Istri Jelek Dari Pria Buta

Istri Jelek Dari Pria Buta
Part 6


__ADS_3

"Valerie, apa yang kamu mainkan? Apakah kamu pikir itu bisa membunuhku dan agar kamu bisa bersama Javier?"


"Apa maksudmu? Bunuh apa?" Valerie benar-benar tidak mengerti. "Aku hanya membeli bunga dan menyimpannya di vas itu untuk menghidupi ruangan ini. Apa maksudmu membunuh? Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu."


Karena duduk relatif dekat, Valerie sedikit terkejut ketika dia bertemu mata Victor. Mata gelap pria itu seperti kaca yang telah kehilangan cahaya, abu-abu, tapi tetap indah.


Valerie bisa membayangkan betapa indahnya mata ini sebelum buta.


"Aku alergi terhadap serbuk sari." Nadanya sangat dingin.


Victor benar-benar tidak bisa berdekatan dengan bunga sama sekali, dan itu akan berakibat fatal serta serius. Ini bukan rahasia, tetapi Valerie asli memang sangat tidak peduli padanya dan bertindak bodoh, sama sekali tidak tahu.


Begitupun Valerie saat ini, ia terkejut. "Aku tidak tahu."


Valerie benar-benar tidak tahu Victor mempunyai alergi itu, begitupula di dalam novel tidak di sebutkan. Selain itu, banyak bunga di halaman, bagaimana ia menyangka bahwa Victor alergi terhadap serbuk sari?


Valerie mengerti dan merasa wajar jika saat ini Victor marah. Ia langsung berkata tulus. "Maaf, aku benar-benar tidak tahu tentang itu. Aku sudah menikah denganmu selama setengah tahun, namun tidak ada yang memberitahu tentang alergimu kepadaku. Tadi aku hanya merangkai bunga, hanya untuk mendekorasi ruangan."


Melihatnya diam, Valerie berkata lebih lembut. "Victor, aku tidak pernah berpikir untuk membunuh suamiku sendiri."


"Apakah menurutmu aku akan mempercayainya?" Nada suaranya sedingin biasanya.


Valerie membuka mulut ingin mengatakan sesuatu lagi, namun rasa sakit di kepalanya hilang dalam sekejap.


"Nilai marah: 0."


Valerie menatap Victor tidak percaya. Apakah pria ini tidak marah lagi? Jadi aku harus membujuknya?


Valerie tidak mengerti saat ini. Jika Victor marah, dia menderita. Jadi ia harus memperlakukannya dengan baik? Tentu saja, itu sudah niatnya.


Ia menekan semua pertanyaan di hatinya dan menatap Liana. "Keluarkan bunganya dari vas, lalu buang."


Liana terkejut. Kenapa hanya itu? Kenapa wanita ini tidak berdebat lagi?

__ADS_1


"Kenapa kamu linglung? Apakah kamu mendengarku?" Valerie mengerutkan kening. "Sebagai perawat Victor, kamu pasti tahu bahwa dia alergi terhadap serbuk sari, tapi kenapa sebelumnya kamu tidak memberitahuku?"


Liana tidak menyangka Valerie akan bertanya seperti ini. Ia menundukkan kepala sopan. "Saya pikir Nyonya, sebagai istri Tuan Victor, sudah tahu."


"Aku tidak memperdulikannya sebelumnya, namun tidak di masa yang akan datang. Tidak tahu apa kesalahan apa yang akan terjadi lagi, sebagai pengasuh, kamu harus mengingatkanku pada waktunya." Valerie mengakui kesalahannya terus-terang.


Liana hanya menanggapinya dengan sedih.


Sebelumnya Valerie berkata ingin menurunkan berat badan, dan sekarang makanan di meja sebagian vegetarian dan tidak ada yang berminyak. Ia tersenyum puas, ayo menurunkan berat badan!


Sebagai model, ia harus menjaga tubuhnya dengan baik. Dan ia selalu diet dan memakan makanan yang sehat. Lalu saat ini, ia pasti mampu melakukan hal lebih dari itu.


Valerie mengambil ikan dan menaruhnya di sebuah mangkuk. Ia mengambil duri panjang pada ikan, lalu menyodorkannya ke depan Victor. "Aku mengambil dirinya untukmu. Kamu bisa memakannya bebas tanpa khawatir."


"Aku tidak memakannya." Victor tidak tergerak sama sekali.


Victor ingat sebelumnya, wanita di depannya berkata dengan suara menusuk, dirinya buta dan dia tidak bisa makan apapun di depan wajahnya. Sekarang Victor menahan mual, wanita itu dengan murah hati memberinya makan? Ide apa yang akan dia buat?


"Oh? Kamu tidak menyukainya?"


Tampaknya keluarga Spare memiliki banyak hal yang tidak di ketahui.


Victor tidak menanggapinya. Valerie mengangkat bahu. Ia memindahkan mangkuk itu di depan Lucher. "Kalau begitu, aku akan memberikannya kepada Lucher."


Lucher mengangkat kepalanya. "Aku juga tidak memakannya."


"Kamu harus memakannya, karena ikan sangat bergizi, sangat baik untuk anak-anak. Lucher bisa tumbuh lebih tinggi."


Lucher sekarang membenci Valerie, ketakutannya masih sama. Lalu tatapannya menangkap Liana yang telah kembali setelah membuang bunga, tubuhnya kembali bergetar dan ia masih merasakan sakit di perutnya yang di cubit.


Wajah kecilnya kaku, matanya penuh kesedihan dan keluhan. Ia dengan canggung mengambil ikan itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


Valerie bisa merasakan lelaki kecil itu menentangnya.

__ADS_1


Ketika Valerie asli pertama kali menikah dengan Victor, Lucher merasa sangat bahagia sekaligus khawatir memiliki ibu. Anak-anak lain memiliki ibu, dan dia ingin juga. Namun dia mendengar dari pelayan bahwa ibu tiri adalah penyihir yang kejam, yang suka memukul anak-anak, kebahagiaan Lucher menjadi kekhawatirkan.


Benar saja, Valerie asli sama sekali tidak melihat Lucher. Ketika Lucher mendekat, Valerie asli tidak hanya mengusirnya, namun memanggilnya spesies liar dengan jijik. Setelah mencoba beberapa kali, si kecil akhirnya tahu bahwa ibu barunya itu tidak menyukainya.


Akhirnya si kecil menyerah. Ia juga tidak mempermasalahkannya, si kecil pun merasa tidak menyukainya.


Valerie tengah memakan sayuran hambar sambil memijit bagaimana meningkatkan hubungan dengan Victor dan Lucher. Dia sangat menyukai anak-anak, sangat lucu dan ingin memeluknya.


"Apakah enak?"


"Tidak."


Lucher selalu jujur, jadi saat ia mengatakan itu, ia langsung menutup mulutnya dengan rasa takut, tanpa sadar matanya melirik Liana.


"Baiklah. Jika tidak enak, jangan memaksakan untuk memakannya lagi. Tapi anak-anak tidak bisa pilih-pilih makanan. Lain kali, aku akan memasakkan apapun untukmu." Valerie berkata hangat.


Ia benar-benar bisa memasak, namun di kehidupannya sebelumnya, jadwalnya selalu padat.


Dengan pipi membuncit karena makanan, mata besar pria kecil itu menatap Valerie dengan tidak percaya. Ini pertama kalinya wanita ini berbicara lembut kepadanya.


"Tuan Muda, tanganmu berminyak." Liana tiba-tiba berkata dengan suara rendah. "Aku akan membawamu untuk mencuci tanganmu."


Tubuh kecilnya gemetar tak terkendali. Mata Lucher langsung basah, ia memandang Victor dengan mata teraniaya. Wajahnya memucat.


Valerie yang memerhatikan langsung mengerutkan kening dengan curiga.


Lucher menundukkan kepala dan mengikuti Liana menuju kamar mandi.


Di meja, hanya tersisa Valerie dan Victor. Ruangan begitu hening.


Valerie tengah memakan makanannya, namun matanya tertuju pada Victor. Hari ini dia masih memakai pakaian hitam, seluruh orang memancarkan aura dingin. Karena ia duduk di sisi kanan, Valerie dapat melihat wajah kanannya dengan utuh.


Hidung pria itu lurus, dan garis sudut memanjang ke rahang bawah, sempurna dan seksi. Ia tahu bahwa wajah ini sangat luar biasa sebelum cacat.

__ADS_1


"Jika kamu terus menatapku, keluarlah dari sini."


Valerie tersentak.


__ADS_2