian, matanya yang berat dan mengantuk terus di paksa untuk tetap fokus membaca novel itu.


Tiba-tiba bau asap memasuki hidungnya. Wanita bernama Valerie itu menghentikan fokusnya dan mengendus. "Bau apa ini?"


Saat melihat sekeliling, tiba-tiba kamarnya sudah di penuhi asap. Valerie yang sudah menyelesaikan bacaannya langsung menutup buku itu dan turun dari ranjang dengan panik.


Valerie berlari ke arah balkon saat melihat sinar merah dari luar. Barulah saat itu ia mendengar berbagai jeritan dan raungan dari apartemen bawah dan sampingnya.


"Kebakaran!"


"Tolong! Tolong!"


"Hiks.. panas! Tolong!"


Memeluk buku novel itu erat, Valerie langsung menegang dan panik. Ia berlari ke arah luar kamar. Saat keluar, lorong apartemennya sudah di penuhi api.


Mata Valerie berkaca-kaca dan mulai menangis. Ia berteriak sekeras mungkin. "TOLONG!!"


Tetap saja, apartemennya sudah di kelilingi api. Jeritan orang-orang tadi seakan lenyap. Ia tidak bisa bergerak sedikit pun untuk menyelamatkan diri.


Dengan tubuh gemetar, Valerie masuk kembali dan berlari ke balkon tadi. Tidak di sangka, gorden di jendelanya sudah di lahap api.


Si merah menyala itu merambat ke seluruh kamarnya. Berbagai figura dan foto modelnya hangus terbakar.

__ADS_1


Valerie ingin megambil ponselnya, tapi kamarnya benar-benar sudah terbakar. Ia berlari ke kamar mandi dan mencoba mengguyurnya dengan air. Sia-sia saja, api besar itu tidak bisa di padamkan begitu mudah.


Valerie mengambil lap dan membasahinya untuk menutupi hidungnya dari asap. Walaupun ia putus asa untuk menyelamatkan diri, setidaknya ia melakukan upaya terakhir dan berharap ada yang datang menyelamatkannya.


Apartemennya berada di lantai paling atas. Memikirkan itu membuat Valerie semakin putus asa.


Dia hidup sendiri setelah karirnya meningkat pesat. Ia adalah wanita berusia 23 tahun yang merupakan model paling terkenal. Wajah cantiknya membuat pria manapun akan jatuh hati padanya dan sulit untuk berpaling. Tubuhnya yang ideal dan tinggi, wajahnya yang glamor dan sangat cantik seperti boneka, membuat karir sebagai model terkenal tak tergoyahkan. Hobinya yang selalu membaca novel hanya dirinya sendiri yang tahu.


Saat ini ia jauh dari keluarganya yang memiliki kehidupan sederhana. Karena ia terlalu fokus, Valerie jarang pulang dan selalu acuh tak acuh kepada mereka.


Pada saat krisis seperti ini, Valerie langsung teringat keluarganya, adiknya, dan pria yang sangat mencintainya..


"Hiks.. tolong aku.. ibu ayah.."


Panas api berangsur-angsur menyengati tubuhnya dan kulitnya yang halus dan putih.


Valerie semakin putus asa saat api bersiap melahapnya. Ia yakin hidupnya sampai di sini.


Valerie hanya berharap kehidupannya terulang untuk meminta maaf kepada seluruh keluarganya. Namun harapan hanyalah harapan, itu mustahil terjadi.


Pada malam hari, sebuah berita besar di siarkan di berbagai channel. Sebuah apartemen besar hangus terbakar karena kebocoran listrik. Karena pusat letak pemadam kebakaran berjarak jauh, membuat mereka terlambat datang dan banyak yang tidak selamat. Puluhan orang yang merupakan penghuni apartemen menjadi korban jiwa. Dan tidak sedikit yang mengalami luka-luka.


Berita paling mengejutkan adalah seorang model wanita terkenal yang sangat cantik menjadi salah satu korbannya. Semua orang menyayangkan atas kepergiannya.


***


"Bangun! Jika tidak, aku benar-benar akan membuatmu mati!"


Suara yang sangat dingin mengandung kemarahan terdengar menusuk telinga. Valerie mengernyit dan mencoba untuk membuka matanya. Semburan rasa sakit menyerang kepalanya membuatnya meringis pelan.


Bulu matanya bergetar. Lalu kedua mata itu terbuka dan di sambut dengan wajah-wajah asing berbagai ekspresi menatapnya. Valerie terlihat sangat bingung. Ada apa ini?

__ADS_1


"Aku tidak akan memberitahu pamanku tentang perbuatanmu untuk saat ini, aku akan memberikanmu kesempatan. Namun, jika kamu membuat masalah tercela seperti ini lagi lain kali, aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi!"


Valerie mengerjap bingung menatap wajah tampan pria itu yang memerah karena marah. Lalu tatapannya beralih pada wanita cantik di sampingnya yang terlihat tidak senang saat bertemu dengan mata besarnya.


Wanita itu menggigit bibirnya cemas, lalu berbisik pada pria yang tengah marah itu.


Pria itu baru saja meminum kopi yang di kirimkan pembantunya, namun tidak lama tubuhnya berangsur-angsur panas, nafasnya berat dan cepat. Lalu ia melihat Valerie datang ke ruangannya dengan berani dengan hanya memakai piyama, bagaimana mungkin ia tidak tahu apa yang di rencanakannya?


Pria itu udah sejak lama begitu jijik dengan Valerie yang begitu bodoh dan jelek yang terus-menerus mengejarnya walaupun wanita itu tahu dia sudah beristri, namun ia tidak menduga Valerie akan begitu berani dan membiusnya.


Pria itu menggertakkan gigi untuk menahan sesuatu di tubuhnya, keringat halus mengalir di dahinya. Walaupun ia sudah meminum obat yang sudah di resepkan dokter beberapa saat lalu, tetap saja itu tidak akan bekerja seluruhnya dan membuat tubuhnya semakin tidak nyaman.


Melihat istrinya yang menatapnya cemas di sampingnya, mata pria itu menjadi gelap. Ia menarik nafas dalam-dalam dan memberi perintah kepada pelayan. "Pulangkan dia ke rumahnya. Jangan membiarkan siapapun tahu tentang masalah ini."


Pelayan itu mengangguk patuh. Valerie yang tengah bingung dan tidak mengerti dengan situasi hanya diam dan mengikuti pelayan yang membantunya berdiri dan berjalan. Ia sama sekali tidak mendengar apa yang pria itu bicarakan, karena berbagai pertanyaan melintas di benaknya.


Kenapa ia di sini? Bukankah ia sudah mati di lahap api? Di mana ini? Siapa orang-orang ini?


Setelah mereka pergi, pria itu menatap istri cantiknya. Ia memegang tangannya dan berkata lembut. "Maukah kamu membantuku?"


Wanita itu langsung memerah dan mengangguk malu-malu.


Valerie yang di topang oleh kedua pelayannya mengalami rasa sakit di kepala begitu menusuk. Tanpa kedua pelayan itu, tubuhnya akan langsung tergeletak di tanah. Ingatan asing terus-menerus berputar di kepalanya seperti kaset rusak dan ia langsung pingsan.


Rasa sakit parah itu berangsur-angsur mereda dan ingatan asing memenuhi pikirannya. Valerie berangsur-angsur sadar dan terbangun. Ia menemukan dirinya terbaring di sofa dan ruangan asing lagi.


Namun bukan itu yang Valerie pikirkan, namun semua ingatan di kepalanya membuat Valerie begitu tertegun dan termangu. Semua ini sulit di percaya dan mustahil.


Ingatan ini.. sama persis dengan kejadian yang di alami antagonis wanita di novel yang sebelumnya ia baca.


Ia masuk ke dalam tubuh Valerie si antagonis kejam itu..

__ADS_1


__ADS_2